Masa remaja merupakan periode ketika seseorang mengalami perubahan fisik, emosional, sosial, dan psikologis yang sangat cepat. Pada fase ini, banyak siswa mulai membangun identitas diri, mencari pengakuan dari lingkungan, sekaligus menghadapi tekanan akademik maupun sosial. Tidak sedikit remaja yang akhirnya memiliki penilaian negatif terhadap dirinya sendiri, merasa kurang percaya diri, enggan menyampaikan pendapat, hingga takut melakukan kesalahan.
Fenomena tersebut juga ditemukan di Indonesia. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di SMP Pembangun Medan, sejumlah siswa kelas VIII menunjukkan karakteristik self-esteem rendah, seperti kurang percaya diri saat berbicara di kelas, terlalu bergantung pada penerimaan teman sebaya, serta memiliki pandangan negatif terhadap kemampuan akademiknya. Kondisi ini dinilai dapat menghambat perkembangan sosial, emosional, dan prestasi belajar siswa apabila tidak segera ditangani.
Untuk mengetahui solusi yang efektif, tim peneliti menerapkan konseling kelompok menggunakan pendekatan eksistensial-humanistik. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah perilaku, tetapi juga membantu individu mengenali dirinya, menerima kelebihan dan kekurangan, memahami tanggung jawab pribadi, serta menemukan makna dalam kehidupannya.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Sebanyak delapan siswa yang memiliki tingkat self-esteem rendah dipilih sebagai peserta melalui teknik purposive sampling. Sebelum mengikuti program konseling, seluruh peserta mengisi kuesioner untuk mengukur tingkat self-esteem. Setelah mengikuti beberapa sesi konseling kelompok secara terstruktur, mereka kembali mengisi kuesioner yang sama sehingga perubahan yang terjadi dapat dibandingkan secara langsung. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui apakah perubahan yang terjadi bersifat signifikan secara statistik.
Selama proses konseling, siswa diajak untuk menceritakan pengalaman pribadi, mengungkapkan perasaan secara terbuka, saling memberikan dukungan, serta belajar menerima diri sendiri melalui interaksi kelompok. Pendekatan ini menekankan pentingnya kesadaran diri, keaslian dalam bersikap, tanggung jawab pribadi, kebebasan memilih, serta kemampuan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang sangat jelas. Sebelum mengikuti konseling, rata-rata skor self-esteem siswa berada pada angka 69,00, yang termasuk kategori rendah. Setelah seluruh sesi konseling selesai, rata-rata skor meningkat menjadi 106,13, atau naik sekitar 53,8 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih percaya diri, lebih mampu menerima dirinya sendiri, serta lebih nyaman berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Uji statistik juga memperkuat temuan tersebut. Nilai Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan Z = -2,25 dengan tingkat signifikansi p < 0,05, sehingga menunjukkan bahwa peningkatan self-esteem setelah mengikuti konseling bukan terjadi secara kebetulan. Dengan kata lain, konseling kelompok eksistensial-humanistik terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa SMP.
Menurut peneliti, keberhasilan program ini dipengaruhi oleh suasana kelompok yang memungkinkan peserta menyadari bahwa mereka tidak sendirian menghadapi berbagai persoalan. Ketika siswa saling berbagi pengalaman, menerima dukungan, dan memperoleh umpan balik positif dari teman sebayanya, rasa percaya diri tumbuh secara alami. Proses tersebut membantu siswa membangun pandangan yang lebih positif terhadap dirinya sekaligus meningkatkan kemampuan berinteraksi secara sehat dengan lingkungan sosialnya.
Temuan ini juga memperkuat berbagai teori psikologi modern yang menyebutkan bahwa self-esteem bukanlah sifat yang bersifat tetap, melainkan dapat berkembang melalui pengalaman positif, hubungan sosial yang suportif, dan intervensi psikologis yang tepat. Pendekatan eksistensial-humanistik dinilai mampu memenuhi kebutuhan psikologis remaja dengan mendorong mereka mengenali potensi diri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta membangun hubungan interpersonal yang bermakna.
Dari sisi praktik pendidikan, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi sekolah. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) tidak hanya berperan menangani siswa yang mengalami masalah, tetapi juga dapat mengembangkan program konseling yang berorientasi pada pertumbuhan psikologis siswa. Konseling kelompok eksistensial-humanistik dapat menjadi salah satu alternatif layanan rutin untuk meningkatkan kesehatan mental, rasa percaya diri, serta kemampuan sosial peserta didik di sekolah. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam memperkuat layanan konseling sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa.
Meski demikian, peneliti mengakui bahwa penelitian ini masih memiliki keterbatasan. Jumlah peserta hanya delapan siswa dan seluruhnya berasal dari satu sekolah sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi untuk seluruh populasi. Penelitian berikutnya disarankan melibatkan lebih banyak sekolah, jumlah peserta yang lebih besar, serta menggunakan desain eksperimen dengan kelompok pembanding agar efektivitas metode ini dapat diuji secara lebih kuat.
Profil Penulis
Lailan Syafira Putri Lubis merupakan akademisi dari Universitas Alwashliyah Medan yang memiliki fokus penelitian di bidang bimbingan dan konseling, khususnya pengembangan layanan konseling untuk meningkatkan kesehatan psikologis peserta didik.
Ishak Ali Muda adalah dosen di Universitas Alwashliyah Medan yang menekuni bidang pendidikan, psikologi, serta bimbingan dan konseling, dengan perhatian pada pengembangan intervensi konseling berbasis sekolah.
Sumber Penelitian
Lubis, Lailan Syafira Putri & Muda, Ishak Ali. "The Effectiveness of Existential-Humanistic Group Counseling in Enhancing Self-Esteem among Junior High School Students: A Pre-Experimental Study in Indonesia." Journal of Social Interactions and Humanities (JSIH), Vol. 5, No. 2, 2026. DOI: 10.55927/jsih.v5i2.21.
0 Komentar