Reputasi Underwriter Perkuat Pengaruh Profitabilitas terhadap Initial Return IPO, Ungkap Studi di Indonesia

Created by AI

FORMOSA NEWS - Reputasi perusahaan penjamin emisi (underwriter) terbukti menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pembentukan initial return pada penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Indonesia. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Selvia Dian Palupi dan Insyirah Putikadea dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Management and Business Intelligence (IJBMI) Volume 4 Nomor 3 Tahun 2026 ini menunjukkan bahwa reputasi underwriter mampu memperkuat pengaruh profitabilitas perusahaan terhadap initial return, sedangkan leverage dan kepemilikan manajerial tidak memperoleh penguatan yang sama.

Aktivitas IPO di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang periode 2021–2024, sebanyak 224 perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan aktivitas IPO tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Di sisi lain, peningkatan jumlah investor ritel membuat dinamika perdagangan saham pada hari pertama pencatatan menjadi semakin menarik untuk dikaji.

Dalam proses IPO, harga saham yang ditawarkan kepada publik sering kali berbeda dengan harga penutupan pada hari pertama perdagangan. Selisih tersebut dikenal sebagai initial return. Apabila harga saham meningkat pada hari pertama, investor memperoleh keuntungan dari fenomena underpricing. Sebaliknya, apabila harga saham turun setelah IPO, kondisi tersebut menunjukkan overpricing yang berpotensi merugikan investor. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang memengaruhi initial return menjadi penting bagi perusahaan, investor, maupun pelaku pasar modal.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Selvia Dian Palupi dan Insyirah Putikadea menganalisis 216 perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024. Data penelitian diperoleh dari prospektus perusahaan, laporan keuangan, dan publikasi resmi pasar modal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji pengaruh profitabilitas (Return on Assets/ROA), leverage (Debt to Equity Ratio/DER), kepemilikan manajerial, serta reputasi underwriter sebagai variabel moderasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap initial return. Artinya, perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang lebih tinggi cenderung memperoleh initial return yang lebih rendah. Hal ini terjadi karena perusahaan yang memiliki kinerja keuangan baik dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi sehingga tidak perlu menetapkan harga saham terlalu rendah saat IPO.

Temuan serupa juga terjadi pada kepemilikan manajerial. Semakin besar proporsi saham yang dimiliki oleh manajemen perusahaan, semakin rendah initial return yang dihasilkan. Investor menilai tingginya kepemilikan manajemen sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek perusahaan sehingga harga saham menjadi lebih stabil pada awal perdagangan.

Berbeda dengan dua variabel tersebut, leverage yang diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap initial return. Hasil ini mengindikasikan bahwa struktur utang perusahaan belum menjadi pertimbangan utama investor ketika mengevaluasi saham pada tahap awal IPO.

Penelitian ini juga menemukan bahwa reputasi underwriter memiliki peran strategis dalam proses penawaran saham perdana. Underwriter dengan reputasi tinggi mampu meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor. Kehadiran underwriter yang berpengalaman memberikan sinyal bahwa perusahaan telah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat sehingga mampu mengurangi ketidakpastian informasi yang sering muncul pada saat IPO.

Beberapa temuan utama penelitian meliputi:

  • Profitabilitas (ROA) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap initial return.
  • Kepemilikan manajerial juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap initial return.
  • Leverage (DER) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap initial return.
  • Reputasi underwriter memperkuat hubungan antara profitabilitas dan initial return.
  • Reputasi underwriter tidak memoderasi hubungan leverage maupun kepemilikan manajerial terhadap initial return.
  • Model penelitian mampu menjelaskan 50,6 persen variasi initial return, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian.

Menurut Selvia Dian Palupi dan Insyirah Putikadea, profitabilitas merupakan salah satu sinyal kualitas perusahaan yang paling mudah dikenali investor. Ketika perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi juga didukung oleh underwriter bereputasi baik, tingkat kepercayaan investor meningkat karena kedua faktor tersebut memberikan sinyal yang kuat mengenai prospek perusahaan di masa depan.

Sebaliknya, leverage tidak menjadi pertimbangan utama investor pada tahap awal perdagangan saham karena perhatian investor lebih banyak tertuju pada potensi keuntungan jangka pendek dibandingkan risiko struktur pendanaan perusahaan. Hal serupa juga terjadi pada kepemilikan manajerial yang dinilai investor secara independen tanpa dipengaruhi reputasi underwriter.

Temuan penelitian ini memberikan sejumlah implikasi penting bagi dunia pasar modal Indonesia. Bagi perusahaan yang berencana melakukan IPO, menjaga kinerja profitabilitas perlu diimbangi dengan pemilihan underwriter yang memiliki reputasi tinggi agar kepercayaan investor semakin meningkat. Langkah tersebut dapat membantu perusahaan memperoleh harga saham yang lebih mencerminkan nilai sebenarnya serta mengurangi risiko underpricing yang berlebihan.

Bagi investor, penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada rasio keuangan perusahaan. Reputasi underwriter juga dapat dijadikan indikator penting untuk menilai kredibilitas emiten dan kualitas proses penawaran saham perdana.

Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai pasar modal dengan mengintegrasikan faktor fundamental perusahaan dan reputasi underwriter dalam menjelaskan pembentukan initial return IPO. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa reputasi underwriter tidak selalu memperkuat seluruh faktor fundamental, melainkan terutama memperkuat sinyal yang berasal dari profitabilitas perusahaan.

Penulis juga mengakui adanya beberapa keterbatasan penelitian. Analisis hanya mencakup perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024 sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan untuk periode maupun negara lain. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan indikator keuangan yang lebih spesifik sesuai karakteristik industri, mengembangkan pengukuran reputasi underwriter, serta mengamati kinerja saham setelah IPO dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Profil Penulis

Selvia Dian Palupi merupakan peneliti dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang memiliki fokus penelitian pada bidang pasar modal, keuangan perusahaan, Initial Public Offering (IPO), dan analisis investasi.

Insyirah Putikadea merupakan dosen dan peneliti di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dengan bidang keahlian manajemen keuangan, tata kelola perusahaan, dan pasar modal.

Sumber Penelitian

Palupi, S. D., & Putikadea, I. (2026). Determinants of IPO Initial Return with Underwriter Reputation as a Moderation Variable. International Journal of Management and Business Intelligence (IJBMI), Vol. 4 No. 3, hlm. 489–504.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijmbi.v4i3.11

Posting Komentar

0 Komentar