Kemampuan membaca pemahaman merupakan fondasi utama bagi keberhasilan belajar siswa di sekolah dasar. Namun, rendahnya minat dan keterampilan membaca masih menjadi tantangan di banyak daerah. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Ilmi, Miftahul Jannah, dan Ashaoliya dari Universitas Negeri Makassar pada Mei 2026 menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran SQ4R (Survey, Question, Read, Recite, Reflect, Review) yang dipadukan dengan media komik mampu meningkatkan hasil belajar membaca siswa secara signifikan di UPT SD Negeri 7 Benteng.
Mengatasi Rendahnya Membaca Pemahaman
Siswa sering kali kesulitan menangkap inti sari bacaan karena metode pembelajaran yang digunakan cenderung pasif dan kurang menarik. Penggunaan teks buku pelajaran yang monoton sering kali gagal memicu imajinasi dan minat siswa untuk menggali informasi lebih dalam. Tanpa pendekatan yang tepat, kemampuan membaca siswa tetap berada di level dasar. Penggunaan media komik hadir sebagai solusi visual untuk membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan informatif, sehingga memudahkan siswa memahami struktur cerita dan informasi dalam bacaan.
Metode Penelitian Tindakan Kelas
Peneliti menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif untuk memperbaiki proses pembelajaran secara langsung. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Fokus utama penelitian ini adalah menguji bagaimana model SQ4R mampu membimbing siswa secara sistematis dalam membaca, sementara media komik berfungsi sebagai alat bantu untuk memvisualisasikan narasi agar lebih mudah diserap oleh siswa kelas IV.
Temuan Utama: Efektivitas SQ4R dan Komik
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam dua siklus pembelajaran:
- Peningkatan Kategori: Pada siklus pertama, proses dan hasil belajar siswa masih berada dalam kategori cukup. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus kedua, kedua aspek tersebut meningkat signifikan ke kategori baik.
- Sistematika Berpikir: Model SQ4R membantu siswa lebih terstruktur dalam mendekati bacaan—mulai dari melakukan survei awal hingga meninjau kembali (review) materi yang telah dipelajari.
- Keterlibatan Siswa: Media komik terbukti efektif memicu antusiasme siswa, membuat mereka lebih aktif terlibat dalam diskusi dan analisis isi bacaan.
Dampak bagi Pendidikan Dasar
Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi dunia pendidikan dasar, khususnya dalam mengatasi hambatan literasi. Menurut tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar, kombinasi antara metode yang terstruktur dan media yang menarik adalah kunci untuk meningkatkan kualitas literasi. Bagi guru sekolah dasar, model ini menawarkan strategi praktis yang mudah diterapkan untuk menciptakan suasana kelas yang interaktif. Dengan pendekatan ini, keterampilan membaca bukan lagi menjadi beban, melainkan aktivitas yang disukai dan dikuasai oleh siswa.
Profil Penulis:
- Nur Ilmi – Peneliti, Universitas Negeri Makassar; bidang keahlian: Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Bahasa.
- Miftahul Jannah – Peneliti, Universitas Negeri Makassar; bidang keahlian: Pendidikan Bahasa Indonesia.
- Ashaoliya – Peneliti, Universitas Negeri Makassar; bidang keahlian: Pendidikan Dasar.
Sumber Penelitian: Ilmi, N., Jannah, M., & Ashaoliya. (2026). "Implementation of the SQ4R Learning Model Using Comics to Improve Reading Comprehension Learning Outcomes of Grade IV Student at UPT SD Negeri 7 Benteng". International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), 4(5), 687-700. DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i5.13
0 Komentar