Program Pemberian Makanan Tambahan Tingkatkan Kesehatan dan Kehadiran Siswa di Baguio City

Ilustrasi by AI

Baguio City, Filipina — Program pemberian makanan tambahan yang dijalankan Fernando-Rosa Bautista (FRB) Foundation dinilai memberikan dampak positif terhadap kesehatan, kehadiran, dan keterlibatan belajar siswa sekolah dasar. Temuan tersebut dipublikasikan dalam penelitian yang ditulis oleh Angelica Corpuz dari University of Baguio dan terbit pada tahun 2026 di East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR).

Penelitian ini menjadi salah satu kajian yang menyoroti efektivitas program makan sekolah yang dibiayai oleh lembaga swasta. Selama ini, sebagian besar penelitian di Filipina lebih banyak berfokus pada program pemberian makanan yang dijalankan pemerintah. Hasil studi menunjukkan bahwa program FRB Foundation tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga penerima manfaat.

Masalah kekurangan gizi masih menjadi tantangan bagi banyak anak usia sekolah di Filipina. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan belajar, tingkat konsentrasi, kesehatan, hingga kehadiran siswa di sekolah. Karena itu, berbagai program pemberian makanan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan anak sekaligus mendukung proses pendidikan.

Untuk memahami dampak program secara lebih mendalam, Angelica Corpuz melibatkan orang tua dan guru dari sepuluh sekolah dasar negeri di Baguio City yang menjadi lokasi pelaksanaan Program Pemberian Makanan FRB Foundation. Penelitian dilakukan dengan menggabungkan survei dan wawancara sehingga mampu menggambarkan pengalaman para pemangku kepentingan secara lebih komprehensif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru memberikan penilaian sangat positif terhadap manfaat program tersebut. Guru mengamati bahwa siswa menjadi lebih fokus selama pembelajaran, lebih aktif dalam kegiatan kelas, dan mengalami penurunan gangguan belajar akibat rasa lapar. Selain itu, siswa juga terlihat lebih berenergi dan lebih terlibat dalam aktivitas sekolah sehari-hari.

Dari sisi kesehatan, guru menilai program ini membantu meningkatkan kondisi fisik siswa. Keluhan terkait rasa lapar dan kelelahan berkurang, sementara konsentrasi serta kewaspadaan siswa meningkat. Para guru juga melihat adanya perbaikan dalam kehadiran siswa karena anak-anak lebih termotivasi untuk datang ke sekolah secara rutin.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh para orang tua. Mereka mengakui adanya peningkatan energi dan fokus belajar anak setelah mengikuti program. Banyak orang tua menyatakan bahwa anak mereka menjadi lebih bersemangat mengerjakan pekerjaan rumah dan lebih jarang mengeluhkan rasa lapar di rumah.

Selain manfaat pendidikan dan kesehatan, penelitian ini menemukan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Sebagian besar keluarga peserta program berasal dari kelompok berpenghasilan rendah, dengan hampir 69 persen responden memiliki pendapatan rumah tangga kurang dari 10.000 peso Filipina per bulan. Lebih dari 61 persen orang tua mengaku program tersebut membantu mengurangi pengeluaran makanan keluarga.

Perbaikan kesehatan anak menjadi faktor utama yang membentuk persepsi positif orang tua terhadap program. Sebanyak 68,33 persen responden menyatakan bahwa peningkatan kesehatan anak merupakan alasan utama mereka menilai program ini bermanfaat. Selain itu, lebih dari 71 persen orang tua melaporkan bahwa anak mereka menjadi lebih rajin bersekolah sejak program dijalankan.

Menurut Angelica Corpuz dari University of Baguio, keberhasilan program pemberian makanan tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga pada dukungan orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Meski demikian, penelitian juga menemukan beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki. Orang tua dan guru mengusulkan variasi menu yang lebih beragam, pasokan makanan yang lebih konsisten, pemantauan perkembangan siswa secara berkala, serta peningkatan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan program.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa program pemberian makanan yang dikelola organisasi swasta dapat menjadi pelengkap penting bagi upaya pemerintah dalam mengatasi masalah gizi anak sekolah. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan pengelolaan yang efektif, program serupa berpotensi meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.

Profil Penulis

Angelica Corpuz
Afiliasi: University of Baguio, Filipina

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Perception of Parents and Teachers on the Fernando-Rosa Bautista Foundation Feeding Program

Penulis: Angelica Corpuz

Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 5

Tahun Publikasi: 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i5.141

URL Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar