Pengelolaan Sampah TPS 3R Tenggilis Masih Hadapi Kendala Lahan dan Partisipasi Warga

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - SURABAYA – Pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) Tenggilis, Kota Surabaya, dinilai telah berjalan cukup baik, namun masih menghadapi sejumlah tantangan yang menghambat efektivitasnya. Temuan tersebut dipublikasikan dalam penelitian yang dilakukan Friska Mauliva Syafi'i Putri dan Oktarizka Reviandani dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPN Veteran Jawa Timur) pada tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan lahan, lambatnya penanganan kerusakan peralatan, dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama yang perlu segera dibenahi agar sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dapat berjalan lebih optimal.

Peningkatan jumlah penduduk di Surabaya berbanding lurus dengan meningkatnya volume sampah yang harus dikelola setiap hari. Data dalam penelitian mencatat bahwa timbulan sampah di Kota Surabaya terus meningkat, dari sekitar 651 ribu ton pada 2022, menjadi 657 ribu ton pada 2023, dan mencapai 659 ribu ton pada 2024. Kondisi tersebut membuat pemerintah kota terus memperkuat berbagai fasilitas pengolahan sampah, termasuk TPS 3R yang menerapkan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Meski demikian, tidak semua TPS 3R menunjukkan kinerja yang sama. TPS 3R Tenggilis menjadi salah satu unit dengan tingkat pengelolaan sampah terendah di Surabaya. Pada tahun 2024, fasilitas tersebut hanya mampu mengelola sekitar 41 persen dari total sampah yang diterima, meskipun volume sampah yang masuk tergolong tinggi dibandingkan beberapa TPS 3R lainnya. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan kinerja yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah.

Untuk memahami penyebabnya, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, koordinator TPS 3R, pengawas TPS 3R Tenggilis, serta pihak Kecamatan Tenggilis. Analisis dilakukan menggunakan model implementasi kebijakan dari Van Meter dan Van Horn, yang menilai keberhasilan pelaksanaan kebijakan melalui enam aspek, yaitu tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, komunikasi, sikap pelaksana, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum implementasi kebijakan pengelolaan sampah di TPS 3R Tenggilis sudah berjalan sesuai prosedur. Seluruh aktivitas operasional telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari penimbangan sampah, proses pemilahan, pengolahan sampah organik menjadi kompos, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), hingga pengangkutan residu menuju Tempat Pembuangan Akhir Benowo. Sistem tersebut memungkinkan proses pengolahan berlangsung secara lebih terstruktur dan efisien.

Penelitian juga mencatat bahwa TPS 3R Tenggilis didukung oleh 19 orang tenaga kerja, berbagai mesin pengolahan sampah seperti conveyor, mesin pencacah, mesin press, serta pembiayaan operasional yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Selain itu, seluruh pekerja memperoleh perlindungan jaminan kesehatan selama menjalankan tugasnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa aspek sumber daya pada dasarnya telah tersedia dengan cukup baik.

Meskipun demikian, penelitian menemukan sejumlah hambatan yang masih mengurangi efektivitas pengelolaan sampah. Salah satu kendala terbesar adalah keterbatasan lahan, sehingga TPS 3R tidak selalu mampu menerima seluruh sampah yang datang setiap hari. Ketika volume sampah meningkat, keterbatasan ruang penyimpanan menyebabkan penumpukan sampah sebelum diproses.

Hambatan lainnya muncul dari proses pemeliharaan mesin. Peneliti menemukan bahwa laporan kerusakan peralatan kepada Dinas Lingkungan Hidup sering kali membutuhkan waktu cukup lama untuk ditindaklanjuti. Akibatnya, proses pengolahan sampah menjadi terganggu dan kapasitas pelayanan TPS 3R ikut menurun ketika mesin tidak dapat digunakan secara optimal.

Selain faktor teknis, aspek sosial juga menjadi perhatian penting. Walaupun pemerintah secara rutin melakukan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah melalui berbagai program lingkungan dan media sosial resmi, tingkat partisipasi masyarakat masih tergolong rendah. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan kompos hasil pengolahan TPS 3R yang belum diminati secara luas karena kawasan Tenggilis didominasi permukiman dengan ruang hijau yang terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pengelola fasilitas, dan masyarakat. Pemerintah Kota Surabaya dinilai telah memberikan dukungan melalui penyediaan anggaran, sarana operasional, dan berbagai program edukasi lingkungan. Namun, efektivitas kebijakan masih dapat ditingkatkan apabila respons terhadap perbaikan fasilitas menjadi lebih cepat, kapasitas TPS 3R diperluas, serta partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah semakin meningkat.

Berdasarkan hasil penelitian, penulis merekomendasikan beberapa langkah perbaikan, antara lain memperluas lahan TPS 3R Tenggilis, meningkatkan sistem penanganan kerusakan peralatan agar tidak menghambat operasional, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja pengelolaan sampah sekaligus mengurangi beban sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir.

Profil Penulis

Friska Mauliva Syafi'i Putri merupakan peneliti dari Program Studi Administrasi Publik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur. Bidang kajiannya meliputi administrasi publik, implementasi kebijakan publik, dan tata kelola lingkungan.

Oktarizka Reviandani merupakan dosen di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur dengan bidang keahlian administrasi publik, kebijakan publik, serta tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Sumber Penelitian

Judul artikel: Implementation of Waste Management Policy at the Reduce, Reuse, and Recycle Waste Processing Site (TPS 3R) in Tenggilis District, Surabaya City

Penulis: Friska Mauliva Syafi'i Putri & Oktarizka Reviandani

Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR)

Volume/Nomor: Vol. 5 No. 7

Tahun: 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/fjmr.v5i7.127

Posting Komentar

0 Komentar