JAKARTA – Kolaborasi strategis dalam penguatan literasi fiskal bagi generasi muda berhasil mencatatkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Dosen dan peneliti dari STIE Indonesia Banking School yang terdiri dari Ossi Ferli, Lediana Sufina, Afifah Damayanti, Alfina Marta, Catur Diah Ayu, dan Rara Marcella menggelar program edukasi perpajakan inovatif bagi siswa Jurusan Akuntansi SMK Negeri 6 Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menggandeng Direktorat Jenderal Pajak untuk memberikan pembekalan praktis. Langkah ini dipandang mendesak karena lebih dari 80 persen pendapatan negara Indonesia bersumber dari sektor pajak, sementara pemahaman regulasi di kalangan calon wirausahawan muda masih tergolong minim.
Tantangan utama yang dihadapi dunia perpajakan nasional saat ini adalah rendahnya kepatuhan formal serta adanya jarak psikologis antara otoritas pajak dan masyarakat. Survei menunjukkan bahwa meskipun ketertarikan Generasi Z untuk membuka usaha sangat tinggi mencapai 67 persen, sebagian besar dari mereka belum memahami insentif fiskal maupun kewajiban hukum yang menyertainya. Melalui pendekatan yang menyasar sekolah menengah kejuruan, program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan teori di kelas dengan dinamika dunia kerja serta ekosistem bisnis riil.
Metode yang diterapkan dalam edukasi ini bersifat partisipatif dan interaktif. Sebanyak 34 siswa kelas 11 dilibatkan dalam seminar satu hari yang memadukan ceramah ringkas, simulasi studi kasus, dan diskusi dua arah. Pengukuran efektivitas program dilakukan secara ketat menggunakan instrumen kuesioner sebelum dan sesudah pemaparan materi untuk melacak perubahan kognitif sekaligus pergeseran paradigma para peserta terhadap fungsi pajak.
Hasil evaluasi menunjukkan lonjakan pengetahuan yang luar biasa di kalangan siswa. Nilai rata-rata pemahaman dasar perpajakan peserta melejit dari 73,5 pada pengujian awal menjadi 96,5 pada pengujian akhir. Lebih dari itu, sebanyak 91 persen peserta mampu meraih nilai sempurna pada evaluasi penutup. Perubahan paling radikal terlihat pada indikator persepsi, di mana 100 persen siswa kini berhasil meluruskan kekeliruan paradigma lama dan sepakat bahwa pajak bukanlah beban tambahan yang menggerus laba usaha, melainkan sebuah indikator kesuksesan sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan negara. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan usaha sampingan dan pemisahan kas pribadi juga ikut terdongkrak naik hingga menyentuh angka 97 persen.
Dampak jangka panjang dari kegiatan ini sangat krusial bagi ketahanan ekonomi nasional dan penyiapan iklim usaha yang sehat. Dengan menanamkan literasi keuangan dan kesadaran pajak sejak dini, para siswa tidak hanya siap menjadi tenaga kerja profesional yang patuh hukum, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi lahirnya wirausahawan baru yang akuntabel. Hubungan interaktif yang terbangun dalam sesi tanya jawab bersama perwakilan Direktorat Jenderal Pajak terbukti mampu mengikis rasa takut dan membangun kepercayaan generasi muda terhadap otoritas fiskal negara.
Informasi Profil Penulis:
Ossi Ferli, Lediana Sufina, Afifah Damayanti, Alfina Marta, Catur Diah Ayu, Rara Marcella (STIE Indonesia Banking School).
Sumber Penelitian:
Ferli, O., Sufina, L., Damayanti, A., Marta, A., Ayu, C. D., & Marcella, R. (2026). Tax Education for Students at SMKN 6 Jakarta as Aspiring Entrepreneurs: Implementation of a Student Community Service Program in Collaboration with the Direktorat Jenderal Pajak. Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF), 5(3), 213-228.
DOI: https://doi.org/10.55927/jpmf.v5i3.3
URL: https://journaljpmf.my.id/index.php/jpmf
0 Komentar