Kepemilikan Saham Manajemen Terbukti Dongkrak Kinerja Bank, Riset Universitas Negeri Jakarta Ungkap Peran Tata Kelola

Gambar dibuat oleh AI


FORMOSA NEWS – Kepemilikan saham oleh manajemen terbukti berkontribusi positif terhadap kinerja perbankan di Indonesia. Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan Bambang Saputra, bersama Umi Widyastuti. dan Muhammad Yusuf dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Studi yang diterbitkan pada tahun 2026 ini menganalisis perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024 dan menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan yang tepat dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan profitabilitas bank.

Di tengah meningkatnya persaingan industri keuangan dan dinamika ekonomi nasional, kemampuan bank menghasilkan keuntungan menjadi indikator utama kesehatan sistem keuangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa industri perbankan masih mendominasi sektor jasa keuangan Indonesia, sehingga setiap perubahan kinerja bank memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk mengkaji faktor-faktor internal yang memengaruhi performa bank, terutama struktur kepemilikan dan penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Penelitian berjudul "The Effect of Managerial Ownership and Good Corporate Governance on Bank Performance in Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange" menggunakan data dari 16 perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria penelitian selama enam tahun, menghasilkan 96 observasi perusahaan-tahun. Peneliti menganalisis hubungan antara kepemilikan saham oleh manajemen dan beberapa indikator tata kelola perusahaan terhadap dua ukuran utama kinerja bank, yaitu Return on Assets (ROA) dan Net Interest Margin (NIM).

Alih-alih menggunakan pendekatan yang rumit, penelitian ini membandingkan kondisi perusahaan berdasarkan data laporan keuangan tahunan dan laporan audit yang dipublikasikan secara resmi. Analisis dilakukan untuk melihat apakah kepemilikan saham oleh manajemen serta mekanisme pengawasan perusahaan benar-benar mampu meningkatkan kinerja keuangan bank.

Kepemilikan Manajerial Jadi Faktor Positif

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kepemilikan saham oleh manajemen, semakin baik pula kinerja bank.

Secara konsisten, kepemilikan manajerial memberikan dampak positif dan signifikan terhadap:

  • Return on Assets (ROA) atau kemampuan bank menghasilkan laba dari aset yang dimiliki.
  • Net Interest Margin (NIM) atau kemampuan bank memperoleh pendapatan bunga bersih dari aset produktifnya.

Temuan ini memperkuat teori bahwa ketika para direktur dan manajer juga menjadi pemegang saham, kepentingan mereka menjadi lebih selaras dengan pemegang saham lainnya. Akibatnya, keputusan bisnis cenderung lebih berhati-hati, efisien, dan berorientasi pada peningkatan nilai perusahaan.

Tidak Semua Mekanisme Tata Kelola Memberikan Dampak Positif

Penelitian juga menemukan bahwa tidak semua komponen Good Corporate Governance memberikan pengaruh yang sama terhadap performa bank.

Beberapa hasil penting antara lain:

  • Proporsi komisaris independen berpengaruh positif terhadap ROA sehingga memperkuat fungsi pengawasan perusahaan.
  • Ukuran komite audit justru berpengaruh negatif terhadap ROA maupun NIM.
  • Kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap ROA, namun tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap NIM.

Menurut peneliti, komite audit yang terlalu besar belum tentu menghasilkan pengawasan yang lebih efektif. Sebaliknya, jumlah anggota yang berlebihan dapat memperlambat proses pengambilan keputusan, meningkatkan biaya koordinasi, serta mengurangi efisiensi operasional bank. Demikian pula, kepemilikan institusional yang terlalu terkonsentrasi berpotensi menciptakan dominasi kelompok tertentu sehingga manfaat pengawasan terhadap manajemen tidak selalu optimal.

Implikasi bagi Industri Perbankan

Temuan ini memberikan sejumlah pelajaran penting bagi industri perbankan Indonesia.

Pertama, bank dapat mempertimbangkan peningkatan kepemilikan saham oleh jajaran manajemen sebagai salah satu strategi untuk menyelaraskan kepentingan manajemen dengan pemegang saham.

Kedua, perusahaan tidak cukup hanya memperbesar jumlah anggota komite audit. Yang lebih penting adalah memastikan kualitas, kompetensi, dan efektivitas fungsi pengawasan sehingga tata kelola perusahaan benar-benar memberikan nilai tambah bagi kinerja bank.

Ketiga, regulator maupun investor perlu memperhatikan struktur kepemilikan institusional agar mekanisme pengawasan tetap berjalan secara sehat tanpa menciptakan konsentrasi kekuasaan yang berlebihan.

Dalam pembahasannya, Bambang Saputra dan tim peneliti Universitas Negeri Jakarta menjelaskan bahwa kepemilikan saham oleh manajemen mampu menyelaraskan kepentingan pengelola perusahaan dengan pemegang saham sehingga mendorong pengelolaan aset yang lebih efisien dan meningkatkan kualitas keputusan bisnis. Sebaliknya, efektivitas tata kelola perusahaan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya struktur pengawasan, tetapi terutama oleh kualitas pelaksanaan fungsi pengawasan tersebut.

Manfaat bagi Dunia Usaha dan Kebijakan Publik

Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi:

  • perusahaan perbankan dalam menyusun strategi tata kelola perusahaan;
  • investor yang ingin menilai kualitas pengelolaan bank sebelum berinvestasi;
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengevaluasi implementasi Good Corporate Governance pada industri perbankan;
  • akademisi sebagai dasar pengembangan penelitian lanjutan mengenai tata kelola perusahaan dan kinerja sektor keuangan.

Penelitian ini juga membuka peluang bagi studi berikutnya dengan memasukkan variabel lain, seperti rasio kredit bermasalah (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), efisiensi operasional, serta faktor makroekonomi agar gambaran mengenai faktor penentu kinerja bank menjadi semakin komprehensif.

Profil Singkat Penulis

Bambang Saputra merupakan mahasiswa sekaligus peneliti dari  Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dibimbing oleh Umi Widyastuti, dan Muhammad Yusuf, yang memiliki kepakaran di bidang akuntansi, keuangan, tata kelola perusahaan, dan manajemen bisnis.

Sumber Penelitian

Saputra, B., Widyastuti, U., & Yusuf, M. (2026). The Effect of Managerial Ownership and Good Corporate Governance on Bank Performance in Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange. International Journal of Finance and Business Management (IJFBM), Vol. 4 No. 4, hlm. 411–426. DOI: https://doi.org/10.59890/ijfbm.v4i4.14

Posting Komentar

0 Komentar