Respons Penonton Terhadap Promosi Film Digital di YouTube: Studi tentang Komentar Trailer Dilan ITB 1997


Komentar Trailer Dilan ITB 1997 Didominasi Sentimen Negatif, Penelitian UNM Ungkap Penyebabnya
MAKASSAR – Respons publik terhadap trailer film Dilan ITB 1997 di YouTube ternyata lebih banyak bernada negatif dibandingkan positif. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Mufidatul Azmi dan Nidrah dari Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa isu kesesuaian karakter, pemilihan pemeran, dan perbandingan dengan film-film Dilan sebelumnya menjadi topik utama yang memicu kritik dari penonton. Studi ini menjadi penting karena media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi film, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan opini yang dapat memengaruhi persepsi publik terhadap sebuah karya. Komentar yang muncul di platform digital seperti YouTube dapat memberikan gambaran langsung mengenai penerimaan audiens terhadap strategi promosi yang dilakukan industri perfilman. Fenomena ini terlihat jelas pada peluncuran trailer Dilan ITB 1997 yang dirilis secara resmi di YouTube pada 3 April 2026. Film tersebut merupakan bagian dari semesta cerita Dilan yang sebelumnya sukses besar melalui film Dilan 1990, Dilan 1991, dan Milea: Suara dari Dilan. Popularitas film-film terdahulu menciptakan ekspektasi tinggi di kalangan penonton, terutama terhadap karakter Dilan dan Milea yang sebelumnya diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla. Untuk memahami respons masyarakat, tim peneliti mengumpulkan sebanyak 3.519 komentar YouTube menggunakan teknik web scraping berbasis Python melalui Google Colaboratory. Setelah proses pembersihan data, komentar-komentar tersebut dianalisis menggunakan model kecerdasan buatan IndoBERT, yaitu model pemrosesan bahasa Indonesia yang mampu memahami konteks percakapan di media sosial. Selain itu, peneliti juga menerapkan metode Latent Dirichlet Allocation (LDA) untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang paling sering dibahas oleh pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa sentimen negatif mendominasi percakapan publik. Distribusi sentimen yang ditemukan adalah sebagai berikut:
-1.944 komentar (55,2%) bernada negatif
-939 komentar (26,7%) bernada netral
-636 komentar (18,1%) bernada positif
Dominasi sentimen negatif mengindikasikan bahwa banyak penonton menyampaikan kritik terhadap trailer film tersebut. Kritik paling sering berkaitan dengan kecocokan pemeran dengan karakter yang ditampilkan dalam cerita. Berdasarkan hasil pemodelan topik, terdapat beberapa isu utama yang mendominasi diskusi publik.
Tema sentimen negatif meliputi:
-Kritik terhadap kesesuaian karakter.
-Perbandingan antara pemeran baru dan pemeran lama.
-Ketidakpuasan terhadap keputusan casting.
Tema sentimen positif meliputi:
-Apresiasi terhadap visual trailer.
-Dukungan terhadap aktor dan aktris yang terlibat.
-Antusiasme terhadap kelanjutan cerita Dilan.
Tema sentimen netral meliputi:
-Diskusi mengenai alur cerita.
-Pembahasan karakter dan pemera
-Spekulasi tentang perkembangan kisah dalam film.
Penelitian ini juga menemukan bahwa nostalgia memainkan peran besar dalam membentuk opini audiens. Banyak penonton masih mengaitkan karakter Dilan dengan sosok yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan pada film-film sebelumnya. Akibatnya, muncul kecenderungan membandingkan pemeran baru dengan representasi karakter yang sudah melekat kuat di benak penonton. Dalam visualisasi data berbentuk word cloud, kata-kata seperti “tua”, “kurang”, “mahasiswa”, dan “cocok” muncul paling dominan pada kelompok sentimen negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian penonton mempertanyakan apakah pemeran yang dipilih sesuai dengan citra mahasiswa yang diharapkan dalam cerita Dilan ITB 1997. Sementara itu, pada kelompok sentimen positif, kata-kata seperti “keren”, “suka”, “filmnya”, dan “terima kasih” lebih sering muncul. Hal ini menandakan bahwa sebagian audiens tetap memberikan apresiasi terhadap kualitas visual, konsep promosi, dan keberlanjutan cerita yang ditawarkan film tersebut. Menurut Mufidatul Azmi dan Nidrah dari Universitas Negeri Makassar, komentar YouTube merupakan bentuk electronic word-of-mouth (e-WOM) yang sangat berpengaruh dalam era pemasaran digital. Opini yang berkembang di kolom komentar dapat memengaruhi persepsi publik, memperkuat dukungan, atau bahkan menimbulkan keraguan terhadap sebuah produk hiburan sebelum dirilis secara resmi. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk memahami opini publik secara lebih sistematis. Dengan memanfaatkan analisis sentimen dan pemodelan topik, produser film maupun pelaku industri kreatif dapat memperoleh masukan yang lebih objektif mengenai respons audiens terhadap materi promosi yang mereka publikasikan. Dari sisi metodologi, model IndoBERT yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan performa yang cukup baik dengan tingkat akurasi mencapai 89 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa teknologi pemrosesan bahasa alami berbasis AI semakin mampu memahami ekspresi masyarakat Indonesia di media sosial, meskipun masih terdapat tantangan dalam menginterpretasikan bahasa informal dan konteks percakapan yang kompleks. Temuan ini memiliki implikasi luas bagi industri perfilman Indonesia. Selain membantu mengevaluasi efektivitas promosi digital, hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan bagi rumah produksi dalam menyusun strategi komunikasi yang lebih sesuai dengan ekspektasi penonton. Respons audiens yang terekam secara real-time di media sosial dapat menjadi sumber informasi berharga untuk mengukur tingkat penerimaan publik sebelum film ditayangkan secara luas.
Profil Penulis
Mufidatul Azmi, M.I.Kom. merupakan akademisi dan peneliti dari Universitas Negeri Makassar (UNM) yang memiliki minat penelitian pada bidang komunikasi digital, media sosial, analisis sentimen, dan perilaku audiens di platform digital.
Nidrah, M.I.Kom. adalah dosen dan peneliti di Universitas Negeri Makassar (UNM) yang fokus pada kajian komunikasi massa, media digital, serta pemanfaatan teknologi dalam penelitian komunikasi dan pemasaran digital.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Audience Responses Toward Digital Film Promotion on Youtube: A Study of Dilan ITB 1997 Trailer Comments
Penulis: Mufidatul Azmi dan Nidrah
Jurnal: International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR)
Volume dan Edisi: Vol. 4, No. 5
Tahun Publikasi: 2026

Posting Komentar

0 Komentar