Energi Terbarukan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Georgia, Peneliti Soroti Peluang Menuju Kemandirian Energi

Gambar dibuat oleh AI


Di tengah meningkatnya kebutuhan energi global dan tuntutan pembangunan berkelanjutan, dua akademisi dari Gori State University, Georgia, Dr. Giuli Giguashvili dan David Tchiotashvili, menegaskan bahwa pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu faktor terpenting bagi pertumbuhan ekonomi Georgia. Temuan tersebut dipublikasikan pada tahun 2026 dalam jurnal International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS) melalui artikel berjudul Renewable Energy and Economic Growth: Georgia’s Experience and Prospects. Penelitian ini menunjukkan bahwa investasi pada energi bersih tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing negara.

Saat ini, hampir seluruh negara menghadapi tantangan yang sama, yaitu meningkatnya konsumsi energi akibat pertumbuhan penduduk, industrialisasi, dan perkembangan teknologi. Selama beberapa dekade, kebutuhan energi dipenuhi terutama oleh bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Namun, ketergantungan terhadap sumber energi tersebut telah memicu berbagai persoalan, mulai dari perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga ketidakstabilan harga energi dunia.

Dalam konteks tersebut, energi terbarukan seperti tenaga air, surya, angin, panas bumi, dan biomassa semakin dipandang sebagai solusi jangka panjang. Selain menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah, energi terbarukan dinilai mampu memperkuat fondasi ekonomi melalui investasi baru, inovasi teknologi, serta penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Georgia menjadi salah satu negara yang memiliki potensi besar karena kaya akan sumber daya tenaga air sekaligus memiliki peluang besar mengembangkan energi surya dan angin.

Dalam penelitian ini, Giguashvili dan Tchiotashvili menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan menganalisis berbagai sumber data sekunder. Informasi dikumpulkan dari publikasi ilmiah, laporan International Energy Agency (IEA), International Renewable Energy Agency (IRENA), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bank Dunia, Georgian State Electrosystem (GSE), National Statistics Office of Georgia (Geostat), serta berbagai dokumen resmi pemerintah Georgia sepanjang periode 2020–2026. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan tren energi global untuk memperoleh gambaran mengenai posisi dan prospek sektor energi Georgia di masa depan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor energi memiliki hubungan yang sangat erat dengan pertumbuhan ekonomi. Penulis mengidentifikasi sedikitnya lima manfaat utama pengembangan energi terbarukan.

Pertama, energi terbarukan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aktivitas produksi dan penciptaan lapangan kerja baru.

Kedua, penggunaan sumber energi lokal mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil sehingga memperkuat keamanan energi nasional.

Ketiga, energi bersih memberikan manfaat lingkungan dengan menurunkan emisi karbon sekaligus mengurangi biaya kesehatan akibat polusi udara.

Keempat, investasi pada teknologi energi terbarukan mendorong inovasi, meningkatkan efisiensi sistem energi, dan memperkuat daya saing ekonomi dalam jangka panjang.

Kelima, energi terbarukan memperluas akses listrik hingga ke wilayah terpencil melalui sistem pembangkit yang lebih fleksibel, sehingga mendukung pemerataan pembangunan daerah.

Penelitian ini juga menyoroti meningkatnya kebutuhan listrik dunia. Berdasarkan data International Energy Agency yang dianalisis dalam artikel tersebut, permintaan listrik global diperkirakan tumbuh sekitar 3,3–3,7 persen pada 2026. Kenaikan ini dipicu oleh berkembangnya industri, pusat data kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kendaraan listrik, serta meningkatnya penggunaan pendingin ruangan.

Grafik pada halaman enam artikel memperlihatkan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik global berjalan seiring dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), mengindikasikan hubungan erat antara pembangunan ekonomi dan kebutuhan energi.

Fenomena serupa juga terjadi di Georgia. Penelitian mencatat konsumsi listrik negara tersebut diproyeksikan meningkat rata-rata 3,4 persen per tahun pada periode 2026–2035. Di sisi lain, perekonomian Georgia menunjukkan perkembangan yang cukup pesat setelah pandemi COVID-19. Data Geostat menunjukkan rata-rata pertumbuhan PDB riil mencapai 9,3 persen selama 2021–2025, sementara pertumbuhan ekonomi tahun 2026 diproyeksikan sebesar 6,5 persen. Grafik pada halaman tujuh artikel juga memperlihatkan tren pemulihan ekonomi Georgia yang berlangsung konsisten sejak berakhirnya pandemi.

Untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, pemerintah Georgia mulai mempercepat pengembangan energi terbarukan. Penelitian mencatat target nasional adalah meningkatkan porsi energi terbarukan hingga 27,4 persen dari total konsumsi energi final pada tahun 2030. Pada periode tersebut, kapasitas pembangkit diproyeksikan mencapai sekitar 1.332 MW untuk energi angin dan 520 MW untuk energi surya.

Selain tenaga air yang selama ini menjadi tulang punggung sistem kelistrikan, Georgia juga memiliki potensi besar pada energi panas bumi, biomassa, dan tenaga surya. Potensi tersebut diyakini mampu menarik investasi asing, memperluas kesempatan kerja, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Meski demikian, para penulis mengingatkan bahwa Georgia masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah defisit pasokan listrik pada musim tertentu, keterbatasan infrastruktur jaringan, serta kebutuhan investasi yang masih cukup besar. Karena itu, pengembangan jaringan listrik nasional, peningkatan kapasitas pembangkit, serta dukungan kebijakan pemerintah dinilai menjadi faktor penting agar transformasi energi dapat berjalan lebih cepat.

Penelitian bahkan mengutip proyeksi bahwa Georgia berpotensi menjadi negara pengekspor listrik mulai 2028. Pada tahun 2035, sekitar 95 persen kebutuhan listrik nasional diperkirakan dapat dipenuhi dari sumber energi terbarukan, sehingga ketergantungan terhadap impor energi dapat ditekan secara signifikan. Posisi geografis Georgia yang strategis juga membuka peluang bagi negara tersebut untuk berkembang sebagai pusat integrasi energi di kawasan Kaukasus dan Laut Hitam.

Menurut Giguashvili dan Tchiotashvili, energi terbarukan bukan sekadar sumber energi alternatif, melainkan aset strategis yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Dukungan terhadap sektor ini diyakini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan ketahanan energi nasional.

Keduanya juga menilai bahwa penelitian lanjutan perlu menggunakan pendekatan ekonometrika agar hubungan sebab-akibat antara investasi energi terbarukan dan pertumbuhan ekonomi dapat diukur secara lebih akurat. Kajian berikutnya juga disarankan mengkaji dampak energi terbarukan terhadap rumah tangga, dunia usaha, investasi asing, hingga pemanfaatan teknologi baru seperti penyimpanan energi dan kecerdasan buatan.

Profil Penulis

Dr. Giuli Giguashvili merupakan akademisi dari Gori State University, Georgia, yang memiliki kepakaran di bidang ekonomi energi, pembangunan berkelanjutan, kebijakan energi, serta keamanan energi nasional. Ia juga aktif meneliti transisi energi, pembangunan ekonomi pascapandemi, dan strategi energi kawasan Kaukasus.

David Tchiotashvili merupakan peneliti dari Gori State University, Georgia, dengan fokus kajian pada investasi sektor energi, pengembangan energi terbarukan, serta kebijakan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Keduanya secara aktif melakukan penelitian mengenai transformasi sistem energi dan prospek ekonomi Georgia.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Renewable Energy and Economic Growth: Georgia’s Experience and Prospects
Penulis: Giuli Giguashvili & David Tchiotashvili
Jurnal: International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS), Vol. 4 No. 4, 2026, hlm. 471–480
DOI: https://doi.org/10.59890/ijarss.v4i4.11

Posting Komentar

0 Komentar