Tim
pengabdian masyarakat dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) melaksanakan
program bimbingan teknis untuk memperkuat tata kelola Tridharma Perguruan
Tinggi di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Ngabang, Kalimantan Barat,
pada Mei 2026. Program ini difokuskan pada penguatan Sistem Penjaminan Mutu
Internal (SPMI) dan penerapan Outcome-Based Education (OBE) guna
meningkatkan standar akademik serta kesiapan akreditasi institusi.
Latar Belakang Masalah
STT
Arastamar Ngabang menghadapi tantangan dalam pengelolaan mutu kelembagaan,
termasuk keterbatasan sumber daya manusia dalam memahami sistem mutu, belum
meratanya implementasi SPMI, serta kebutuhan untuk menyelaraskan kurikulum
dengan capaian pembelajaran lulusan. Penguatan tata kelola ini menjadi krusial
agar institusi tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga mampu
menunjukkan bukti pelaksanaan, evaluasi, dan peningkatan mutu berkelanjutan
sesuai standar pendidikan tinggi nasional.
Metodologi
Program
dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif-edukatif yang melibatkan pimpinan,
dosen, dan tenaga kependidikan STT Arastamar Ngabang. Metode yang digunakan
meliputi:
- · Analisis kebutuhan: Identifikasi tantangan pengelolaan mutu melalui komunikasi awal dengan mitra.
- · Bimbingan teknis: Pelaksanaan penyuluhan, diskusi terarah, dan studi kasus terkait implementasi SPMI serta kurikulum berbasis OBE.
- · Telaah dokumen: Pemeriksaan kesiapan dokumen akademik, kurikulum, dan rencana pembelajaran untuk mendukung akreditasi.
- · Pendampingan: Penyusunan rencana tindak lanjut agar program berkelanjutan setelah masa pengabdian selesai.
Temuan Utama
Hasil
kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan terkait
pengelolaan institusi. Poin utama keberhasilan program meliputi:
·
Peserta
kini memahami fungsi SPMI bukan sebagai beban administratif, melainkan
instrumen sistem peningkatan mutu berkelanjutan melalui siklus PPEPP
(Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).
·
Terdapat
peningkatan pemahaman dalam menyelaraskan kurikulum berbasis OBE, di mana fokus
pembelajaran beralih dari sekadar daftar mata kuliah menjadi capaian kompetensi
lulusan yang terukur.
·
Muncul
kesadaran kolektif bahwa budaya mutu adalah tanggung jawab bersama, mulai dari
komitmen pimpinan hingga peran administratif tenaga kependidikan.
Implikasi dan Dampak
Kegiatan
ini berhasil menyusun rekomendasi strategis bagi STT Arastamar Ngabang, seperti
pembentukan tim penjaminan mutu yang lebih kuat, pemetaan kurikulum OBE, serta
penyusunan road map penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut
tim pengabdian UKI, penguatan budaya mutu di perguruan tinggi membutuhkan
kombinasi antara pemahaman konseptual, pelatihan teknis, serta pendampingan
yang berkelanjutan. Hasil dari bimbingan ini diharapkan menjadi fondasi kuat
bagi mitra untuk menghadapi tantangan akreditasi dan meningkatkan relevansi
lulusan bagi kebutuhan masyarakat.
Profil
Penulis:
- Erni
Murniarti-- Universitas Kristen Indonesia
- Kerdid Simbolon-- Universitas
Kristen Indonesia
- A Kia-- Universitas Kristen Indonesia
- Hotmaulina Sihotang- Universitas Kristen Indonesia
Sumber Penelitian
Murniarti, E., Simbolon, K., Kia, A., & Sihotang, H. (2026).
"Strengthening the Quality of Higher Education Tridharma Management
Through SPMI Technical Guidance and Outcome-Based Education at Stt Arastamar
Ngabang, West Kalimantan". Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB),
5(5), 385-398.
DOI:
https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i5.31
URL: https://journaljpmb.my.id/index.php/jpmb

0 Komentar