Proses pemipilan jagung secara manual membutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang besar, namun menghasilkan produktivitas yang rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Andriyono dan Farid Sariman dari Universitas Musamus, Merauke, pada Juni 2026 ini bertujuan untuk merancang modifikasi pada mesin pemipil jagung guna meningkatkan efisiensi kerja dan mengukur kapasitas produksi mesin setelah dilakukan perubahan.
Latar Belakang dan Tujuan
Masalah utama dalam pemipilan jagung tradisional di Merauke adalah inefisiensi waktu dan rendahnya hasil produksi. Penelitian ini berfokus pada modifikasi komponen mekanis mesin pemipil jagung yang sudah ada agar kinerjanya lebih optimal dan dapat mendukung kebutuhan petani lokal dalam mempercepat proses pasca-panen.
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan melalui serangkaian modifikasi teknis pada mesin pemipil jagung yang ada di La Guy Workshop, Merauke. Modifikasi yang dilakukan meliputi:
- Perubahan Kapasitas: Memperbesar ukuran hopper (corong penampung) dari 0,021 $m^3$ menjadi 0,024 $m^3$.
- Peningkatan Kecepatan: Mengganti pulley motor untuk meningkatkan kecepatan putaran dari 350 rpm menjadi 584 rpm.
- Optimalisasi Komponen: Memperbesar saringan pemipil (shelling screen).
- Penambahan Fitur: Menambahkan kipas pembersih (cleaning blower) yang diambil dari mesin perontok padi untuk membersihkan hasil pemipilan.
Pengujian dilakukan melalui 9 kali uji coba menggunakan jagung kering dengan diameter 40-80 mm.
Temuan Utama
Hasil modifikasi menunjukkan dampak positif terhadap performa mesin:
- Peningkatan Kapasitas Kerja: Mesin hasil modifikasi memiliki kapasitas kerja yang jauh lebih efisien dibandingkan sebelum dimodifikasi.
- Efisiensi Pembersihan: Penambahan blower pembersih berhasil memisahkan biji jagung dari kotoran atau sisa tongkol dengan lebih efektif, sehingga kualitas hasil akhir menjadi lebih bersih.
- Kecepatan Operasional: Peningkatan putaran mesin (rpm) terbukti mampu mempercepat proses perontokan biji jagung dari tongkolnya tanpa merusak kualitas biji jagung secara signifikan.
Implikasi bagi Pertanian Lokal
Penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi teknis yang relatif sederhana pada mesin pertanian dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi petani di Kabupaten Merauke. Dengan peningkatan kapasitas dan kebersihan hasil, petani dapat menekan biaya operasional dan menghemat waktu produksi, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing produk jagung mereka.
Profil Penulis:
- Andriyono, Farid Sariman – Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Musamus, Merauke, Indonesia.
Sumber Penelitian:
Andriyono, & Sariman, F. (2026). "Modification of Corn Shelling Machine in Merauke Regency". International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST), 4(6), 320-327.
0 Komentar