Duolingo Tingkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Siswa SMK hingga 75,6 Persen


Gambar dibuat oleh AI


Aplikasi pembelajaran bahasa Duolingo terbukti mampu meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa SMK secara signifikan. Temuan ini dilaporkan dalam penelitian yang dilakukan Nawang Wulandari dan Veronika Unun Pratiwi dari Universitas Veteran Bangun Nusantara, Indonesia, pada siswa kelas XI BC 1 SMK Veteran 1 Sukoharjo selama tahun ajaran 2025/2026. Hasil penelitian tersebut penting karena menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi berbasis gim (gamification) dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah vokasi.

Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan di dunia kerja. Bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), penguasaan kosakata menjadi fondasi utama untuk memahami materi, berkomunikasi, membaca dokumen, maupun menulis dalam bahasa Inggris.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan menguasai kosakata dasar. Berdasarkan pengamatan awal di SMK Veteran 1 Sukoharjo, siswa sering kesulitan memilih kata yang tepat saat berbicara maupun menulis. Mereka juga cenderung pasif ketika mengikuti pembelajaran karena kurang percaya diri menggunakan bahasa Inggris. Pembelajaran yang masih bergantung pada lembar kerja konvensional dinilai belum mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara optimal.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim peneliti memanfaatkan Duolingo sebagai media pendamping pembelajaran. Aplikasi ini dipilih karena menghadirkan latihan kosakata dalam bentuk permainan interaktif lengkap dengan sistem poin, tantangan harian, level, serta umpan balik langsung yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Untuk menguji efektivitasnya, penelitian melibatkan 37 siswa kelas XI BC 1. Proses pembelajaran berlangsung dalam dua siklus, di mana guru menerapkan Duolingo sebagai bagian dari kegiatan belajar di kelas. Kemajuan siswa diukur melalui tes kosakata sebelum pembelajaran dimulai, tes setelah siklus pertama, dan tes setelah siklus kedua. Selain itu, peneliti juga melakukan observasi aktivitas belajar, wawancara, serta menyebarkan angket guna mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan aplikasi tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten pada kemampuan kosakata siswa.

Beberapa temuan utamanya antara lain:

  • Nilai rata-rata siswa meningkat dari 64,6 pada pre-test menjadi 73,7 setelah siklus pertama, lalu naik lagi menjadi 80,3 pada akhir siklus kedua.
  • Persentase siswa yang mencapai nilai ketuntasan meningkat dari 35,1% menjadi 54,0%, kemudian mencapai 75,6% pada siklus kedua.
  • Nilai tertinggi siswa juga meningkat dari 92 menjadi 97 setelah seluruh proses pembelajaran selesai.

Tidak hanya nilai akademik yang mengalami peningkatan, perilaku belajar siswa juga berubah secara positif.

Observasi menunjukkan bahwa rata-rata keterlibatan siswa dalam pembelajaran meningkat dari 67,2% pada siklus pertama menjadi 85,4% pada siklus kedua. Peningkatan terlihat hampir di seluruh aspek, mulai dari perhatian terhadap pelajaran, antusiasme mengikuti kegiatan, keberanian bertanya, kemampuan mengikuti instruksi guru, hingga rasa percaya diri menggunakan kosakata bahasa Inggris. Bahkan, minat siswa menggunakan Duolingo mencapai 90%, menjadi indikator tertinggi dalam penelitian tersebut.

Respon siswa terhadap penggunaan aplikasi juga sangat positif. Hasil angket menunjukkan tingkat penerimaan rata-rata sebesar 82,03%. Mayoritas siswa mengaku lebih senang belajar kosakata menggunakan Duolingo dibandingkan metode konvensional. Fitur permainan seperti poin, level, dan tantangan dinilai membuat proses belajar menjadi lebih menarik sekaligus mendorong siswa untuk terus berlatih secara mandiri.

Menurut Nawang Wulandari dan Veronika Unun Pratiwi dari Universitas Veteran Bangun Nusantara, keberhasilan tersebut tidak hanya berasal dari teknologi yang digunakan, tetapi juga dari cara guru mengintegrasikan aplikasi ke dalam proses pembelajaran. Pendampingan guru, pemberian umpan balik secara langsung, serta latihan yang dilakukan secara berulang membuat siswa lebih cepat memahami makna kata, pelafalan, dan penggunaan kosakata dalam konteks yang tepat.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa aplikasi pembelajaran digital tidak dimaksudkan menggantikan peran guru, melainkan menjadi media pendukung yang mampu menciptakan suasana belajar lebih aktif dan menyenangkan. Ketika siswa merasa tertantang sekaligus menikmati proses belajar, motivasi mereka meningkat sehingga hasil belajar ikut mengalami perbaikan.

Bagi sekolah, hasil penelitian ini membuka peluang untuk mengintegrasikan aplikasi pembelajaran digital sebagai bagian dari strategi pembelajaran bahasa Inggris. Khususnya di SMK, peningkatan penguasaan kosakata dapat membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan komunikasi di dunia kerja yang semakin global.

Di sisi lain, penelitian ini juga memberikan masukan bagi para guru agar lebih terbuka memanfaatkan teknologi pendidikan yang mudah diakses siswa melalui telepon pintar. Dengan dukungan internet yang semakin luas, aplikasi seperti Duolingo dapat menjadi alternatif pembelajaran yang murah, fleksibel, dan dapat digunakan baik di dalam maupun di luar kelas.

Profil Penulis

Nawang Wulandari merupakan peneliti dari Universitas Veteran Bangun Nusantara, Indonesia, yang memiliki fokus kajian pada pembelajaran bahasa Inggris dan inovasi media pembelajaran.

Veronika Unun Pratiwi merupakan dosen dan peneliti di Universitas Veteran Bangun Nusantara, Indonesia, dengan bidang keahlian pendidikan bahasa Inggris, metodologi pengajaran, serta pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi.

Sumber Penelitian

Judul artikel: Improving Students' Vocabulary By Using Duolingo at SMK Veteran 1 Sukoharjo: A Classroom Action Research of the XI BC 1 of SMK Veteran 1 Sukoharjo in the Academic Year 2025/2026.

Penulis: Nawang Wulandari & Veronika Unun Pratiwi.

Jurnal: International Journal of Applied Educational Research (IJAER), Vol. 4 No. 3, 2026.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijaer.v4i3.6

Posting Komentar

0 Komentar