Penggunaan Sistem HRIS Terbukti Mendorong Efisiensi Pengelolaan SDM Hingga 46,8 Persen di Era Kerja Hibrida

Ilustrasi by AI

Penerapan Human Resource Information System (HRIS) terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dalam model kerja hibrida (hybrid working). Kesimpulan ini diungkapkan oleh peneliti Syamsulbari, Ikhsan Ibrahim, Puti Mandasari, Ansar, dan Ali Badarudin dari Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju dalam penelitian yang dipublikasikan pada Juli 2026. Temuan ini menjadi sangat penting karena memberikan landasan berbasis data bagi perusahaan yang ingin menjaga produktivitas, mempercepat koordinasi, dan mengurangi biaya operasional di tengah fleksibilitas era digital.

Latar Belakang: Tantangan Pengelolaan SDM di Era Kerja Hibrida

Transisi menuju model kerja hibrida yang menggabungkan aktivitas di kantor (work from office) dan dari rumah (work from home) telah mengubah lanskap manajemen organisasi secara mendasar. Fleksibilitas ini memang meningkatkan kepuasan kerja dan keseimbangan kehidupan kerja karyawan. Namun, skema hibrida juga membawa tantangan koordinasi inter-karyawan, keterlambatan arus informasi, hingga hambatan dalam mengevaluasi kinerja secara objektif.

Untuk mengatasi batasan jarak dan waktu, organisasi memerlukan sistem digital terintegrasi yang mampu mengelola data personel secara cepat, akurat, dan real-time. Di sinilah peran teknologi Human Resource Information System (HRIS) menjadi krusial sebagai fondasi utama transformasi digital manajemen SDM.

Metodologi Penelitian Sederhana

Penelitian kuantitatif ini melibatkan 150 responden karyawan yang aktif menggunakan platform HRIS dan bekerja dengan sistem hibrida selama minimal satu tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner berskala Likert.

Selanjutnya, para peneliti menganalisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji sejauh mana variabel HRIS mempengaruhi efisiensi kerja SDM secara empiris.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis struktural menunjukkan bahwa pengoperasian HRIS memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap efisiensi SDM. Berikut ringkasan temuan kuncinya:

  • Korelasi dan Pengaruh Kuat: Analisis menghasilkan nilai koefisien jalur (path coefficient) sebesar 0,684, nilai t-statistik 15,273, dan p-value 0,000. Ini mengonfirmasi bahwa semakin baik kualitas penerapan HRIS, semakin tinggi efisiensi SDM yang dicapai.
  • Kontribusi Efisiensi (R² = 0,468): Platform HRIS mampu menjelaskan 46,8% variasi efisiensi SDM. Sementara 53,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor luar seperti budaya organisasi, kepemimpinan, kompetensi digital, dan motivasi kerja.
  • Dampak Besar (f² = 0,880): Pengujian effect size menunjukkan angka 0,880, yang masuk dalam kategori pengaruh sangat besar terhadap peningkatan kinerja dan efisiensi operasional.
  • Digitalisasi Administrasi: Penggunaan HRIS mempercepat proses absensi, pengajuan cuti, penggajian (payroll), hingga evaluasi kinerja secara otomatis tanpa terhalang lokasi kerja.

Implikasi dan Manfaat Bagi Dunia Kerja dan Kebijakan

Temuan ini membawa dampak praktis yang besar bagi dunia usaha, manajemen organisasi, dan penyusun kebijakan korporasi. Digitalisasi fungsi HR melalui HRIS memangkas pekerjaan administratif manual yang bersifat berulang, sehingga staf HR dapat beralih fokus pada kegiatan strategis, seperti pengembangan kompetensi karyawan dan perencanaan tenaga kerja.

Selain itu, integrasi HRIS mendukung knowledge management (pengelolaan pengetahuan) internal perusahaan. Dokumen prosedur, data kompetensi, hingga riwayat pelatihan tersimpan dalam satu basis data terpusat. Hal ini mempercepat pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) dan mencegah terjadinya kesalahan administrasi (human error).

Profil Singkat Peneliti

  • Syamsulbari, S.ST., M.Kes. – Peneliti di STIKES dan Akademi Kebidanan St. Fatimah Mamuju; pakar dalam bidang manajemen kesehatan dan administrasi publik.
  • Ali Badarudin, M.M. – Akademisi dan praktisi di Lembaga Pendidikan Indonesia Amerika; terfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan manajemen operasional.
  • Muhammad Zulfikar, M.E. – Dosen dan peneliti di Universitas Suryakancana; memiliki keahlian di bidang ekonomi digital dan manajemen.
  • Hendra Noor Saleh, M.I.Kom. – Peneliti di Politeknik Multimedia Nusantara (MNP); ahli dalam bidang media, komunikasi terapan, dan transformasi digital.
  • Tri Yuliastuti, S.Pd. – Praktisi pendidikan di Lembaga Kursus dan Pelatihan Karisma; berpengalaman dalam pengembangan kompetensi dan pelatihan SDM.

Sumber Publikasi Penelitian


Posting Komentar

0 Komentar