Pengembangan Karier dan Dukungan Organisasi Tingkatkan Keterikatan Pegawai BPS Kalimantan Barat

Ilustrasi by AI

PONTIANAK – Pengembangan karier dan dukungan organisasi terbukti berperan penting dalam meningkatkan employee engagement atau keterikatan pegawai di lingkungan instansi pemerintah. Penelitian yang dilakukan oleh akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pontianak menemukan bahwa pengembangan karier dan persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif serta signifikan terhadap tingkat keterikatan pegawai di Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE) Volume 5 Nomor 3 Tahun 2026.

Temuan ini menjadi penting karena keterikatan pegawai merupakan salah satu faktor yang menentukan produktivitas, loyalitas, dan kualitas pelayanan publik. Pegawai yang memiliki keterikatan tinggi cenderung lebih bersemangat dalam bekerja, memiliki komitmen terhadap organisasi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mencapai tujuan institusi.

Penelitian dilakukan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur hubungan antara pengembangan karier, persepsi dukungan organisasi, dan keterikatan pegawai. Analisis dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kedua faktor tersebut memengaruhi tingkat employee engagement di lingkungan kerja pemerintah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pengembangan karier maupun dukungan organisasi memiliki pengaruh positif terhadap keterikatan pegawai. Semakin besar peluang pengembangan karier yang diberikan organisasi dan semakin tinggi dukungan yang dirasakan pegawai, semakin tinggi pula tingkat keterikatan mereka terhadap pekerjaan dan organisasi.

Temuan Utama Penelitian

  • Pengembangan karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement.
  • Persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement.
  • Nilai korelasi antara pengembangan karier, dukungan organisasi, dan keterikatan pegawai berada pada kategori sedang dengan koefisien 0,414.
  • Pengembangan karier dan dukungan organisasi secara bersama-sama menjelaskan 17,1 persen variasi keterikatan pegawai.
  • Pengembangan karier memiliki pengaruh signifikan dengan nilai t-hitung 2,816 dan tingkat signifikansi 0,006.
  • Persepsi dukungan organisasi memiliki pengaruh signifikan dengan nilai t-hitung 2,119 dan tingkat signifikansi 0,037.

Penelitian menjelaskan bahwa pengembangan karier memberikan kejelasan mengenai peluang masa depan pegawai dalam organisasi. Ketika pegawai melihat adanya kesempatan untuk berkembang, memperoleh pelatihan, dan mendapatkan promosi berdasarkan kompetensi, mereka cenderung menunjukkan tingkat motivasi dan keterikatan yang lebih tinggi terhadap pekerjaan mereka.

Selain itu, persepsi dukungan organisasi juga memainkan peran penting. Pegawai yang merasa organisasi menghargai kontribusi mereka, memperhatikan kesejahteraan mereka, dan memberikan dukungan yang memadai cenderung memiliki hubungan emosional yang lebih kuat dengan organisasi. Kondisi ini mendorong mereka untuk bekerja lebih optimal dan mempertahankan loyalitas terhadap institusi tempat mereka bekerja.

Menurut peneliti, kombinasi antara sistem pengembangan karier yang jelas dan dukungan organisasi yang kuat dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keterikatan pegawai di sektor publik. Dengan tingkat keterikatan yang tinggi, organisasi berpotensi meningkatkan produktivitas, kualitas layanan, dan efektivitas pencapaian tujuan organisasi.

Bagi instansi pemerintah, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investasi pada pengembangan sumber daya manusia tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi pegawai, tetapi juga memperkuat hubungan antara pegawai dan organisasi. Hal tersebut penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Peneliti juga merekomendasikan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan faktor-faktor lain yang memengaruhi employee engagement, seperti kepemimpinan, budaya organisasi, kompensasi, dan karakteristik individu, mengingat masih terdapat 82,9 persen variasi keterikatan pegawai yang dijelaskan oleh faktor di luar model penelitian ini.

Profil Penulis

  • Rifa Fitriah - Universitas Muhammadiyah Pontianak
  • Devi Yasmin - Universitas Muhammadiyah Pontianak

Sumber Penelitian

Pengaruh Pengembangan Karier dan Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Employee Engagement pada Aparatur Sipil Negara di Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 3, 2026, hlm. 917–930.

DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i3.37

URL Jurnal: https://journalijbae.my.id/index.php/ijbae


Posting Komentar

0 Komentar