Komitmen Organisasi Jadi Kunci Utama Peningkatan Kinerja Pegawai Negeri Sipil di Pasuruan

Ilustrasi by AI

Penelitian terbaru mengungkap bahwa komitmen organisasi merupakan faktor paling krusial yang mendorong kinerja pegawai negeri sipil (ASN) di Pemerintah Kota Pasuruan dibandingkan dengan keseimbangan kerja (work-life balance) atau keterikatan kerja (work engagement). Studi yang dilakukan oleh Mochammad Rafliliya Triananda P, Dyan Evita Santi, dan Suryanto dari Universitas Veteran Bangun Nusantara ini dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Education and Life Sciences (IJELS). Temuan ini memberikan bukti empiris penting bagi manajemen birokrasi di Indonesia dalam upaya meningkatkan performa pelayanan publik.

Latar Belakang Masalah

Kinerja ASN sering kali menjadi sorotan, terutama dengan adanya indeks profesionalisme yang rendah di beberapa daerah, termasuk Kota Pasuruan yang sempat berada di bawah rata-rata nasional pada tahun 2023. Meskipun kebijakan pemerintah mendorong penerapan sistem merit yang mengedepankan survei kepuasan dan keterikatan, terdapat kesenjangan antara teori klasik—yang menyatakan bahwa keseimbangan hidup dan keterikatan kerja pasti meningkatkan kinerja—dengan bukti empiris terkini yang menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Fenomena ini bahkan memunculkan istilah "paradoks keterikatan-kinerja", di mana tingkat keterikatan tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan produktivitas.

Metodologi Penelitian

Para peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 366 ASN dari delapan lembaga pemerintahan daerah di Kota Pasuruan. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan instrumen skala Likert yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis kovarian. Model ini menguji secara simultan bagaimana keseimbangan kerja, keterikatan kerja, dan komitmen organisasi secara mandiri memprediksi kinerja pegawai dalam satu kerangka kerja terpadu.

Temuan Utama

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan mencolok dalam pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap kinerja:

  • Komitmen Organisasi: Memiliki hubungan positif dan sangat signifikan terhadap kinerja ($\beta=1.504$, $p<.001$). Ini menjadi prediktor paling kuat dibandingkan variabel lainnya.
  • Keseimbangan Kerja (Work-Life Balance): Tidak menunjukkan hubungan langsung yang signifikan secara statistik terhadap kinerja pegawai dalam model ini ($\beta=.136$, $p=.053$).
  • Keterikatan Kerja (Work Engagement): Tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja ($\beta=-.047$, $p=.754$).

Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun keseimbangan kerja dan keterikatan kerja tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja, keduanya memiliki hubungan positif yang signifikan dengan komitmen organisasi.

Implikasi bagi Birokrasi

Hasil studi ini menyarankan agar pemerintah daerah lebih memprioritaskan pembangunan komitmen organisasi sebagai strategi utama peningkatan kinerja ASN. Pimpinan dapat memperkuat komitmen ini melalui pengambilan keputusan yang transparan, pemberian pengakuan atas loyalitas dan kontribusi jangka panjang, serta melibatkan pegawai dalam perumusan visi dan misi institusi. Inisiatif seperti pengaturan jadwal kerja fleksibel tetap bermanfaat, namun kemungkinan besar manfaatnya bagi kinerja akan terealisasi secara tidak langsung melalui penguatan komitmen organisasi.

Profil Penulis

Mochammad Rafliliya Triananda P, Dyan Evita Santi, dan Suryanto: Merupakan akademisi dari Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, Indonesia, dengan fokus pada bidang manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi dalam sektor publik.

Sumber Penelitian:

Triananda P, M. R., Santi, D. E., & Suryanto. (2026). Work-Life Balance, Work Engagement, and Organizational Commitment in Relation to Civil Servants' Performance: A Structural Equation Modeling Study in Indonesian Local Government. International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), 4(6), 833-846. DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i5.31

Posting Komentar

0 Komentar