Penerapan Pengelolaan Ekonomi Daerah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kota Sibolga

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Sibolga - Integrasi Manajemen Ekonomi Lokal Kunci Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kota Sibolga mampuan Kelincahan Organisasi Jadi Kunci Keunggulan Bersaing Industri Kreatif Gorontalo. Penelitian yang dilakukan oleh Kaharuddin dari Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Al Washliyah Sibolga bersama Fauziah Nur Simamora dari Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa mendesak pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk segera mengintegrasikan pengelolaan potensi kelautan serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar roda perekonomian lokal tidak lagi dikuasai oleh pihak luar.

Latar Belakang Perekonomian dan Tantangan Geografis Sibolga
Kota Sibolga merupakan salah satu kota pelabuhan terpenting di pesisir barat Pulau Sumatera. Walaupun memiliki wilayah daratan yang terbilang sempit dengan topografi berbukit-bukit, Sibolga memegang peranan strategis sebagai pintu gerbang jalur distribusi barang dan komoditas menuju Kepulauan Nias dan Kepulauan Batu. Sebagian besar warga Sibolga menggantungkan hidup pada sektor perikanan tangkap, perdagangan tradisional, dan jasa pendukung pelabuhan. Meskipun aktivitas bongkar muat pelabuhan dan transaksi pasar tradisional berlangsung padat setiap hari, angka kesejahteraan masyarakat lokal tidak mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Potensi ekonomi laut dan perdagangan harian selama ini dikelola secara tradisional tanpa perencanaan manajemen ekonomi lokal yang terpadu. Dampaknya, keuntungan terbesar justru dinikmati oleh pedagang skala besar dari luar daerah, sementara nelayan kecil dan pedagang pasar tradisional di Sibolga hanya memperoleh keuntungan minimum. Keterbatasan akses modal, minimnya penguasaan teknologi pengolahan, serta rantai pasok yang belum efisien membuat produk lokal Sibolga kalah bersaing di pasaran.

Metodologi Penelitian: Pendekatan Studi Kasus Kualitatif
Untuk membedah dinamika pengelolaan ekonomi di lapangan, tim peneliti menerapkan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus holistik. Penelitian dilakukan di tiga wilayah strategis Kota Sibolga, yaitu Kecamatan Sibolga Utara yang menjadi pusat kegiatan pelabuhan dan permukiman nelayan, Kecamatan Sibolga Kota sebagai pusat aktivitas perdagangan Pasar Sibolga, serta Kecamatan Sibolga Selatan yang merupakan pusat pengolahan hasil laut. Data primer dihimpun melalui wawancara mendalam bersama pejabat kunci dari Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Sibolga, Dinas Kelautan dan Perikanan, pengelola Rumah BUMN Sibolga, serta pimpinan koperasi nelayan. Peneliti juga mewawancarai secara langsung 20 nelayan tradisional, 10 pedagang pasar, dan 15 pelaku UMKM binaan. Selain wawancara dan observasi partisipatif di pelabuhan serta pasar, peneliti menggelar Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) yang melibatkan akademisi, birokrat, dan tokoh masyarakat untuk memverifikasi data dan merumuskan solusi konkret.

Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis lapangan menunjukkan sejumlah fakta krusial terkait kondisi perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Sibolga saat ini:
  • Pengelolaan Masih Sektoral dan Belum Terintegrasi: Kebijakan ekonomi daerah masih berjalan secara terpisah antar-dinas. Sebanyak 12 dari 15 pelaku UMKM yang diwawancarai mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan kebijakan ekonomi daerah.
  • Pendapatan Nelayan Masih di Bawah UMK: Rata-rata pendapatan nelayan di Sibolga hanya berkisar antara Rp1.200.000 hingga Rp2.500.000 per bulan (rata-rata Rp1.850.000). Angka ini berada di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Sibolga tahun 2025 yang mencapai Rp2.800.000.
  • Tingginya Kerentanan Pangan Nelayan: Nelayan mengalokasikan hingga 65% dari total pendapatannya hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan harian, menandakan tingkat daya beli dan ketahanan ekonomi yang sangat rendah.
  • Dampak Positif Pendampingan UMKM: Pelaku UMKM yang mendapat pendampingan intensif dari Rumah BUMN Sibolga mengalami kenaikan omzet dan pendapatan sebesar 15% hingga 20% dalam waktu enam bulan. Ini membuktikan pentingnya pelatihan manajemen dan pemasaran digital.
  • Kendala Infrastruktur dan Kelembagaan: Kendala utama di lapangan meliputi belum tersedianya fasilitas gudang pendingin (cold storage) untuk ikan, jaringan internet yang tidak stabil di kawasan pesisir, serta belum tersedianya Peraturan Daerah (Perda) khusus yang melindungi produk-produk lokal Sibolga.
Implikasi Kebijakan dan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini memberikan arahan strategis bagi Pemerintah Kota Sibolga dan para pemangku kepentingan. Program bantuan ekonomi tidak boleh lagi bersifat karitatif atau bantuan sekejap mata tanpa pendampingan manajerial. Ketika bantuan modal habis tanpa disertai peningkatan kapasitas usaha, masyarakat akan kembali terjebak pada pola kemiskinan yang sama. Untuk menciptakan kemandirian ekonomi, Pemko Sibolga perlu segera membentuk Forum Ekonomi Lokal yang menjembatani komunikasi antara nelayan, pedagang, akademisi, perbankan, dan pemerintah. Selain itu, penerbitan Peraturan Daerah tentang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat sangat mendesak untuk menjamin perlindungan harga, mempermudah izin usaha UMKM, serta mendorong pembangunan infrastruktur pendukung seperti cold storage dan pengolahan hasil laut bernilai tambah tinggi.

Profil Penulis
Kaharuddin, S.E., M.M. adalah dosen dan peneliti di Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Al Washliyah Sibolga, Sumatera Utara. Beliau memiliki keahlian di bidang manajemen bisnis, pengembangan ekonomi lokal, dan strategi pemberdayaan masyarakat pesisir.
Fauziah Nur Simamora, S.E., M.M. adalah akademisi dan peneliti dari Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS). Bidang keahliannya mencakup ekonomi publik, manajemen organisasi, serta analisis kesejahteraan sosial.

Sumber Penelitian
Kaharuddin, Fauziah Nur Simamora. Implementation of Local Economic Management to Improve the Welfare of the People of Sibolga City. Asian Journal of Management Analytics (AJMA) Vol. 5, No. 3 2026, Hal. 573-586.
DOI : https://doi.org/10.55927/ajma.v5i3.16669
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

Posting Komentar

0 Komentar