Surabaya – Ketangguhan mental (mental toughness) dan kepercayaan diri menjadi dua faktor psikologis yang berperan penting dalam membantu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi kecemasan memasuki dunia kerja. Siswa yang mampu mengendalikan tekanan, bangkit dari kegagalan, serta yakin terhadap kemampuan dirinya cenderung lebih siap menghadapi proses rekrutmen dan transisi menuju dunia profesional. Temuan tersebut diungkap oleh Munika Yuni Ariska, I Gusti Ayu Agung Noviekayati, dan Suhadianto dari Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR). Melalui kajian literatur sistematis, penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan psikologis perlu dikembangkan sejak kelas XI agar kecemasan karier tidak berkembang menjadi perilaku menghindari dunia kerja.
SMK dirancang untuk mempersiapkan lulusan agar siap bekerja segera setelah menyelesaikan pendidikan. Berbeda dengan siswa sekolah umum, siswa SMK sejak kelas XI mulai menghadapi berbagai tantangan seperti praktik kerja industri, sertifikasi kompetensi, penyusunan portofolio, wawancara kerja, hingga perencanaan karier setelah lulus. Situasi tersebut sering kali memunculkan kecemasan, terutama ketika siswa merasa kemampuan yang dimiliki belum memadai atau belum memiliki gambaran jelas mengenai masa depan pekerjaannya.
Kecemasan karier tidak hanya muncul karena persaingan kerja yang semakin ketat, tetapi juga dipengaruhi oleh ekspektasi keluarga, perubahan teknologi, ketidakpastian pasar kerja, serta cara siswa menilai kemampuan dirinya sendiri. Dampaknya tidak hanya berupa rasa takut atau khawatir, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan motivasi, membuat siswa menunda persiapan karier, bahkan menghindari berbagai kesempatan untuk mengembangkan kompetensinya.
Untuk memahami faktor-faktor yang dapat mengurangi kecemasan tersebut, para peneliti menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini mengkaji 20 artikel ilmiah yang diterbitkan sepanjang tahun 2021–2025 dan diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, Crossref, DOAJ, PubMed, Frontiers, SAGE Journals, serta portal jurnal universitas. Seluruh artikel dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara ketangguhan mental, kepercayaan diri, efikasi diri karier, resiliensi, dukungan sosial, dan kecemasan menghadapi dunia kerja pada siswa maupun mahasiswa yang sedang memasuki masa transisi menuju dunia kerja.
Hasil sintesis menunjukkan bahwa ketangguhan mental membantu siswa mengurangi kecemasan melalui empat mekanisme utama, yaitu kemampuan mengendalikan perhatian, mengatur emosi, bertahan menghadapi tekanan, serta memaknai kegagalan sebagai kesempatan belajar. Siswa dengan ketangguhan mental yang baik tidak menganggap wawancara kerja, ujian kompetensi, atau praktik industri sebagai ancaman, melainkan sebagai tantangan yang dapat dipersiapkan. Cara berpikir tersebut membuat siswa lebih fokus pada tindakan nyata, seperti meningkatkan portofolio, berlatih wawancara, dan memperbaiki keterampilan kerja daripada terus-menerus memikirkan kemungkinan gagal.
Penelitian ini juga menemukan bahwa kepercayaan diri berperan penting dalam menurunkan kecemasan karier. Siswa yang yakin terhadap kemampuannya lebih berani mencoba berbagai pengalaman baru, aktif mencari informasi pekerjaan, menyampaikan pendapat saat wawancara, serta mengikuti proses seleksi kerja. Sebaliknya, siswa yang kurang percaya diri cenderung memandang setiap tantangan sebagai ancaman terhadap harga dirinya sehingga lebih mudah mengalami kecemasan. Namun, peneliti menegaskan bahwa kepercayaan diri yang sehat harus dibangun melalui pengalaman nyata dan penguasaan kompetensi, bukan sekadar motivasi atau afirmasi positif tanpa latihan.
Temuan menarik lainnya menunjukkan bahwa ketangguhan mental dan kepercayaan diri saling melengkapi. Kepercayaan diri mendorong siswa untuk mulai bertindak, sedangkan ketangguhan mental membuat mereka tetap bertahan ketika menghadapi kegagalan atau kritik. Kombinasi keduanya menciptakan siklus positif yang membantu siswa terus belajar, memperbaiki kemampuan, dan semakin siap menghadapi tantangan karier di masa depan.
Selain faktor individu, penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Orang tua yang memberikan komunikasi terbuka, guru yang memberikan umpan balik konstruktif, serta pengalaman praktik kerja yang positif terbukti memperkuat ketangguhan mental dan kepercayaan diri siswa. Sebaliknya, tekanan keluarga yang berlebihan, pengalaman magang yang buruk, atau kurangnya informasi mengenai dunia kerja justru dapat memperburuk kecemasan karier.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, peneliti mengusulkan model program penguatan psikologis bagi siswa kelas XI SMK yang terdiri atas delapan tahapan. Program tersebut meliputi pemetaan kecemasan karier, identifikasi kekuatan diri, penyusunan rencana karier, pelatihan regulasi emosi, simulasi rekrutmen kerja, pembelajaran menghadapi kegagalan, penguatan dukungan sosial, hingga presentasi rencana karier. Seluruh kegiatan dirancang agar terintegrasi dengan pembelajaran vokasi dan praktik kerja industri sehingga siswa tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga secara mental.
Menurut Munika Yuni Ariska dan tim peneliti, tujuan utama pendidikan vokasi bukan sekadar menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga individu yang mampu menghadapi tekanan, percaya pada kemampuannya, serta tetap bertindak secara konstruktif ketika menghadapi ketidakpastian dunia kerja. Oleh karena itu, sekolah diharapkan mengintegrasikan pengembangan psikologis ke dalam layanan bimbingan karier sejak kelas XI, bukan hanya menjelang kelulusan.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kecemasan menghadapi dunia kerja merupakan tantangan yang wajar dialami siswa SMK. Namun, melalui pengembangan ketangguhan mental, kepercayaan diri, dukungan sosial, serta program bimbingan karier yang terstruktur, siswa memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja dengan lebih siap, optimistis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan profesional di masa depan.
Profil Penulis
Munika Yuni Ariska – Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia.
I Gusti Ayu Agung Noviekayati – Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia.
Suhadianto – Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia.
Sumber Penelitian
Judul: The Role of Mental Toughness and Self-Confidence in Reducing Career Anxiety among Eleventh-Grade Vocational High School Students: A Systematic Literature Review.
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4 No. 7, 2026.
0 Komentar