Pelatihan Konstruksi Baja Ringan untuk Warga Kelurahan Cawang, Jakarta Timur

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Krisis Kayu Mahal, Warga Cawang Kini Mahir Rakit Rangka Baja Ringan Ramah LingkunganPengabdian ini diungkapkan dalam riset M. Maria Sudarwani, Sri Pare Eni, Ktut Silvanita Mangani, Setiyadi, Kefin Grardiyan S.D. Siga, dan Friska Grezlie Kase dari Universitas Kristen Indonesia dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 5 Tahun 2026 menyoroti bahwa Berkolaborasi dengan PT Kencana Maju Bersama serta Himpunan Aplikator Pekerjaan Indonesia (HAPI), pelatihan intensif ini dilaksanakan guna mendongkrak kompetensi teknis warga di tengah padatnya kawasan urban Jakarta.

Menjawab Tantangan Bahan Bangunan di Kawasan Padat
Kondisi geografis Kelurahan Cawang yang mencakup area seluas 179,04 hektare dengan populasi padat mencapai lebih dari 38.000 jiwa menuntut adanya efisiensi dalam pengelolaan tempat tinggal. Sayangnya, minimnya program pelatihan teknis membuat para tukang bangunan lokal dan warga setempat kekurangan akses terhadap standar baku pemasangan material modernBaja ringan sendiri dipilih sebagai solusi utama karena memiliki karakteristik unggul: bobotnya ringan, strukturnya fleksibel, tahan terhadap serangan rayap, dan aplikasinya relatif mudah. Dari aspek keberlanjutan lingkungan, material ini dapat didaur ulang sepenuhnya ($100\%$) dan memiliki presisi dimensional yang tinggi, sehingga meminimalkan sisa sampah proyek di lokasi pembangunan. Keunggulan ini sekaligus mengeliminasi kebutuhan senyawa kimia antiserangga yang biasa diaplikasikan pada kayu konvensional.

Metode Praktis: Belajar Sembari Berbuat
Guna memastikan transfer ilmu berjalan optimal, tim peniliti UKI menerapkan pendekatan Participatory Community Empowerment atau Pemberdayaan Komunitas Partisipatif. Pendekatan ini menggeser paradigma lama dari sekadar "bekerja untuk komunitas" menjadi "bekerja bersama komunitas" melalui jalinan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion).
Secara terstruktur, program dijalankan melalui empat tahapan utama:
  • Orientasi dan Pemetaan Kebutuhan: Tim melakukan koordinasi awal bersama perangkat kelurahan dan mitra industri untuk menginventarisasi masalah pertukangan di lapangan.
  • Observasi Lapangan: Peninjauan langsung ke area permukiman untuk melihat kondisi riil bangunan vernakular dan infrastruktur lokal.
  • Edukasi dan Pelatihan Kerja: Sesi interaktif yang membedah karakteristik profil baja ringan sesuai regulasi SNI 8399-2017, pengenalan alat potong, hingga simulasi perakitan.
  • Evaluasi Mutu: Pengujian langsung terhadap hasil rakitan warga untuk mengukur akurasi dimensi dan kekuatan sambungan struktur.
Dalam sesi praktik yang berlangsung selama tiga jam di area luar kantor kelurahan, para peserta ditantang untuk merakit miniatur model rangka plafon dan dinding partisi secara langsung berdasarkan cetak biru kerja yang telah disiapkan. Berbekal mesin potong, gunting manual, bor listrik, dan sekrup khusus, warga dipandu secara runut untuk memotong serta menyambungkan tiap profil baja.

Temuan dan Keberhasilan Program
Edukasi berbasis proyek (project-based learning) ini terbukti menorehkan hasil yang signifikan. Berdasarkan data evaluasi tim akademisi UKI, parameter keberhasilan program tercatat sebagai berikut:
  • 85% Peserta Mahir Mandiri: Sebanyak $85\%$ dari total peserta pelatihan sukses merakit model rangka baja ringan dengan tingkat akurasi struktural yang memuaskan.
  • Kepatuhan K3 yang Tinggi: Warga mampu mengoperasikan perangkat bor listrik dan mesin potong dengan aman sesuai prosedur keselamatan kerja yang diinstruksikan.
  • Hibah Alat Edukasi: Hasil karya rakitan fisik berupa maket rangka plafon dan partisi skala kecil dihibahkan ke kantor kelurahan sebagai media edukasi jangka panjang bagi warga lainnya.
Dampak Nyata bagi Masyarakat dan Sektor Kebijakan
Keberhasilan program ini membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi mandiri masyarakat Kelurahan Cawang. Melalui sertifikat pelatihan yang diberikan, para pengrajin dan pemuda setempat kini mengantongi modal keterampilan formal untuk menawarkan jasa pertukangan baja ringan secara profesional. Di sisi lain, adopsi material baja ringan secara massal di tingkat kelurahan diharapkan mampu menekan angka kerusakan rumah akibat pelapukan atau kebakaran di kawasan padatMengingat dampak positifnya yang masif, tim peneliti merekomendasikan agar skema pelatihan serupa direplikasi secara berkala di berbagai kelurahan lain di wilayah Jakarta Timur yang memiliki karakteristik sosio-ekonomi sejenis.

Profil Penulis
M. Maria Sudarwani, S.T., M.T. – Dosen dan peneliti senior di Universitas Kristen Indonesia. Ahli di bidang arsitektur, perencanaan wilayah perumahan, dan pengembangan arsitektur vernakular ramah lingkungan.
Sri Pare Eni, S.T., M.T. – Staf pengajar Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Indonesia dengan fokus keahlian pada desain ruang urban dan partisipasi komunitas.
Ktut Silvanita Mangani, S.E., M.M. – Pakar manajemen dan ekonomi dari Universitas Kristen Indonesia yang berfokus pada analisis kelayakan biaya konstruksi serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Setiyadi, Kefin Grardiyan S.D. Siga, Friska Grezlie Kase – Tim teknis dan pilar perancang materi instruksional dari Universitas Kristen Indonesia.

Sumber Peneliti
M. Maria Sudarwani, Sri Pare Eni, Ktut Silvanita Mangani, Setiyadi, Kefin Grardiyan S.D. Siga, dan Friska Grezlie KaseLight Steel Construction Training for the Community of Cawang Urban Village, East Jakarta. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 5 2026, Halaman 257-266.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i5.26
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar