Studi UII: Krisis Percaya Diri Dorong Mahasiswa Pilih Investasi Jangka Pendek dan Hindari Jangka Panjang

Ilustrasi by AI

Rasa kurang percaya diri atau krisis keyakinan terhadap kemampuan analitis sendiri ternyata menjadi penentu utama arah keputusan keuangan generasi muda. Riset terbaru yang dilakukan oleh peneliti Safina Aulianisa dan Sri Mulyati dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia (UII), mengungkap bagaimana fenomena psikologis underconfidence bias mempengaruhi pola investasi mahasiswa. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 ini melibatkan mahasiswa manajemen angkatan 2022 hingga 2024 dan menjadi pengingat penting bahwa literasi keuangan secara teoritis saja tidak cukup. Tanpa kepercayaan diri yang terukur, investor muda berisiko kehilangan peluang emas untuk membangun akumulasi kekayaan jangka panjang di tengah pesatnya pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Latar Belakang: Ledakan Investor Muda dan Jebakan Psikologis

Transformasi digital dan kemudahan akses aplikasi teknologi finansial (fintech) telah mengubah cara pandang masyarakat Indonesia terhadap keuangan. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat lonjakan jumlah investor pasar modal hingga 280% dalam empat tahun terakhir, mencapai 14.84 juta investor pada akhir Januari 2025. Generasi muda menjadi motor penggerak utama ekspansi ini, di mana 55,58% investor berusia di bawah 40 tahun dan mayoritas berpendidikan SMA hingga S1.

Meskipun akses dan pengetahuan finansial semakin terbuka, perilaku nyata investor muda sering kali menyimpang dari keputusan yang rasional. Teori keuangan modern atau behavioral finance menunjukkan bahwa emosi dan bias kognitif memiliki peran dominan saat seseorang berhadapan dengan risiko uang. Di lingkungan kampus, banyak mahasiswa yang sebenarnya telah lulus mata kuliah manajemen keuangan justru mengalami underconfidence bias—yaitu kecenderungan meragukan pengetahuan, analisis, dan kapasitas diri sendiri. Keraguan ini kerap membuat mereka menunda keputusan, terlalu berhati-hati, atau bahkan mengalihkan dana ke barang konsumtif jangka pendek daripada instrumen produktif.

Metodologi: Mengukur Keraguan Investor Kampus

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menguji hubungan sebab-akibat antara psikologi keraguan diri dengan horison waktu investasi. Survei dilakukan terhadap 291 mahasiswa aktif Program Studi Manajemen UII (angkatan 2022–2024) yang telah menempuh mata kuliah Manajemen Keuangan dan memiliki pengalaman nyata dalam berinvestasi.

Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode statistik pemodelan persamaan struktural (Partial Least Squares–Structural Equation Modeling / PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Metodologi ini memungkinkan peneliti melihat secara jernih seberapa besar keraguan diri memicu atau mengoreksi keputusan finansial mahasiswa.

Temuan Utama: Dua Arah Berlawanan dalam Investasi

Hasil analisis data mengungkap bahwa underconfidence bias memberikan dampak yang signifikan namun berlawanan arah tergantung pada jangka waktu investasi yang dipilih:

  • Mendorong Investasi Jangka Pendek (Positif Signifikan): Keraguan diri terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi jangka pendek ($\beta = 0,482$; $p < 0,001$). Mahasiswa yang merasa kurang yakin dengan analisisnya justru lebih condong memilih strategi investasi berjangka pendek. Hal ini mengindikasikan bahwa rasa ragu mendorong investor muda mencari instrumen yang cepat dicairkan (likuid) atau strategi jangka pendek, meskipun investasi jenis ini rentan terhadap fluktuasi harga dan volatilitas pasar yang tinggi.
  • Menghambat Investasi Jangka Panjang (Negatif Signifikan): Sebaliknya, underconfidence bias berdampak negatif dan signifikan terhadap keputusan investasi jangka panjang ($\beta = -0,167$; $p = 0,002$). Rendahnya kepercayaan diri membuat mahasiswa takut berkomitmen pada aset berjangka panjang di atas satu tahun. Kekhawatiran akan ketidakpastian masa depan menyebabkan mereka menunda atau menghindari instrumen jangka panjang, padahal instrumen ini menawarkan stabilitas dan potensi pertumbuhan modal yang jauh lebih besar melalui efek akumulasi.
  • Dominasi Faktor Psikologis pada Putusan Singkat: Statistik menunjukkan bias keraguan diri mampu menjelaskan 23,2% variasi dalam keputusan investasi jangka pendek mahasiswa. Sementara itu, keputusan investasi jangka panjang hanya dijelaskan sebesar 2,8% oleh bias ini, membuktikan bahwa komitmen jangka panjang lebih kompleks dan dipengaruhi oleh faktor eksternal lain seperti tujuan finansial, toleransi risiko, dan tingkat pendapatan.

Dampak dan Implikasi bagi Pendidikan dan Masyarakat

Temuan riset ini membawa implikasi penting bagi lembaga pendidikan tinggi, pelaku industri keuangan, serta pengambil kebijakan publik. Selama ini, program edukasi investasi lebih banyak menekankan pada aspek teknis hitung-hitungan dan analisis grafik. Riset UII ini membuktikan bahwa pembekalan mental dan psikologi keuangan (behavioral finance) sama krusialnya dengan keterampilan teknis.

Dunia pendidikan dan industri pasar modal perlu merancang kurikulum dan literasi yang tidak hanya menanamkan pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri pengambilan keputusan. Mahasiswa perlu dilatih untuk memvalidasi analisis mereka sendiri agar tidak mudah bergantung pada opini orang lain atau fenomena ikut-ikutan (herding).

Parafrase dari kesimpulan riset Safina Aulianisa dan Sri Mulyati di Universitas Islam Indonesia menegaskan bahwa pemahaman terhadap bias psikologis adalah kunci utama bagi mahasiswa. Penguatan literasi yang disertai dengan kesadaran mental akan membantu calon-calon profesional bisnis ini mengatasi rasa ragu, sehingga mampu mengambil keputusan investasi yang lebih terukur, rasional, dan berkelanjutan demi kesejahteraan finansial masa depan.

Profil Penulis

  • Safina Aulianisa 

    Penulis Utama (Corresponding Author). Peneliti dan mahasiswa pada Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia (UII). Memiliki ketertarikan riset dan keahlian di bidang Manajemen Keuangan dan Perilaku Keuangan (Behavioral Finance).
  • Sri Mulyati Penulis Kedua. Dosen dan peneliti di lingkungan Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia (UII), dengan keahlian akademis di bidang manajemen dan analisis keputusan keuangan.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: The Effect of Underconfidence Bias Perception on Investment Decisions of Management Students of the Islamic University of Indonesia
  • Penulis: Safina Aulianisa & Sri Mulyati
  • Afiliasi: Universitas Islam Indonesia
  • Tahun Publikasi: 2026
  • Lisensi Publikasi: Open-access di bawah lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0)
  • DOI / URL Resmi: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i4.52

Posting Komentar

0 Komentar