Laoang, Filipina – Dukungan yang diberikan orang tua atau wali di rumah terbukti memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi akademik siswa sekolah dasar. Orang tua yang aktif memotivasi anak, berkomunikasi dengan guru, mendampingi proses belajar, serta terlibat dalam kegiatan sekolah cenderung memiliki anak dengan hasil belajar yang lebih baik. Temuan tersebut diungkap oleh Sherlyn M. Irinco, Ronalyn P. Dula, Jessica D. Lipata, Lanie P. Lura, Cristina P. Macayayong, dan Maria May Joy C. Maravilla dari Atipolo Elementary School dan University of Eastern Philippines dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 di East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR). Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan belajar anak bukan hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga oleh kualitas dukungan yang diterima di lingkungan keluarga.
Selama ini sekolah sering dianggap sebagai faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan seorang anak. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses belajar sebenarnya dimulai dari rumah. Kebiasaan belajar, kedisiplinan, rasa percaya diri, motivasi, hingga tanggung jawab terhadap tugas sekolah banyak dibentuk melalui interaksi sehari-hari dengan orang tua atau wali. Dukungan sederhana seperti menyediakan waktu belajar, memberi semangat, membantu mengerjakan tugas, dan menjalin komunikasi dengan guru dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan akademik anak.
Dalam konteks Filipina, khususnya di sekolah dasar pedesaan, keterlibatan orang tua sering dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi keluarga. Tingkat pendidikan, pekerjaan, keterbatasan waktu, hingga kondisi ekonomi dapat memengaruhi kemampuan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana praktik dukungan di rumah berkaitan dengan prestasi belajar siswa di Atipolo Elementary School.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan metode deskriptif-korelasional. Penelitian melibatkan 61 orang tua atau wali siswa kelas 1 hingga kelas 6 pada Tahun Ajaran 2025–2026 dengan menggunakan teknik total sampling karena seluruh populasi dijadikan responden. Data mengenai dukungan di rumah dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan prestasi akademik diperoleh dari nilai rata-rata resmi siswa yang tercatat di sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji Chi-square, dan korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan orang tua di rumah tergolong tinggi, dengan skor rata-rata keseluruhan 4,08. Aspek yang memperoleh nilai tertinggi adalah pengasuhan (parenting), terutama dalam memberikan motivasi kepada anak agar menghargai pendidikan, rajin bersekolah, bertanggung jawab terhadap tugas, dan berusaha memperoleh nilai yang baik. Sebaliknya, aspek pendampingan belajar langsung di rumah memperoleh skor paling rendah meskipun tetap berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang tua berhasil memberikan motivasi, tetapi belum secara konsisten mendampingi anak membaca, mengerjakan pekerjaan rumah, atau belajar setiap hari.
Pada aspek komunikasi, sebagian besar orang tua rutin menghadiri pertemuan dengan guru dan memantau perkembangan belajar anak. Mereka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan kegiatan masyarakat seperti Brigada Eskwela, sebuah program gotong royong yang melibatkan masyarakat dalam mendukung kegiatan pendidikan. Selain itu, sebagian besar orang tua juga mendorong anak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan aktivitas sosial di lingkungan sekitar sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Prestasi akademik para siswa juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Lebih dari separuh siswa memperoleh kategori Outstanding dengan nilai antara 90–100, sementara sekitar sepertiga lainnya berada pada kategori Very Satisfactory dengan nilai 85–89. Hanya sebagian kecil siswa yang memperoleh nilai pada kategori memuaskan atau di bawahnya. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum siswa di Atipolo Elementary School memiliki pencapaian akademik yang baik.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa usia dan tingkat pendidikan orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat dukungan yang diberikan di rumah. Orang tua yang lebih dewasa dan memiliki pendidikan lebih tinggi cenderung lebih percaya diri serta lebih memahami cara mendampingi proses belajar anak. Sebaliknya, status pernikahan, jenis wali, maupun pekerjaan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap tingkat dukungan yang diberikan kepada anak. Artinya, siapa pun dapat memberikan dukungan yang baik selama memiliki komitmen terhadap pendidikan anak.
Temuan paling penting dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan di rumah dan prestasi akademik siswa. Nilai korelasi r = 0,666 menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan yang diberikan orang tua atau wali, semakin tinggi pula kecenderungan siswa memperoleh nilai akademik yang baik. Hubungan ini terlihat pada seluruh aspek dukungan, mulai dari pengasuhan, komunikasi dengan sekolah, keterlibatan dalam kegiatan pendidikan, pendampingan belajar di rumah, hingga kolaborasi dengan masyarakat.
Peneliti menjelaskan bahwa hasil tersebut tidak berarti dukungan orang tua menjadi satu-satunya faktor yang menentukan prestasi belajar. Motivasi siswa, kualitas pembelajaran di sekolah, ketersediaan bahan belajar, kondisi ekonomi keluarga, serta lingkungan belajar juga memiliki kontribusi penting. Namun demikian, dukungan orang tua tetap menjadi salah satu faktor yang paling konsisten dalam membantu anak mencapai hasil belajar yang optimal.
Berdasarkan hasil penelitian, para penulis merekomendasikan agar sekolah semakin memperkuat kemitraan antara rumah dan sekolah melalui kegiatan orientasi bagi orang tua, program membaca di rumah, pelatihan sederhana mengenai cara mendampingi pekerjaan rumah, serta komunikasi yang lebih intensif antara guru dan keluarga. Program-program tersebut diharapkan mampu membantu orang tua yang memiliki keterbatasan waktu maupun latar belakang pendidikan agar tetap dapat memberikan dukungan yang efektif kepada anak-anak mereka.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ketika orang tua aktif memberikan motivasi, membangun komunikasi yang baik dengan sekolah, serta mendampingi proses belajar anak di rumah, peluang siswa untuk meraih prestasi akademik yang lebih tinggi akan semakin besar. Dukungan sederhana yang diberikan setiap hari ternyata dapat menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pendidikan anak di masa depan.
Profil Penulis
Sherlyn M. Irinco – Atipolo Elementary School, Laoang I District, Filipina.
Ronalyn P. Dula, Jessica D. Lipata, Lanie P. Lura, Cristina P. Macayayong, dan Maria May Joy C. Maravilla – University of Eastern Philippines, Graduate Studies, Filipina.
Sumber Penelitian
Judul: Home Support Practices and Their Relationship to Learners’ Academic Performance.
Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 7, 2026.
0 Komentar