Latar Belakang dan Tantangan Sektor Agribisnis
PT Koncota Agro Mandiri merupakan salah satu entitas bisnis agribisnis dengan penyerapan tenaga kerja yang cukup besar. Operasional perusahaan ini sangat bergantung pada efektivitas kerja fisik dan kecepatan penanganan pascapanen komoditas pertanian. Kendati demikian, sebelum strategi manajemen sumber daya manusia (MSDM) diterapkan secara ketat, perusahaan menghadapi fluktuasi produktivitas yang cukup tajam.
Sebagai gambaran nyata, realisasi produksi komoditas pada tahun 2024 sempat mengalami pasang surut. Pencapaian tertinggi berada di angka 95 persen pada bulan Januari, namun merosot hingga titik terendah sebesar 87 persen pada bulan Maret. Ketidakstabilan ini dipicu oleh tingginya angka absensi karyawan harian, faktor cuaca yang tidak menentu, serta adanya kesenjangan kompetensi di lapangan.
Tantangan terbesar yang dihadapi manajemen terletak pada struktur ketenagakerjaan yang sangat heterogen. Dari total 119 karyawan yang bekerja di PT Koncota Agro Mandiri, terdapat tiga klasifikasi status kerja yang berbeda. Pertama, terdapat 9 pegawai tetap yang menerima gaji bulanan tetap dan fasilitas penuh. Kedua, terdapat 80 pegawai tidak tetap yang diupah berdasarkan sistem harian tanpa fasilitas. Ketiga, terdapat 30 pegawai kontrak ekspor. Perbedaan status ketenagakerjaan yang mencolok ini secara langsung berdampak pada variasi motivasi, loyalitas, dan tanggung jawab kerja di area gudang maupun ladang.
Metodologi Riset Sederhana Berbasis Lapangan
Untuk membedah dinamika manajemen ini, tim peneliti Universitas Quality Berastagi menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dengan turun langsung ke lapangan guna mengamati kondisi objektif di PT Koncota Agro Mandiri. Pengumpulan data dilakukan secara holistik melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan kunci yang mencakup unsur pimpinan seperti Direktur dan Komisaris, staf administrasi, keuangan, kepala gudang, operator mesin, hingga perwakilan karyawan bagian pengemasan (packing). Selain wawancara, peneliti melakukan observasi langsung terhadap perilaku kerja dan memeriksa dokumen internal perusahaan seperti data absensi serta realisasi produksi tahunan. Seluruh data diuji keabsahannya dengan teknik triangulasi untuk menjamin akurasi informasi.
Empat Pilar Strategi Dongkrak Produktivitas
Berdasarkan hasil analisis data, tim peneliti menemukan bahwa PT Koncota Agro Mandiri menerapkan empat pilar strategi MSDM utama yang terbukti sukses mendongkrak performa karyawan di lapangan:
- Pelatihan Berbasis Kompetensi Ekspor: Perusahaan secara periodik menyelenggarakan pelatihan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar luar negeri. Program ini meliputi Pelatihan Sortir dan Grading Sayuran, Pelatihan Packing Wortel, hingga Pelatihan Penanganan Standar Operasional Prosedur (SOP) Produk Baru seperti ubi dan kentang khusus untuk pasar Singapura. Karyawan yang telah mengikuti pelatihan terbukti mampu bekerja secara sistematis dan minim kesalahan teknis.
- Sistem Kompensasi dan Bonus Performa: Manajemen menerapkan skema remunerasi yang terstruktur. Pegawai tetap mendapatkan gaji bulanan stabil sebesar Rp4.000.000 beserta fasilitas tempat tinggal (mess), makan, serta subsidi air dan listrik. Sementara untuk karyawan tidak tetap, upah harian diberikan berkisar antara Rp100.000 hingga Rp130.000. Demi memicu motivasi kerja, perusahaan memberikan bonus tambahan bagi karyawan atau kelompok yang berhasil melampaui target produksi harian.
- Pengawasan Melekat di Semua Lini: Supervisi dilakukan secara langsung dan hierarkis, mulai dari area gudang pendingin hingga area pemilahan di ladang. Kehadiran aktif para atasan di lapangan memastikan seluruh proses penanganan hortikultura pascapanen berjalan mulus sesuai SOP baku perusahaan.
- Penempatan Tepat Sesuai Keahlian: Perusahaan memegang teguh prinsip penempatan staf yang selektif didasarkan pada kompetensi dan pengalaman kerja sebelumnya. Pengelompokan kerja berdasarkan fungsi ini berjalan efektif, membuat karyawan lebih mandiri tanpa membutuhkan supervisi yang konstan secara terus-menerus.
Melalui penerapan kombinasi empat strategi tersebut, tingkat produktivitas harian mampu terjaga dengan baik. Rata-rata hasil kerja harian berkisar antara 110 hingga 125 kilogram per karyawan, dan pemenuhan target tahunan berhasil dipertahankan di atas 90 persen pada sebagian besar bulan.
Dampak Luas bagi Industri dan Rekomendasi Kebijakan
Riset ini membawa implikasi penting bagi dunia usaha, khususnya pelaku industri agribisnis padat karya. Keberhasilan PT Koncota Agro Mandiri menunjukkan bahwa investasi pada kapasitas manusia dan standarisasi kerja dapat menekan angka kerusakan produk hortikultura selama proses distribusi pascapanen secara signifikan.
Meski demikian, para peneliti memberikan catatan kritis terkait celah manajerial yang harus segera diatasi. Adanya disparitas atau kesenjangan kompensasi serta jaminan fasilitas antara karyawan tetap dan tidak tetap menjadi pemicu fluktuasi absensi. Ketika angka absensi pekerja harian melonjak, capaian produksi langsung merosot tajam. Oleh sebab itu, tim peneliti Universitas Quality Berastagi merekomendasikan tiga langkah strategis bagi manajemen: pertama, memperluas akses pelatihan secara merata bagi karyawan tidak tetap di bagian sortir; kedua, memformulasi ulang sistem insentif kehadiran bagi pekerja harian; dan ketiga, memperkuat komunikasi internal melalui dialog mingguan yang inklusif untuk membangun rasa memiliki.
Profil Penulis:
- Ega Emanda Br Ginting, S.E. adalah peneliti utama dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Quality Berastagi yang memiliki keahlian khusus di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis dan Pengembangan Organisasi Agribisnis.
- Menanti Br Sembiring, S.E., M.Si. adalah dosen senior dan peneliti di Universitas Quality Berastagi dengan spesialisasi keahlian di bidang Strategi Remunerasi, Perilaku Organisasi, dan Kinerja Tenaga Kerja Industri Komoditas.
- Ingan Ukur Br Sitepu, S.E., M.Si. adalah akademisi dan peneliti aktif di Universitas Quality Berastagi yang memfokuskan studi ilmiahnya pada Manajemen Operasional pascapanen, Efisiensi Industri Padat Karya, dan Kesejahteraan Pekerja Sektor Pertanian.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel: The Role of Human Resource Management Strategies in Improving Work Productivity Among Employees at PT Koncota Agro Mandiri in Gurusinga Village
- Nama Jurnal: Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI Resmi:
https://doi.org/10.55927/ijar.v5i7.16794 https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijar
0 Komentar