Evaluasi Struktur Gedung Perpustakaan Minahasa Utara Tunjukkan Tingkat Keamanan yang Baik

Illustration by Ai

Sebuah penelitian dari Politeknik Negeri Manado menunjukkan bahwa struktur atas (superstruktur) Gedung Perpustakaan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memenuhi standar kekuatan dan kelayakan layanan bangunan yang berlaku di Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh Josef Arnoldus Johni Sumajouw, Wellem Toad, Mario Marthen Luther Moningka, Novriana Amelia Pangemanan, dan Merci Freki Hosang ini dipublikasikan pada Juni 2026 dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA). Hasil penelitian penting karena memberikan gambaran tentang tingkat keamanan bangunan publik yang digunakan masyarakat serta menjadi referensi dalam pengawasan kualitas konstruksi di daerah rawan gempa.

Bangunan perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendidikan dan literasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang menampung banyak pengguna, koleksi buku, peralatan, serta aktivitas pelayanan setiap hari. Karena itu, struktur bangunan harus mampu menahan beban gravitasi maupun beban gempa tanpa mengurangi kenyamanan dan keselamatan pengguna.

Di Indonesia, evaluasi keamanan bangunan semakin penting mengingat banyak wilayah berada di kawasan rawan gempa. Selain memastikan bangunan tidak runtuh, para insinyur juga harus memastikan bangunan tetap nyaman digunakan dan tidak mengalami deformasi berlebihan saat menerima beban. Oleh sebab itu, pemeriksaan terhadap kolom, balok, pelat lantai, dan perilaku bangunan saat menerima gaya gempa menjadi bagian penting dalam proses evaluasi struktur.

Menggunakan Pemodelan Digital ETABS

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis studi kasus pada proyek pembangunan Gedung Perpustakaan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Data diperoleh dari observasi lapangan, gambar kerja proyek, spesifikasi material, standar nasional Indonesia (SNI), serta parameter gempa yang sesuai dengan lokasi bangunan.

Tim peneliti kemudian membangun model tiga dimensi menggunakan perangkat lunak ETABS, salah satu aplikasi yang umum digunakan dalam analisis struktur bangunan. Model tersebut digunakan untuk mensimulasikan respons bangunan terhadap berbagai beban, termasuk beban mati, beban hidup, dan beban gempa.

Dalam evaluasi ini, peneliti memeriksa dua aspek utama:

  • Kekuatan struktur, yaitu kemampuan elemen bangunan menahan gaya yang bekerja.
  • Kelayakan layanan (serviceability), yaitu kemampuan bangunan tetap nyaman digunakan tanpa mengalami pergeseran atau deformasi berlebihan.

Pergeseran Bangunan Jauh di Bawah Batas Aman

Salah satu indikator penting dalam evaluasi bangunan tahan gempa adalah inter-story drift, yaitu pergeseran relatif antar lantai ketika bangunan menerima gaya lateral akibat gempa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh nilai pergeseran bangunan masih berada jauh di bawah batas maksimum yang diizinkan standar. Pada arah X, nilai penggunaan batas drift tertinggi hanya mencapai 40,56 persen dari batas yang diperbolehkan. Sementara pada arah Y, nilai tertinggi mencapai 41,45 persen dari batas yang diizinkan.

Artinya, bangunan masih memiliki cadangan kapasitas lebih dari 58 persen sebelum mencapai batas maksimum yang ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dari sisi kenyamanan dan kelayakan layanan, struktur bangunan dinilai aman.

Balok dan Pelat Memiliki Cadangan Kekuatan yang Memadai

Peneliti juga melakukan verifikasi terhadap balok, kolom, dan pelat beton bertulang yang menjadi elemen utama bangunan. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar elemen struktur memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan gaya yang harus ditahan.

Pada balok tipe B1, rasio kebutuhan terhadap kapasitas lentur mencapai 0,63, sedangkan rasio gesernya 0,41. Balok BK1 menunjukkan hasil yang lebih baik dengan rasio lentur 0,45 dan rasio geser 0,26. Nilai tersebut masih berada di bawah angka 1,00 yang menjadi batas aman dalam evaluasi struktur.

Sementara itu, pelat lantai juga menunjukkan hasil yang memuaskan. Luas tulangan yang dipasang pada arah X dan Y bahkan melebihi kebutuhan minimum yang dihitung, sehingga memberikan tambahan margin keamanan bagi struktur bangunan.

Kolom K2 Menjadi Titik yang Perlu Perhatian Khusus

Meski secara umum bangunan dinilai aman, penelitian menemukan satu elemen yang memerlukan perhatian lebih, yaitu Kolom K2.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rasio kapasitas terhadap kebutuhan pada kolom tersebut mencapai 1,00, yang berarti kapasitas kolom tepat berada pada batas minimum yang dipersyaratkan. Berbeda dengan elemen lain yang masih memiliki cadangan kekuatan, Kolom K2 tidak memiliki margin tambahan berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan.

Karena itu, para peneliti merekomendasikan pengawasan yang lebih ketat terhadap kualitas pelaksanaan konstruksi pada elemen tersebut. Penempatan tulangan, mutu beton, dan kualitas pengerjaan harus benar-benar sesuai dengan gambar dan spesifikasi agar performa struktur tetap terjaga.

Menurut Josef Arnoldus Johni Sumajouw dan tim dari Politeknik Negeri Manado, pendekatan evaluasi yang tidak hanya menilai aman atau tidak aman, tetapi juga mengukur margin keamanan setiap elemen struktur, memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bagian bangunan yang memerlukan perhatian khusus selama proses konstruksi.

Penting untuk Pembangunan Bangunan Publik

Temuan ini memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, konsultan perencana, kontraktor, dan pengelola fasilitas publik. Dengan memahami margin keamanan setiap elemen bangunan, proses pengawasan konstruksi dapat dilakukan secara lebih efektif dan terarah.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pemodelan digital seperti ETABS dapat membantu meningkatkan kualitas evaluasi bangunan publik sebelum maupun setelah pembangunan selesai. Pendekatan tersebut memungkinkan identifikasi dini terhadap elemen-elemen yang berpotensi menjadi titik kritis dalam struktur bangunan.

Meski demikian, peneliti mengakui bahwa studi ini masih memiliki keterbatasan. Analisis dilakukan berdasarkan gambar perencanaan dan pemodelan komputer tanpa pengujian langsung terhadap mutu material di lapangan. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan pengujian material, analisis gempa nonlinier, serta kajian interaksi tanah dan struktur untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.

Profil Penulis

Josef Arnoldus Johni Sumajouw merupakan akademisi dan peneliti dari Politeknik Negeri Manado yang memiliki keahlian di bidang teknik sipil, rekayasa struktur, dan analisis bangunan tahan gempa.

Wellem Toad, Mario Marthen Luther Moningka, Novriana Amelia Pangemanan, dan Merci Freki Hosang adalah peneliti dari Politeknik Negeri Manado yang aktif melakukan penelitian di bidang struktur beton bertulang, manajemen konstruksi, dan evaluasi bangunan publik.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Code-Based Superstructure Safety Evaluation and Serviceability Margin Assessment of the North Minahasa District Government Library Construction Project
Penulis: Josef Arnoldus Johni Sumajouw, Wellem Toad, Mario Marthen Luther Moningka, Novriana Amelia Pangemanan, dan Merci Freki Hosang
Afiliasi: Politeknik Negeri Manado, Indonesia
Jurnal: Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)
Volume & Edisi: Vol. 6 No. 6, Juni 2026
Halaman: 766–774
DOI: https://doi.org/10.55927/mudima.v6i6.65

Link Jurnal: https://journalmudima.my.id/index.php/mudima

Link Artikel: https://doi.org/10.55927/mudima.v6i6.65


Posting Komentar

0 Komentar