Hasil penelitian ini menjadi penting karena kemampuan membaca tidak hanya menentukan keberhasilan siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah di berbagai bidang pembelajaran. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran membaca perlu dilakukan melalui strategi yang lebih aktif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini.
Membaca pemahaman merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap peserta didik. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP, siswa dituntut mampu memahami berbagai jenis teks, termasuk teks deskripsi yang berisi gambaran rinci mengenai objek, tempat, suasana, maupun peristiwa.
Namun, praktik pembelajaran di lapangan masih menunjukkan berbagai kendala. Banyak siswa hanya mampu mengenali informasi eksplisit yang tertulis dalam teks, sementara kemampuan untuk menginterpretasikan isi bacaan, memahami hubungan antaride, serta mengevaluasi informasi masih tergolong rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran membaca belum sepenuhnya mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dibutuhkan pada pembelajaran abad ke-21.
Dalam penelitian ini, tim peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas VII dari beberapa SMP sebagai responden penelitian. Data diperoleh melalui wawancara, observasi kegiatan pembelajaran di kelas, serta dokumentasi perangkat pembelajaran. Seluruh data kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga mampu menggambarkan kondisi nyata pembelajaran membaca teks deskripsi di sekolah.
Penelitian menemukan bahwa pembelajaran membaca masih didominasi aktivitas membaca teks, menjawab pertanyaan, mencari ide pokok, dan menemukan informasi yang sudah tertulis secara langsung dalam bacaan. Aktivitas tersebut belum banyak memberikan ruang bagi siswa untuk berpikir kritis maupun melakukan interpretasi yang lebih mendalam terhadap isi teks.
Beberapa temuan utama penelitian meliputi:
- Sebagian besar siswa mampu menemukan informasi eksplisit, tetapi masih kesulitan memahami makna tersirat.
- Banyak siswa belum mampu menghubungkan isi bacaan dengan pengalaman sehari-hari.
- Kesulitan memahami kosakata baru masih sering ditemukan, terutama pada teks yang lebih panjang.
- Minat membaca siswa cenderung rendah karena pembelajaran dianggap monoton dan kurang menarik.
- Guru masih lebih banyak menggunakan metode ceramah, pemberian tugas, dan tanya jawab sederhana.
- Media pembelajaran digital, gambar kontekstual, video, maupun permainan edukatif masih jarang dimanfaatkan.
- Pembelajaran di kelas masih didominasi guru sehingga partisipasi aktif siswa relatif terbatas.
Melalui wawancara, para siswa mengungkapkan bahwa mereka lebih menyukai pembelajaran yang melibatkan diskusi kelompok, penggunaan video, gambar, permainan edukatif, serta aktivitas interaktif lainnya dibandingkan hanya membaca buku teks dan menjawab soal.
Sementara itu, para guru mengakui menghadapi tantangan dalam mengelola kelas dengan kemampuan membaca siswa yang beragam. Keterbatasan waktu pembelajaran, padatnya materi, serta minimnya pelatihan mengenai strategi membaca berbasis berpikir kritis menjadi faktor yang menyebabkan guru masih mengandalkan metode pembelajaran konvensional.
Penelitian juga menunjukkan bahwa keterbatasan media pembelajaran menjadi salah satu penyebab rendahnya motivasi membaca siswa. Sebagian besar pembelajaran masih bergantung pada buku paket sebagai sumber utama sehingga pengalaman belajar menjadi kurang variatif. Padahal, penggunaan teks yang dekat dengan kehidupan siswa, media digital, maupun bahan bacaan autentik dinilai mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses membaca.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis merekomendasikan penggunaan strategi pembelajaran yang lebih aktif, salah satunya Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Strategi ini mendorong siswa membuat prediksi terhadap isi bacaan, menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan informasi baru, kemudian melakukan refleksi terhadap hasil pembacaan sehingga proses membaca menjadi lebih bermakna.
Selain penerapan strategi pembelajaran yang inovatif, peneliti juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan. Guru memerlukan dukungan agar mampu merancang pertanyaan yang mendorong siswa berpikir kritis, melakukan analisis, serta mengevaluasi isi bacaan secara lebih mendalam.
Menurut Hikmatul Hamidah dan Prof. Dr. Kastam Syamsi dari Universitas Negeri Yogyakarta, peningkatan kemampuan membaca pemahaman tidak cukup dilakukan dengan menambah materi pembelajaran semata. Yang jauh lebih penting adalah menghadirkan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa, melibatkan aktivitas berpikir kritis, memanfaatkan media yang menarik, serta menghubungkan isi bacaan dengan pengalaman nyata peserta didik. Pendekatan seperti ini diyakini mampu meningkatkan kualitas literasi membaca sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Temuan penelitian ini memiliki implikasi luas bagi dunia pendidikan Indonesia. Sekolah dapat memanfaatkannya sebagai dasar untuk memperbaiki model pembelajaran membaca, sementara pemerintah dan lembaga pendidikan dapat menjadikannya referensi dalam menyusun program pelatihan guru yang lebih berorientasi pada pengembangan literasi dan berpikir kritis. Bagi siswa, penerapan strategi pembelajaran yang lebih interaktif berpotensi meningkatkan minat membaca, kemampuan memahami teks secara mendalam, serta prestasi belajar secara keseluruhan.
Profil Penulis
Hikmatul Hamidah merupakan peneliti dan mahasiswa pascasarjana di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang memiliki fokus kajian pada pendidikan Bahasa Indonesia, literasi membaca, dan pengembangan strategi pembelajaran.
Kastam Syamsi merupakan akademisi dan dosen di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan bidang keahlian pendidikan Bahasa Indonesia, literasi, pembelajaran membaca, serta pengembangan kurikulum.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Analysis of Learning Needs in Reading Descriptive Texts for VII Grade Junior High School Students
Penulis: Hikmatul Hamidah, Kastam Syamsi
Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR)
Volume: 5 Nomor 7
Tahun: 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/fjmr.v5i7.121
URL Jurnal: https://journalfjmr.my.id/index.php/fjmr
0 Komentar