Personal Branding Ustadz Syafiq Riza Basalamah di Instagram Dinilai Konsisten Bangun Citra Dakwah Digital

Ilustrasi by AI

Palu – Akun Instagram @syafiqrizabasalamah_official dinilai berhasil membangun personal branding yang kuat dan konsisten sebagai media dakwah digital. Temuan tersebut disampaikan oleh Ahmad Wafrianto, Sumarni Zainuddin, dan Fadhliah dari Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 di East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR). Penelitian ini menunjukkan bahwa konsistensi konten, kejelasan identitas, serta pemanfaatan fitur Instagram menjadi faktor utama dalam membentuk citra seorang pendakwah di era media sosial.

Perkembangan media sosial telah mengubah cara tokoh publik membangun hubungan dengan masyarakat. Instagram kini tidak hanya digunakan untuk berbagi foto dan video, tetapi juga menjadi sarana membangun identitas digital yang dapat memengaruhi persepsi publik. Dalam konteks dakwah, media sosial memberikan ruang bagi para pendakwah untuk menyampaikan pesan keagamaan sekaligus membangun kepercayaan dan kedekatan dengan audiens yang semakin luas, khususnya generasi muda yang aktif di platform digital.

Penelitian ini memusatkan perhatian pada akun Instagram @syafiqrizabasalamah_official, yang hingga September 2025 memiliki lebih dari dua juta pengikut. Akun tersebut dipilih karena dinilai memiliki pola komunikasi yang konsisten melalui unggahan foto, video, reels, stories, serta berbagai fitur Instagram lainnya. Peneliti menganalisis seluruh konten yang diunggah selama periode Januari hingga September 2025 menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi berdasarkan delapan konsep personal branding yang dikembangkan oleh Peter Montoya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Ustadz Syafiq Riza Basalamah dibangun melalui spesialisasi sebagai pendakwah yang berfokus pada pendidikan keluarga dan fikih rumah tangga berdasarkan pemahaman salafus salih. Fokus tersebut terlihat konsisten dalam berbagai unggahan kajian, video edukasi, hingga promosi kegiatan dakwah yang membahas persoalan keluarga dan kehidupan rumah tangga. Latar belakang pendidikan di Universitas Islam Madinah turut memperkuat citra sebagai pendakwah yang memiliki otoritas keilmuan di bidang tersebut.

Penelitian juga menemukan bahwa aspek kepemimpinan menjadi salah satu kekuatan utama dalam personal branding yang dibangun. Selain aktif berdakwah melalui media sosial, Ustadz Syafiq Riza Basalamah diketahui merupakan anggota Dewan Fatwa Al-Irsyad serta penggagas Yayasan Lorong Faradisa yang bergerak di bidang dakwah dan kegiatan sosial. Berbagai aktivitas tersebut secara rutin didokumentasikan melalui Instagram sehingga memperkuat persepsi publik terhadap kapasitas kepemimpinan dan kredibilitasnya.

Dari sisi kepribadian, penelitian menggambarkan bahwa konten yang diunggah menampilkan sosok yang sederhana, tenang, tegas, namun tetap hangat terhadap keluarga dan masyarakat. Nilai-nilai tersebut terlihat dalam berbagai dokumentasi kebersamaan bersama anak-anak, alumni, maupun jamaah. Pendekatan komunikasi yang dinilai autentik membuat citra yang dibangun tidak terkesan dibuat-buat, tetapi mencerminkan kehidupan sehari-hari yang sejalan dengan pesan dakwah yang disampaikan.

Keunikan lain yang ditemukan adalah penggunaan tema-tema keluarga sebagai identitas utama akun Instagram tersebut. Berbeda dengan sebagian akun dakwah lain yang mengedepankan hiburan atau konten viral, akun @syafiqrizabasalamah_official secara konsisten menyajikan kajian fikih keluarga, sesi tanya jawab berbasis dalil, serta desain visual yang sederhana dengan nuansa kaligrafi Arab. Konsistensi gaya visual dan tema inilah yang membuat akun tersebut mudah dikenali oleh pengikutnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan personal branding didukung oleh intensitas kehadiran di media sosial. Aktivitas melalui reels, stories, kolaborasi dengan akun dakwah lain, serta interaksi dengan pengikut membuat akun tersebut tetap aktif menjangkau audiens baru tanpa mengubah karakter komunikasi yang telah dibangun sejak awal. Strategi tersebut memperkuat visibilitas sekaligus mempertahankan hubungan dengan para pengikut dalam jangka panjang.

Menurut Ahmad Wafrianto dan tim dari Universitas Tadulako, kekuatan personal branding tidak hanya ditentukan oleh tampilan visual, tetapi juga oleh kesesuaian antara pesan yang disampaikan dengan perilaku nyata. Penelitian menemukan adanya konsistensi antara citra yang ditampilkan di Instagram dengan aktivitas sosial, gaya hidup sederhana, serta keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan dakwah dan pelayanan masyarakat. Hal tersebut membentuk reputasi positif yang semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap figur yang bersangkutan.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk membangun citra profesional maupun keagamaan apabila dikelola secara konsisten. Strategi personal branding yang menonjolkan spesialisasi, kredibilitas, kepribadian, serta kesinambungan pesan dinilai mampu menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan audiens digital. Temuan ini juga menjadi referensi bagi akademisi, praktisi komunikasi, maupun pembuat konten yang ingin memahami bagaimana identitas digital dibangun secara berkelanjutan melalui media sosial.

Profil Penulis

Ahmad Wafrianto – Program Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Tadulako, Palu.

Sumarni Zainuddin – Program Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Tadulako, Palu.

Fadhliah – Program Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Tadulako, Palu.

Sumber Penelitian

Judul: Ustadz Syafiq Riza Basalamah's Personal Branding on the @syafiqrizabasalamah_official Instagram Account

Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 7, 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i7.238

Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar