Studi: ESG Kini Menjadi Aset Strategis yang Meningkatkan Daya Saing Perusahaan Asuransi
JAKARTA – Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak lagi dipandang sekadar sebagai kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah berkembang menjadi aset strategis yang mampu meningkatkan daya saing jangka panjang perusahaan asuransi. Kesimpulan tersebut disampaikan dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2026 di Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research (MODERN) oleh Chusnul Chotimah dan Prof. Dr. Hapzi Ali dari Program Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Melalui kajian sistematis terhadap satu dekade publikasi ilmiah internasional, penelitian ini menunjukkan bahwa ESG berperan penting dalam membangun reputasi perusahaan, memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, meningkatkan tata kelola, dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan bagi industri asuransi.
ESG Menjadi Pilar Baru dalam Industri Asuransi
Dalam beberapa tahun terakhir, ESG menjadi salah satu isu utama dalam dunia bisnis dan jasa keuangan. Investor, regulator, nasabah, hingga masyarakat semakin menuntut perusahaan tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan yang baik.
Bagi industri asuransi, perubahan tersebut sangat penting. Perusahaan menghadapi tantangan baru berupa perubahan iklim, transformasi digital, meningkatnya ekspektasi pelanggan, hingga risiko keberlanjutan yang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perusahaan asuransi untuk menjadikan ESG sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar pelengkap laporan tahunan.
Di Indonesia, percepatan implementasi ESG juga didukung oleh kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang Keuangan Berkelanjutan dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI). Regulasi tersebut mendorong lembaga jasa keuangan untuk mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam setiap aktivitas bisnisnya.
Menelaah Satu Dekade Penelitian Internasional
Alih-alih melakukan survei lapangan, Chusnul Chotimah dan Prof. Dr. Hapzi Ali menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020, sehingga seluruh proses identifikasi, seleksi, dan sintesis literatur dilakukan secara transparan dan sistematis.
Peneliti menelusuri artikel ilmiah dari empat basis data internasional bereputasi, yaitu:
- Scopus;
- Web of Science;
- ScienceDirect; dan
- Emerald.
Sebanyak 1.246 artikel berhasil diidentifikasi pada tahap awal. Setelah menghapus artikel duplikat dan menyeleksi berdasarkan relevansi serta kualitas ilmiah, peneliti akhirnya menganalisis 78 artikel yang diterbitkan selama periode 2016–2026. Seluruh artikel tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan tema-tema utama untuk memetakan perkembangan konsep ESG dalam industri asuransi.
Temuan Utama Penelitian
Hasil sintesis literatur menunjukkan beberapa perkembangan penting mengenai implementasi ESG.
ESG berevolusi dari kepatuhan menjadi strategi bisnis
Penelitian menemukan adanya perubahan paradigma yang sangat jelas selama satu dekade terakhir.
Pada periode 2016–2018, ESG lebih banyak dipahami sebagai instrumen untuk memenuhi tuntutan regulator dan investor melalui pelaporan keberlanjutan.
Memasuki 2019–2022, ESG mulai dipandang sebagai faktor yang memengaruhi reputasi perusahaan dan pengelolaan risiko.
Sementara itu, penelitian yang diterbitkan pada 2023–2026 menunjukkan bahwa ESG telah berkembang menjadi strategic intangible asset, yaitu aset tidak berwujud yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang.
ESG memenuhi karakteristik aset strategis
Berdasarkan perspektif Resource-Based View (RBV), ESG memiliki karakteristik VRIN (valuable, rare, inimitable, non-substitutable). Artinya, ESG bernilai tinggi, langka, sulit ditiru, dan tidak mudah digantikan oleh pesaing.
Perusahaan asuransi yang berhasil mengintegrasikan ESG memperoleh berbagai manfaat, antara lain:
- meningkatkan reputasi perusahaan;
- memperkuat kepercayaan pemegang polis dan investor;
- meningkatkan kualitas tata kelola;
- mengurangi risiko keberlanjutan;
- meningkatkan efisiensi operasional; serta
- membangun keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa ESG sulit ditiru karena memerlukan investasi jangka panjang, perubahan budaya organisasi, dan komitmen manajemen puncak.
ESG berkontribusi terhadap daya saing perusahaan
Kajian ini menemukan hubungan positif antara penerapan ESG dan daya saing perusahaan asuransi.
Perusahaan dengan penerapan ESG yang baik cenderung memiliki profitabilitas yang lebih stabil, risiko operasional yang lebih rendah, transparansi yang lebih baik, kualitas layanan yang meningkat, serta tingkat kepercayaan pelanggan yang lebih tinggi.
Selain itu, pelaporan keberlanjutan (sustainability reporting) dan tata kelola perusahaan menjadi faktor penting yang memperkuat posisi kompetitif perusahaan di pasar. Analisis bibliometrik juga menunjukkan bahwa topik ESG, tata kelola, daya saing, dan pelaporan keberlanjutan menjadi fokus utama penelitian global sepanjang 2024–2026.
Regulasi OJK mempercepat adopsi ESG
Penelitian menegaskan bahwa kebijakan OJK berfungsi sebagai tekanan institusional (coercive pressure) yang mempercepat implementasi ESG di industri asuransi Indonesia.
Regulasi tersebut mendorong perusahaan meningkatkan kualitas tata kelola, transparansi, serta pelaporan keberlanjutan. Pada akhirnya, kebijakan tersebut memperkuat integrasi ESG dalam strategi bisnis dan meningkatkan daya saing industri asuransi secara nasional.
Masih terdapat kesenjangan penelitian
Meskipun penelitian mengenai ESG berkembang pesat, penulis menemukan bahwa sebagian besar studi masih berfokus pada hubungan langsung antara ESG dan kinerja keuangan.
Kajian mengenai bagaimana ESG membentuk daya saing melalui mekanisme strategis yang lebih kompleks, khususnya di industri asuransi, masih sangat terbatas.
Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan model empiris yang menggabungkan ESG, kapabilitas internal perusahaan, tekanan regulasi, inovasi digital, dan faktor organisasi lainnya untuk menjelaskan daya saing secara lebih komprehensif.
Implikasi bagi Industri dan Pembuat Kebijakan
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ESG sebaiknya tidak dipandang sebagai biaya tambahan atau sekadar kewajiban regulasi. Sebaliknya, ESG merupakan investasi strategis yang dapat memperkuat keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Bagi perusahaan asuransi, penerapan ESG dapat meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat reputasi, mengurangi risiko, meningkatkan kepercayaan nasabah, dan menciptakan keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan.
Bagi regulator, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kebijakan seperti POJK 51/2017 dan TKBI memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi industri jasa keuangan menuju praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab.
Sebagaimana dipaparkan oleh Chusnul Chotimah dan Prof. Dr. Hapzi Ali dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, ESG telah berevolusi menjadi kapabilitas strategis yang mengintegrasikan tata kelola, keberlanjutan, legitimasi sosial, dan kepercayaan pemangku kepentingan dalam membangun daya saing perusahaan asuransi. Mereka juga menekankan bahwa penelitian mendatang perlu mengintegrasikan ESG dengan transformasi digital dan inovasi agar manfaatnya terhadap daya saing dapat dipahami secara lebih menyeluruh.
Profil Penulis
- Chusnul Chotimah merupakan mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Bidang penelitiannya meliputi Environmental, Social, and Governance (ESG), keuangan berkelanjutan, manajemen strategis, tata kelola perusahaan, dan daya saing industri asuransi.
- Prof. Dr. Hapzi Ali adalah Guru Besar dan dosen pada Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Keahliannya mencakup manajemen strategis, manajemen sumber daya manusia, tata kelola perusahaan, keberlanjutan bisnis, serta peningkatan daya saing organisasi.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Evolusi ESG sebagai Strategic Intangible Asset dalam Pembentukan Daya Saing Perusahaan Asuransi: Sebuah Systematic Literature Review 2016–2026
- Penulis: Chusnul Chotimah dan Hapzi Ali
- Jurnal: Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research (MODERN)
- DOI: https://doi.org/10.55927/modern.v5i3.48
- URL Jurnal: https://journal.formosapublisher.org/index.php/modern

0 Komentar