Rasa kurang percaya diri atau krisis keyakinan terhadap kemampuan analitis sendiri ternyata menjadi penentu utama arah keputusan keuangan generasi muda
Latar Belakang: Ledakan Investor Muda dan Jebakan Psikologis
Transformasi digital dan kemudahan akses aplikasi teknologi finansial (fintech) telah mengubah cara pandang masyarakat Indonesia terhadap keuangan
Meskipun akses dan pengetahuan finansial semakin terbuka, perilaku nyata investor muda sering kali menyimpang dari keputusan yang rasional
Metodologi: Mengukur Keraguan Investor Kampus
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menguji hubungan sebab-akibat antara psikologi keraguan diri dengan horison waktu investasi
Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode statistik pemodelan persamaan struktural (Partial Least Squares–Structural Equation Modeling / PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4
Temuan Utama: Dua Arah Berlawanan dalam Investasi
Hasil analisis data mengungkap bahwa underconfidence bias memberikan dampak yang signifikan namun berlawanan arah tergantung pada jangka waktu investasi yang dipilih
- Mendorong Investasi Jangka Pendek (Positif Signifikan): Keraguan diri terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi jangka pendek ($\beta = 0,482$; $p < 0,001$)
. Mahasiswa yang merasa kurang yakin dengan analisisnya justru lebih condong memilih strategi investasi berjangka pendek . Hal ini mengindikasikan bahwa rasa ragu mendorong investor muda mencari instrumen yang cepat dicairkan (likuid) atau strategi jangka pendek, meskipun investasi jenis ini rentan terhadap fluktuasi harga dan volatilitas pasar yang tinggi . - Menghambat Investasi Jangka Panjang (Negatif Signifikan): Sebaliknya, underconfidence bias berdampak negatif dan signifikan terhadap keputusan investasi jangka panjang ($\beta = -0,167$; $p = 0,002$)
. Rendahnya kepercayaan diri membuat mahasiswa takut berkomitmen pada aset berjangka panjang di atas satu tahun . Kekhawatiran akan ketidakpastian masa depan menyebabkan mereka menunda atau menghindari instrumen jangka panjang, padahal instrumen ini menawarkan stabilitas dan potensi pertumbuhan modal yang jauh lebih besar melalui efek akumulasi . - Dominasi Faktor Psikologis pada Putusan Singkat: Statistik menunjukkan bias keraguan diri mampu menjelaskan 23,2% variasi dalam keputusan investasi jangka pendek mahasiswa
. Sementara itu, keputusan investasi jangka panjang hanya dijelaskan sebesar 2,8% oleh bias ini, membuktikan bahwa komitmen jangka panjang lebih kompleks dan dipengaruhi oleh faktor eksternal lain seperti tujuan finansial, toleransi risiko, dan tingkat pendapatan .
Dampak dan Implikasi bagi Pendidikan dan Masyarakat
Temuan riset ini membawa implikasi penting bagi lembaga pendidikan tinggi, pelaku industri keuangan, serta pengambil kebijakan publik
Dunia pendidikan dan industri pasar modal perlu merancang kurikulum dan literasi yang tidak hanya menanamkan pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri pengambilan keputusan
Parafrase dari kesimpulan riset Safina Aulianisa dan Sri Mulyati di Universitas Islam Indonesia menegaskan bahwa pemahaman terhadap bias psikologis adalah kunci utama bagi mahasiswa
Profil Penulis
Safina Aulianisa
Penulis Utama (Corresponding Author). Peneliti dan mahasiswa pada Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia (UII) . Memiliki ketertarikan riset dan keahlian di bidang Manajemen Keuangan dan Perilaku Keuangan (Behavioral Finance) . - Sri Mulyati Penulis Kedua
. Dosen dan peneliti di lingkungan Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia (UII), dengan keahlian akademis di bidang manajemen dan analisis keputusan keuangan .
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: The Effect of Underconfidence Bias Perception on Investment Decisions of Management Students of the Islamic University of Indonesia
- Penulis: Safina Aulianisa & Sri Mulyati
- Afiliasi: Universitas Islam Indonesia
- Tahun Publikasi: 2026
- Lisensi Publikasi: Open-access di bawah lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0)
- DOI / URL Resmi: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i4.52
0 Komentar