AI dalam Perang Modern Memicu Perdebatan Etika dan Hukum Internasional

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Bogor -  Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya mengubah dunia industri dan kehidupan sehari-hari, tetapi juga mulai membentuk masa depan teknologi pertahanan. Kajian terbaru yang dilakukan Khairunissa Ulfitri dan Yayat Ruyat dari Republic of Indonesia Defense University mengungkap bahwa sistem persenjataan modern kini bergerak menuju tingkat otomatisasi yang semakin tinggi. Publikasi yang terbit pada Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Volume 5 Nomor 7 Tahun 2026 menegaskan bahwa kemajuan tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan besar, terutama dalam aspek etika, hukum, dan tata kelola global.

Artikel ilmiah berjudul A Systematic Literature Review on the Advancement of Modern Weapon Systems: From Precision Guided Munitions to Autonomous Lethal Systems menyajikan tinjauan sistematis terhadap perkembangan teknologi persenjataan modern berdasarkan 78 publikasi ilmiah internasional. Penelitian ini tidak melakukan eksperimen baru, melainkan merangkum berbagai temuan ilmiah untuk memahami arah perkembangan teknologi dan implikasinya terhadap keamanan internasional.

AI Mengubah Cara Dunia Memandang Teknologi Pertahanan

Penulis menjelaskan bahwa perkembangan teknologi pertahanan berlangsung seiring kemajuan sistem komputasi, sensor, dan kecerdasan buatan. Transformasi tersebut membuat diskusi mengenai pertahanan tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan teknologi, tetapi juga pada bagaimana manusia tetap mempertahankan kendali atas keputusan yang memiliki konsekuensi terhadap kehidupan manusia.

Menurut kajian tersebut, semakin berkembangnya AI memunculkan pertanyaan mendasar mengenai siapa yang bertanggung jawab ketika sebuah sistem otomatis mengambil keputusan yang berdampak besar. Selain itu, para peneliti menyoroti pentingnya memastikan bahwa perkembangan teknologi tetap selaras dengan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

Kajian Menggunakan Pendekatan Systematic Literature Review

Untuk memperoleh gambaran yang komprehensif, penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Peneliti menelusuri berbagai publikasi ilmiah dari basis data internasional, antara lain Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, ScienceDirect, dan Google Scholar.

Dari 612 publikasi yang ditemukan, proses seleksi menghasilkan 78 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria kualitas dan relevansi. Seluruh artikel kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola perkembangan teknologi, tantangan etika, serta implikasi terhadap tata kelola keamanan global.

Tiga Temuan Utama Penelitian

Kajian ini menghasilkan beberapa temuan penting.

  • Perkembangan AI meningkatkan kompleksitas pengambilan keputusan. Semakin besar peran AI, semakin penting mekanisme pengawasan manusia agar keputusan yang diambil tetap dapat dipertanggungjawabkan.
  • Tantangan etika dan hukum semakin menonjol. Peneliti menemukan bahwa banyak literatur menyoroti persoalan akuntabilitas, transparansi, dan kesesuaian penggunaan AI dengan prinsip-prinsip Hukum Humaniter Internasional.
  • Diperlukan tata kelola internasional yang lebih kuat. Sejumlah penelitian yang dikaji menyimpulkan bahwa perkembangan AI memerlukan kerja sama global agar pemanfaatannya tetap berada dalam koridor hukum dan kemanusiaan.

Pengawasan Manusia Tetap Menjadi Kunci

Salah satu pesan paling penting dalam artikel adalah bahwa kemajuan AI tidak menghilangkan peran manusia. Sebaliknya, manusia justru harus memiliki fungsi yang semakin strategis sebagai pengawas, pembuat kebijakan, dan penanggung jawab etis dalam setiap penerapan teknologi berbasis AI.

Konsep meaningful human control atau pengawasan manusia yang bermakna menjadi tema yang berulang dalam berbagai penelitian yang dianalisis. Pendekatan ini menekankan bahwa manusia harus tetap memiliki kendali terhadap penggunaan teknologi, mulai dari tahap perancangan, implementasi, hingga evaluasi sistem.

Implikasi bagi Kebijakan dan Masyarakat

Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan AI di sektor pertahanan tidak hanya menjadi perhatian kalangan militer, tetapi juga pembuat kebijakan, akademisi, pakar hukum, hingga masyarakat luas.

Penulis menilai bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan regulasi yang adaptif, transparan, dan mampu menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dengan perlindungan nilai-nilai kemanusiaan. Kolaborasi lintas disiplin ilmu—mulai dari teknik, hukum, etika, hingga hubungan internasional dipandang penting untuk memastikan perkembangan AI berlangsung secara bertanggung jawab.

Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini juga memperlihatkan pentingnya memperkuat riset mengenai etika AI, tata kelola teknologi, dan kebijakan publik. Sementara bagi pemerintah dan organisasi internasional, kajian ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi membutuhkan kerangka regulasi yang mampu mengikuti laju inovasi.

Profil Penulis

Khairunissa Ulfitri merupakan peneliti dari Republic of Indonesia Defense University yang berfokus pada kajian teknologi pertahanan, kecerdasan buatan, dan perkembangan sistem militer modern.

Yayat Ruyat merupakan akademisi di Republic of Indonesia Defense University dengan bidang keahlian pada studi pertahanan, kebijakan keamanan, dan perkembangan teknologi strategis.

Sumber Penelitian

Ulfitri, Khairunissa & Ruyat, Yayat. (2026). A Systematic Literature Review on the Advancement of Modern Weapon Systems: From Precision Guided Munitions to Autonomous Lethal Systems. Formosa Journal of Science and Technology (FJST), Vol. 5 No. 7, 2026. DOI: 10.55927/fjst.v5i7.115.  URL : https://journalfjst.my.id/index.php/fjst

Posting Komentar

0 Komentar