![]() |
| Illustration by Ai |
Sebuah penelitian terbaru dari Politeknik Negeri Manado menunjukkan bahwa sebuah gedung hotel 10 lantai di Kota Manado memiliki kemampuan yang baik dalam menghadapi beban gempa sesuai standar internasional. Studi yang dilakukan oleh Rudolf E. P. Mait, Carter D. E. Kandou, Olivia Moningka, dan Fandel Maluw ini dipublikasikan pada Juni 2026 di Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA). Temuan tersebut penting karena memberikan gambaran mengenai tingkat keamanan bangunan bertingkat di wilayah Indonesia yang memiliki risiko gempa tinggi, sekaligus menjadi referensi bagi pengelola gedung dan praktisi konstruksi dalam menjaga keselamatan bangunan.
Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di kawasan
cincin api dunia atau Ring of Fire, sehingga bangunan bertingkat harus
dirancang dan dievaluasi secara berkala agar mampu menghadapi guncangan gempa.
Seiring meningkatnya pembangunan gedung tinggi di berbagai kota, kebutuhan
untuk memastikan keamanan bangunan eksisting menjadi semakin penting. Banyak
bangunan yang telah berdiri selama bertahun-tahun masih digunakan hingga saat
ini, sehingga evaluasi terhadap ketahanan strukturnya menjadi bagian penting
dalam upaya mitigasi bencana.
Menurut para peneliti, perkembangan teknologi rekayasa sipil
kini memungkinkan proses evaluasi struktur dilakukan dengan lebih akurat
melalui perangkat lunak pemodelan. Salah satu perangkat yang digunakan dalam
penelitian ini adalah SeismoStruct, sebuah aplikasi yang mampu mensimulasikan
perilaku bangunan saat mengalami gempa sehingga potensi kerusakan dapat
diprediksi lebih dini.
Menggunakan Data Bangunan Nyata
Penelitian dilakukan pada sebuah hotel 10 lantai yang berada
di Manado, Sulawesi Utara. Tim peneliti menggunakan dokumen as-built drawing
atau gambar teknis bangunan setelah konstruksi selesai sebagai dasar untuk
membangun model tiga dimensi bangunan dalam perangkat lunak SeismoStruct. Data
tersebut mencakup dimensi kolom, balok, pelat lantai, detail tulangan, hingga
spesifikasi material bangunan.
Setelah model digital selesai dibuat, peneliti melakukan
simulasi gempa menggunakan metode analisis nonlinier yang umum digunakan dalam
evaluasi bangunan tahan gempa. Analisis dilakukan pada dua arah utama bangunan
untuk melihat bagaimana struktur merespons gaya lateral yang muncul akibat
gempa bumi.
Bangunan yang dianalisis merupakan struktur beton bertulang
dengan sistem rangka pemikul momen khusus, yaitu sistem yang dirancang untuk
menyerap energi gempa melalui deformasi tanpa langsung mengalami keruntuhan.
Mampu Memenuhi Target Kinerja Gempa
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan berhasil
mencapai target perpindahan (displacement target) yang ditetapkan dalam
dua skenario gempa berdasarkan standar ASCE 41-17.
Dua skenario tersebut meliputi:
- BSE-1E,
yaitu gempa dengan peluang terlampaui 20 persen dalam 50 tahun.
- BSE-2E,
yaitu gempa dengan peluang terlampaui 5 persen dalam 50 tahun dan mewakili
kondisi gempa yang lebih besar.
Kurva hasil simulasi menunjukkan bahwa struktur masih mampu
menahan gaya lateral hingga mencapai target perpindahan yang telah ditentukan
pada kedua tingkat ancaman gempa tersebut. Dengan kata lain, bangunan masih
memiliki kapasitas yang memadai untuk menghadapi beban gempa sesuai kriteria
keselamatan yang digunakan dalam evaluasi.
Peneliti menyimpulkan bahwa sistem struktur yang ada saat
ini memiliki kapasitas seismik yang cukup baik dan menunjukkan perilaku yang
dapat diterima ketika diuji menggunakan analisis statik nonlinier.
Penting bagi Kota-Kota Rawan Gempa
Temuan ini memiliki arti penting bagi daerah-daerah rawan
gempa di Indonesia, terutama kota-kota yang mengalami pertumbuhan pembangunan
gedung bertingkat secara pesat. Evaluasi berbasis kinerja seperti yang
digunakan dalam penelitian ini memungkinkan insinyur tidak hanya mengetahui
apakah bangunan memenuhi aturan desain, tetapi juga memahami bagaimana struktur
akan berperilaku ketika gempa besar benar-benar terjadi.
Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa pendekatan modern
berbasis simulasi dapat membantu mengidentifikasi bagian bangunan yang
berpotensi mengalami kerusakan sebelum terjadi bencana. Dengan demikian,
langkah perbaikan atau penguatan struktur dapat dilakukan lebih awal untuk
mengurangi risiko kerugian ekonomi maupun korban jiwa.
Menurut para penulis dari Politeknik Negeri Manado, hasil
penelitian ini dapat menjadi referensi bagi praktisi teknik sipil, konsultan
perencana, pengembang properti, hingga pemerintah daerah dalam menyusun
strategi evaluasi bangunan eksisting yang lebih andal. Selain itu, metode yang
digunakan dapat diterapkan pada bangunan lain yang berada di kawasan rawan
gempa untuk meningkatkan tingkat keselamatan masyarakat.
Pemantauan Tetap Diperlukan
Meskipun hasil evaluasi menunjukkan performa yang baik, para
peneliti menegaskan bahwa pemeliharaan dan pemantauan struktur secara berkala
tetap diperlukan. Perubahan fungsi bangunan, peningkatan beban penghuni,
renovasi struktur, maupun perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi
kemampuan bangunan dalam menghadapi gempa di masa depan.
Penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan. Evaluasi
dilakukan berdasarkan gambar bangunan dan tidak melibatkan pengujian langsung
terhadap kondisi material di lapangan. Selain itu, interaksi antara pondasi dan
tanah belum dianalisis secara rinci sehingga masih diperlukan penelitian
lanjutan yang lebih komprehensif.
Ke depan, tim peneliti merekomendasikan penggunaan analisis
gempa yang lebih detail, pengujian material secara langsung, serta pemantauan
kesehatan struktur bangunan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat
mengenai tingkat keamanan bangunan bertingkat di Indonesia.
Profil Penulis
Rudolf E. P. Mait merupakan akademisi dan peneliti di
bidang teknik sipil dan rekayasa struktur dari Politeknik Negeri Manado.
Carter D. E. Kandou merupakan dosen dan peneliti
Politeknik Negeri Manado yang memiliki fokus kajian pada analisis struktur,
rekayasa gempa, dan evaluasi bangunan eksisting.
Olivia Moningka adalah akademisi Politeknik Negeri
Manado yang meneliti bidang konstruksi dan teknologi struktur bangunan.
Fandel Maluw merupakan peneliti Politeknik Negeri
Manado dengan minat penelitian pada teknik sipil, pemodelan struktur, dan
ketahanan bangunan terhadap gempa.
Sumber Penelitian
Link Jurnal: https://journalmudima.my.id/index.php/mudima
Link Artikel/DOI: https://doi.org/10.55927/mudima.v6i6.66

0 Komentar