Penelitian ini menjadi penting karena sektor consumer cyclicals—yang mencakup perusahaan barang dan jasa non-primer seperti otomotif, ritel, fesyen, hingga produk rekreasi—mengalami penurunan kinerja keuangan sepanjang periode 2021–2024. Kondisi tersebut terjadi meskipun ekonomi Indonesia telah pulih pascapandemi COVID-19 dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang stabil di atas lima persen.
Menurut penulis, pemulihan ekonomi ternyata tidak otomatis meningkatkan keuntungan perusahaan. Perubahan perilaku konsumen setelah pandemi membuat masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan produk bersifat sekunder. Akibatnya, perusahaan membutuhkan strategi internal yang lebih efektif agar mampu mempertahankan profitabilitas di tengah perubahan pasar. Salah satu strategi yang banyak diterapkan adalah inovasi hijau (green innovation) yang dipadukan dengan tata kelola perusahaan (corporate governance) yang baik.
Untuk mengetahui faktor yang benar-benar berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, tim peneliti menganalisis laporan tahunan dan laporan keberlanjutan dari 89 perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024. Setelah proses penyaringan data, penelitian menggunakan 345 observasi perusahaan-tahun dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan perangkat lunak STATA 17. Kinerja keuangan diukur menggunakan indikator Return on Assets (ROA), sedangkan inovasi hijau dinilai berdasarkan pengungkapan aktivitas perusahaan dalam laporan resminya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua strategi keberlanjutan menghasilkan dampak yang sama terhadap keuntungan perusahaan.
Temuan utama penelitian meliputi:
- Inovasi produk ramah lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.
- Frekuensi rapat dewan komisaris juga berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja keuangan.
- Inovasi proses ramah lingkungan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan.
- Frekuensi rapat komite audit juga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Penelitian menjelaskan bahwa inovasi produk hijau lebih mudah dirasakan langsung oleh konsumen. Produk yang menggunakan bahan lebih ramah lingkungan, kemasan berkelanjutan, atau memiliki efisiensi energi lebih baik dapat meningkatkan nilai tambah di mata pelanggan. Hal tersebut membantu perusahaan membangun diferensiasi produk, memperkuat reputasi, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.
Sebaliknya, inovasi pada proses produksi lebih banyak terjadi di dalam operasional perusahaan sehingga manfaatnya tidak langsung terlihat oleh konsumen. Selain membutuhkan investasi yang besar, keuntungan finansial dari efisiensi proses juga cenderung baru dirasakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, dampaknya terhadap profitabilitas perusahaan selama periode penelitian belum terlihat signifikan.
Penelitian juga menemukan bahwa peran dewan komisaris memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan komite audit dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Dewan komisaris yang lebih aktif mengadakan rapat dinilai mampu memperkuat fungsi pengawasan, mengevaluasi strategi bisnis, mengidentifikasi risiko, serta memberikan arahan kepada manajemen secara lebih efektif.
Sementara itu, banyaknya rapat komite audit belum tentu meningkatkan keuntungan perusahaan. Penulis menjelaskan bahwa efektivitas pengawasan tidak hanya ditentukan oleh jumlah rapat, tetapi juga oleh kualitas pembahasan, kompetensi anggota komite, dan implementasi rekomendasi yang dihasilkan. Dengan kata lain, frekuensi rapat tanpa tindak lanjut yang efektif belum mampu memberikan dampak nyata terhadap performa perusahaan.
Temuan tersebut memberikan sejumlah implikasi penting bagi dunia usaha. Perusahaan yang ingin meningkatkan kinerja keuangan disarankan untuk memprioritaskan pengembangan produk yang memiliki nilai keberlanjutan karena lebih mudah diapresiasi oleh konsumen. Selain itu, penguatan tata kelola melalui dewan komisaris yang aktif juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan perilaku pasar.
Bagi investor, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan ketika menilai kualitas perusahaan. Tidak hanya memperhatikan laba dan laporan keuangan, investor juga dapat melihat sejauh mana perusahaan mengembangkan inovasi produk hijau dan menjalankan fungsi pengawasan dewan komisaris secara efektif.
Dalam pembahasannya, Putri Nur Indahsyah dan Dr. Yuyun Isbanah dari Universitas Negeri Surabaya menegaskan bahwa inovasi ramah lingkungan yang berorientasi pada produk memiliki potensi lebih besar dalam menciptakan nilai ekonomi dibandingkan inovasi proses produksi. Mereka juga menekankan bahwa kualitas tata kelola perusahaan jauh lebih penting daripada sekadar meningkatkan frekuensi rapat pengawasan.
Penulis juga mengakui adanya beberapa keterbatasan penelitian. Kajian ini hanya mencakup perusahaan sektor consumer cyclicals di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024 sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke sektor industri lain. Penelitian berikutnya disarankan melibatkan sektor yang lebih beragam, memperpanjang periode observasi, serta menambahkan variabel lain seperti kinerja lingkungan, struktur kepemilikan perusahaan, karakteristik dewan komisaris, maupun indikator keuangan lainnya agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan.
Profil Penulis
Putri Nur Indahsyah merupakan peneliti dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dengan fokus penelitian pada manajemen keuangan, keberlanjutan perusahaan, inovasi hijau, dan tata kelola perusahaan.
Yuyun Isbanah adalah dosen pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Bidang keahliannya meliputi manajemen keuangan, tata kelola perusahaan (corporate governance), pasar modal, dan kinerja perusahaan.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: The Effect of Green Process Innovation, Green Product Innovation, Audit Committee Meetings, and Board Meetings on the Financial Performance of Consumer Cyclicals Sector Companies on the Indonesia Stock Exchange in 2021–2024.
Penulis: Putri Nur Indahsyah & Yuyun Isbanah.
Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR), Vol. 5 No. 7, 2026.
0 Komentar