Pangkas Jarak dan Biaya, Batam Layak Jadi Hub Logistik Baru Koarmada I TNI AL

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Sistem distribusi logistik Komando Armada I (Koarmada I) TNI Angkatan Laut berpeluang menjadi jauh lebih efisien. Hasil riset terbaru dari Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia merekomendasikan pengalihan sistem pengiriman barang dari yang semula terpusat di Jakarta, menjadi berbasis kawasan dengan menempatkan Kota Batam sebagai pusat pemusatan (hub) logistik baru. Langkah strategis ini dinilai mampu meningkatkan kesiapan operasi militer di wilayah laut barat Indonesia secara signifikan.

Riset kuantitatif ini dipublikasikan pada Juli 2026 oleh tim peneliti Fakultas Sains and Teknologi Pertahanan Unhan, yang terdiri dari Wisnu Utomo, Aries Sudiarso, dan Sri Yanto. Para peneliti memetakan tantangan geografis berlaut luas yang dihadapi Koarmada I. Selama ini, pasokan kebutuhan perlengkapan perorangan dan lapangan (Kaporlap) prajurit harus dikirim langsung dari Depot Pusat di Jakarta menuju unit-unit tujuan yang tersebar jauh. Pola tersebut memicu ketergantungan yang tinggi pada moda transportasi operasional, memperlama waktu tunggu, serta membengkakkan biaya pengiriman.

Untuk mengatasi persoalan ini, tim peneliti merancang model distribusi menggunakan metode Hub and Spoke yang diintegrasikan dengan sistem Distribution Requirement Planning (DRP). Guna menentukan titik paling strategis, riset ini memanfaatkan perhitungan matematis Center of Gravity (CoG) yang divisualisasikan secara spasial menggunakan perangkat lunak pemetaan QGIS.

Analisis komparatif menguji dua wilayah potensial di Kepulauan Riau, yakni Batam dan Tanjung Pinang. Hasil pengujian membuktikan bahwa Batam memiliki keunggulan agregat yang jauh lebih tinggi dan lebih layak beroperasi sebagai hub logistik dibanding Tanjung Pinang karena akses moda transportasi lautnya yang lebih adaptif untuk kebutuhan prioritas.

Penerapan model Hub Batam ini sukses mencatatkan angka efisiensi sebesar 12,5 persen pada tiga indikator utama distribusi. Berikut adalah rincian performa temuan riset yang berhasil memangkas beban operasional logistik Koarmada I:

  • Jarak Tempuh: Akumulasi jarak distribusi terpangkas sejauh 305 mil laut (Nm), dari semula 2,445 Nm menjadi hanya 2,140 Nm.
  • Waktu Pengiriman: Durasi perjalanan kapal pembawa logistik berkurang sebanyak 30,5 jam, dari total 244,5 jam menjadi 214 jam.
  • Anggaran Operasional: Efisiensi jarak dan waktu secara otomatis memotong biaya pengiriman sebesar Rp523.791.750, dari anggaran awal Rp4.198.920,750 turun menjadi Rp3.675.129.000.

Selain membuat pengiriman menjadi lebih murah dan cepat, integrasi simulasi DRP dalam riset ini membagi perencanaan kebutuhan Kaporlap menjadi empat tahapan kuartalan yang terstruktur. Kuartal I difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan awal unit, Kuartal II menjaga keberlanjutan pasokan, Kuartal III bertugas merawat stok di gudang, dan Kuartal IV disiapkan sebagai cadangan atau penggantian inventaris akhir periode. Melalui perencanaan periodik ini, pengiriman logistik TNI AL tidak lagi bersifat reaktif atau mendadak, melainkan terjadwal rapi dan terukur.

Secara implikasi akademis dan praktis, riset ini menawarkan cetak biru baru bagi manajemen logistik militer di negara kepulauan. Penghematan anggaran dan waktu distribusi logistik ini memberikan dampak besar pada optimalisasi patroli keamanan laut, efektivitas penyerapan anggaran pertahanan negara, hingga peningkatan kesejahteraan prajurit di garda terdepan lewat kepastian distribusi Kaporlap yang tepat waktu. Demi menjaga keamanan informasi nasional, seluruh data koordinat sensitif, parameter teknis fasilitas, dan peta rute operasional riil sengaja tidak dipublikasikan dalam laporan penelitian ini.

Profil Peneliti

  • Wisnu Utomo, S.T., M.T. – Peneliti utama dari Program Studi Industri Pertahanan, Fakultas Sains dan Teknologi Pertahanan, Universitas Pertahanan RI. Memiliki keahlian di bidang optimalisasi rantai pasok militer dan pemodelan transportasi pertahanan.
  • Ir. Aries Sudiarso, M.Sc., Ph.D. – Dosen dan peneliti senior Universitas Pertahanan RI, spesialis dalam manajemen operasi pertahanan dan sistem logistik strategis.
  • Dr. Sri Yanto, S.T., M.T. – Pakar analisis spasial dan pemodelan kuantitatif Industri Pertahanan, aktif mengajar di Fakultas Sains dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan RI.

Sumber Riset

Posting Komentar

0 Komentar