Santiago City – Integrasi musik dan seni dalam proses pembelajaran terbukti mampu meningkatkan kreativitas sekaligus motivasi belajar siswa kelas X. Temuan tersebut dipublikasikan oleh Cecilia E. Angeles dan Celso C. Dumalig dari Northeastern College, Inc. Graduate School, Santiago City, Filipina, dalam International Journal of Scientific Multidisciplinary Research edisi Juli 2026. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan aktivitas berbasis musik, seni visual, dan tugas performatif memiliki hubungan positif yang kuat dengan kreativitas siswa (r = 0,78) serta motivasi belajar (r = 0,81), sekaligus memberikan pengaruh signifikan terhadap kedua aspek tersebut.
Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut sekolah tidak hanya menghasilkan siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan memiliki motivasi belajar yang tinggi. Pendekatan pembelajaran yang hanya berfokus pada hafalan dinilai kurang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itu, banyak sekolah mulai mengintegrasikan musik dan seni ke dalam proses pembelajaran agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna. Melalui kegiatan seni, siswa didorong untuk berpikir kreatif, mengekspresikan ide, berkolaborasi, serta mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
Penelitian ini dilaksanakan di Nangka High School, Filipina, pada Tahun Ajaran 2025–2026 menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional. Sebanyak 50 siswa kelas X dipilih sebagai responden karena mengikuti pembelajaran yang mengintegrasikan musik dan seni. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat integrasi musik dan seni, kreativitas siswa yang meliputi orisinalitas, fleksibilitas, dan ekspresi diri, serta motivasi belajar yang mencakup minat belajar, partisipasi di kelas, dan ketekunan menyelesaikan tugas. Analisis dilakukan menggunakan weighted mean, Korelasi Pearson, dan regresi linier.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi musik dan seni di kelas berada pada kategori sangat tinggi, dengan nilai rata-rata keseluruhan 3,40. Di antara tiga komponen yang diukur, tugas performatif kreatif memperoleh skor tertinggi (3,42), diikuti aktivitas berbasis musik (3,39) dan aktivitas seni visual (3,38). Temuan ini menunjukkan bahwa guru telah secara konsisten memanfaatkan musik, seni visual, dan pertunjukan kreatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.
Pada aktivitas berbasis musik, siswa menyatakan bahwa musik membuat proses belajar lebih menyenangkan dengan skor tertinggi 3,50. Guru juga dinilai sering menggunakan musik selama pembelajaran, sementara lagu dan irama membantu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran. Secara keseluruhan, aktivitas berbasis musik memperoleh nilai rata-rata 3,39, yang menunjukkan bahwa musik efektif meningkatkan keterlibatan dan pengalaman belajar siswa.
Aktivitas seni visual juga memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Penggunaan gambar, ilustrasi, dan media visual membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Indikator "aktivitas seni visual membantu siswa memahami pelajaran" memperoleh skor tertinggi 3,46, sedangkan dorongan guru untuk mengembangkan kreativitas melalui tugas seni visual juga memperoleh penilaian sangat tinggi. Hasil ini memperlihatkan bahwa seni visual berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman konsep, kreativitas, dan keterlibatan siswa selama proses belajar.
Komponen tugas performatif kreatif menjadi aspek dengan penilaian tertinggi. Siswa menyatakan bahwa kegiatan seperti drama, tari, presentasi, dan bermain peran membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Pernyataan "tugas kreatif membuat aktivitas kelas lebih menarik" memperoleh skor 3,50, sedangkan kegiatan pertunjukan membantu siswa mengekspresikan ide dengan lebih percaya diri. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis performa mampu meningkatkan rasa percaya diri, partisipasi, dan keterlibatan siswa di kelas.
Penelitian juga menemukan bahwa tingkat kreativitas siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata keseluruhan 3,41. Dimensi ekspresi diri memperoleh skor tertinggi (3,43), diikuti fleksibilitas (3,41) dan orisinalitas (3,40). Siswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam menghasilkan ide-ide baru, menerima berbagai sudut pandang, beradaptasi terhadap situasi pembelajaran, serta mengekspresikan pikiran dan emosi melalui musik maupun karya seni.
Selain meningkatkan kreativitas, integrasi musik dan seni juga terbukti memperkuat motivasi belajar siswa. Nilai rata-rata motivasi belajar mencapai 3,42, dengan dimensi ketekunan menyelesaikan tugas memperoleh skor tertinggi (3,43), diikuti minat belajar (3,42) dan partisipasi dalam kegiatan kelas (3,40). Siswa mengaku menjadi lebih antusias mengikuti pelajaran, lebih aktif dalam diskusi, serta lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas sekolah ketika pembelajaran melibatkan unsur musik dan seni.
Analisis statistik memperlihatkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara integrasi musik dan seni dengan kreativitas siswa (r = 0,78; p = 0,000) serta motivasi belajar (r = 0,81; p = 0,000). Analisis regresi juga mengonfirmasi bahwa integrasi musik dan seni memberikan pengaruh positif terhadap kreativitas (β = 0,74) dan motivasi belajar (β = 0,79). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin sering guru mengintegrasikan musik dan seni dalam pembelajaran, semakin tinggi kreativitas serta motivasi belajar yang dimiliki siswa.
Para peneliti menyimpulkan bahwa musik dan seni bukan sekadar pelengkap dalam pembelajaran, tetapi merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk membangun kreativitas, meningkatkan partisipasi, memperkuat motivasi, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Oleh karena itu, guru disarankan terus mengembangkan pembelajaran berbasis musik, seni visual, dan aktivitas performatif, sementara sekolah perlu mendukung implementasinya melalui pelatihan guru, penyediaan media pembelajaran, serta program yang mendorong integrasi seni di berbagai mata pelajaran.
Profil Penulis
Cecilia E. Angeles – Northeastern College, Inc. Graduate School, Santiago City, Philippines
Celso C. Dumalig – Northeastern College, Inc. Graduate School, Santiago City, Philippines
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Influence of Music and Arts Integration on Creativity and Learning Motivation of Grade 10 Learners
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 7, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i7.113
Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar