Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Bangka Belitung - Masyarakat Adat Mapur Menjaga Eksistensi Budaya Lewat Penyaringan Modernisasi dan Penguatan Lembaga Adat. Penelitian yang dilakukan oleh Sujadmi dari Universitas Bangka Belitung dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 5 Tahun 2026 menyoroti bahwa masyarakat tradisional tidak selalu menjadi korban pasif dari perubahan zaman .
Penelitian yang dilakukan oleh Sujadmi dari Universitas Bangka Belitung menyoroti bahwa peta jalan nyata tentang bagaimana kearifan lokal dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi demi menjaga identitas bangsa .
Latar Belakang: Tekanan Industri dan Hak-Hak Masyarakat Adat
Banyak komunitas adat di Indonesia saat ini menghadapi tekanan berlapis akibat ekspansi pasar, kebijakan pembangunan, dan konversi lahan . Di wilayah Bangka Belitung, ekspansi perkebunan kelapa sawit dan industri ekstraktif secara nyata telah mengubah tata guna lahan, mengancam hutan adat, serta memicu konflik agraria . Perubahan lingkungan ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi mengikis ritual adat dan pengetahuan ekologis lokal yang diwariskan turun-temurun . Penulis berdiskusi mengenai masyarakat adat sering kali berakhir pada narasi kepunahan budaya . Namun, masyarakat Mapur di Kabupaten Bangka memberikan sudut pandang sosiologis yang berbeda . Komunitas ini membuktikan bahwa interaksi dengan dunia modern dapat dikelola secara kolektif . Kajian dari Universitas Bangka Belitung ini hadir untuk mengisi celah informasi mengenai taktik bertahan hidup sebuah komunitas adat dalam menjaga keutuhan budaya di tengah gempuran struktural yang agresif .
Metodologi: Pendekatan Studi Kasus Mendalam di Lapangan
Untuk memahami dinamika sosial ini secara akurat, Sujadmi menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasat mata yang mendalam . Pengumpulan data di lapangan dilakukan melalui wawancara tatap muka, pengamatan langsung terhadap aktivitas harian warga, serta analisis dokumen lokal . Penelitian di Kabupaten Bangka ini melibatkan delapan orang narasumber kunci yang dipilih secara terukur untuk mewakili berbagai elemen masyarakat, yaitu :
.
Temuan Utama: Empat Pilar Ketahanan Sosiokultural Mapur
Hasil penelitian dari Universitas Bangka Belitung ini membawa dampak penting bagi para pembuat kebijakan, sosiolog, dan pelaku pembangunan di Indonesia . Kasus masyarakat Mapur membuktikan bahwa modernisasi tidak harus menghancurkan tatanan budaya lokal . Pembangunan daerah terbukti berjalan lebih efektif dan minim konflik ketika melibatkan institusi adat setempat secara aktif . Bagi pemerintah daerah di Kabupaten Bangka dan wilayah lain, studi ini menegaskan perlunya regulasi formal yang melindungi wilayah adat, hutan tradisi, dan hak-hak hukum masyarakat lokal . Mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam program pemberdayaan ekonomi akan menciptakan model pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan menghargai martabat manusia .
Profil Penulis
Sujadmi adalah seorang dosen, peneliti, dan sosiolog di Universitas Bangka Belitung, Indonesia . Ia memiliki keahlian akademis di bidang sosiologi perubahan sosial, dinamika masyarakat pedesaan, hak-hak masyarakat adat, serta strategi ketahanan budaya di kawasan pasca-ekstraktif dan berkembang .
Sumber Penelitian
Sujadmi: Adaptation Strategies and Socio-Cultural Resilience of Traditional Communities in Responding to Social Transformation. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR). Vol. 5, No. 5 2026: 357-370.
DOI:https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i5.38
URL:https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr
Penelitian yang dilakukan oleh Sujadmi dari Universitas Bangka Belitung menyoroti bahwa peta jalan nyata tentang bagaimana kearifan lokal dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi demi menjaga identitas bangsa
Latar Belakang: Tekanan Industri dan Hak-Hak Masyarakat Adat
Banyak komunitas adat di Indonesia saat ini menghadapi tekanan berlapis akibat ekspansi pasar, kebijakan pembangunan, dan konversi lahan
Metodologi: Pendekatan Studi Kasus Mendalam di Lapangan
Untuk memahami dinamika sosial ini secara akurat, Sujadmi menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasat mata yang mendalam
- Dua tokoh adat (tetua kampung): Memberikan informasi mendalam mengenai nilai-nilai sakral, aturan hukum adat, dan sejarah leluhur
. - Tiga warga komunitas: Menjelaskan praktik sosial sehari-hari dan perubahan pola pencarian nafkah
. - Dua perwakilan pemuda: Memberikan perspektif antargenerasi mengenai adopsi teknologi dan pendidikan modern
. - Satu perwakilan pemerintah lokal: Memberikan sudut pandang kelembagaan formal dari luar komunitas
.
Temuan Utama: Empat Pilar Ketahanan Sosiokultural Mapur
Berdasarkan analisis data lapangan, Sujadmi memetakan empat strategi utama yang membuat masyarakat adat Mapur di Kabupaten Bangka memiliki daya tahan sosiokultural yang sangat tinggi
Penyaringan Budaya Secara Selektif: Masyarakat Mapur tidak menutup diri dari kemajuan zaman
- Penguatan Otoritas Lembaga Adat: Lembaga adat di Mapur berfungsi sebagai benteng utama dalam menjaga keteraturan sosial
. Jika terjadi konflik internal atau masalah sosial, warga selalu mengutamakan penyelesaian melalui tetua adat terlebih dahulu sebelum membawanya ke ranah hukum formal . Lembaga ini juga menjadi penentu apakah sebuah program pemerintah atau swasta layak diterima oleh warga . - Pewarisan Nilai Melalui Praktik Sehari-hari: Transformasi nilai dicegah melalui proses edukasi informal yang melekat dalam kehidupan sehari-hari
. Anak-anak dan remaja Mapur tetap dilibatkan dalam upacara ritual tradisional . Orang tua aktif mengajarkan adat istiadat di rumah, sehingga generasi muda tetap memegang teguh identitas mereka meskipun mereka menempuh pendidikan formal di luar wilayah adat . - Keputusan Kolektif yang Bersifat Gradual: Setiap respons terhadap tekanan ekonomi atau perubahan lingkungan selalu diputuskan melalui forum musyawarah adat secara perlahan dan hati-hati
. Pola pengambilan keputusan ini memperkuat solidaritas sosial dan mencegah terjadinya perpecahan internal di dalam komunitas .
Hasil penelitian dari Universitas Bangka Belitung ini membawa dampak penting bagi para pembuat kebijakan, sosiolog, dan pelaku pembangunan di Indonesia
Profil Penulis
Sujadmi adalah seorang dosen, peneliti, dan sosiolog di Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Sumber Penelitian
Sujadmi: Adaptation Strategies and Socio-Cultural Resilience of Traditional Communities in Responding to Social Transformation. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR). Vol. 5, No. 5 2026: 357-370.
DOI:
URL:

0 Komentar