SERANG –
Pengembangan model Corporate University (Corpu) berbasis Teknologi Informasi
dan Komunikasi (ICT) terbukti mampu meningkatkan kompetensi dan kinerja
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Temuan
tersebut dilaporkan oleh Muhammad Arif Rahman bersama Sudadio dan Asep Muhyidin
dari Program Doktor Pendidikan, Sekolah Pascasarjana Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa. Penelitian ini dipublikasikan pada Mei 2026 di Journal of
Educational Analytics (JEDA) dan dinilai penting karena menawarkan solusi
pembelajaran digital yang mendukung reformasi birokrasi serta transformasi
pemerintahan berbasis teknologi.
Peningkatan
kualitas sumber daya manusia aparatur negara menjadi salah satu agenda utama
pemerintah dalam menciptakan birokrasi yang profesional, adaptif, dan
berorientasi pada pelayanan publik. Namun, pengembangan kompetensi ASN masih
menghadapi berbagai kendala, mulai dari pelatihan yang bersifat konvensional,
proses belajar yang terpisah-pisah, rendahnya budaya berbagi pengetahuan,
hingga belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran
organisasi.
Konsep
Corporate University kemudian muncul sebagai strategi pengembangan SDM yang
mengintegrasikan pembelajaran individu, kelompok, dan organisasi secara
berkelanjutan. Namun, implementasinya di banyak instansi pemerintah daerah
masih menghadapi tantangan karena belum didukung oleh sistem pembelajaran
digital yang terintegrasi.
Untuk
menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti mengembangkan model Corporate
University berbasis ICT yang dirancang khusus untuk mendukung peningkatan
kompetensi ASN di Pemerintah Provinsi Banten. Penelitian dilakukan menggunakan
pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi
tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
Data
penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner.
Selanjutnya, model diuji melalui validasi ahli serta implementasi pada ASN di
lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk mengukur tingkat efektivitasnya.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mengintegrasikan berbagai
komponen pembelajaran modern dalam satu sistem organisasi pembelajar digital,
antara lain:
- Pembelajaran individu (individual learning).
- Pembelajaran kelompok (group learning).
- Pembelajaran organisasi (organizational learning).
- Learning Management System (LMS).
- Knowledge Management System (KMS).
- Artificial Intelligence (AI).
- Collaborative learning.
- Knowledge sharing.
Berdasarkan
hasil validasi para ahli, model Corporate University berbasis ICT dinilai layak
untuk diterapkan dalam pengembangan kompetensi ASN. Para validator menilai
model tersebut memiliki sistematika pembelajaran yang baik, integrasi teknologi
yang memadai, serta mampu mendukung budaya belajar kolaboratif di lingkungan
organisasi pemerintah.
Uji
efektivitas menunjukkan hasil yang sangat positif. Model menghasilkan nilai
rata-rata N-Gain sebesar 0,7222 yang termasuk dalam kategori tinggi. Sementara
itu, rata-rata persentase N-Gain mencapai 72,2156 persen dan masuk kategori
efektif.
Temuan
tersebut menunjukkan bahwa penerapan Corporate University berbasis ICT mampu
meningkatkan kompetensi ASN secara signifikan sekaligus memperkuat kinerja yang
berorientasi pada mutu pelayanan publik.
Penelitian
juga menemukan bahwa sebelum model diterapkan, pengembangan kompetensi ASN
masih didominasi pelatihan formal yang bersifat administratif dan belum
membentuk budaya belajar berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi pembelajaran
masih terbatas, sementara praktik kolaborasi dan berbagi pengetahuan
antarpegawai belum berkembang secara optimal.
Menurut
Muhammad Arif Rahman dan tim dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, integrasi
LMS, KMS, kecerdasan buatan, serta sistem pembelajaran kolaboratif memungkinkan
ASN memperoleh akses pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, dan
berkelanjutan. Sistem tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan individu,
tetapi juga membantu organisasi mengelola dan mendistribusikan pengetahuan
secara lebih efektif.
Dampak
penelitian ini dinilai strategis bagi pengembangan birokrasi modern di
Indonesia. Model Corporate University berbasis ICT dapat menjadi acuan bagi
pemerintah daerah maupun instansi publik lainnya dalam membangun ekosistem
pembelajaran digital yang mendukung peningkatan kompetensi pegawai secara
berkelanjutan.
Selain
itu, penguatan budaya berbagi pengetahuan dan pembelajaran kolaboratif
berpotensi mempercepat proses inovasi organisasi, meningkatkan kualitas
pelayanan publik, serta mendukung transformasi digital yang sedang dijalankan
pemerintah.
Bagi
pembuat kebijakan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investasi pada sistem
pembelajaran digital yang terintegrasi dapat menjadi salah satu strategi
efektif untuk meningkatkan kualitas ASN dan memperkuat reformasi birokrasi di
era digital.
Profil Penulis
- Muhammad Arif Rahman - Sultan Ageng Tirtayasa University
- Prof. Dr. Sudadio - Sultan Ageng Tirtayasa University
- Dr. Asep Muhyidin - Ageng Tirtayasa University
Sumber Penelitian
Rahman,
M.A., Sudadio, & Muhyidin, A. (2026). Development of an ICT-Based
Corporate University (Corpu) Model to Improve the Competence and Performance of
Quality-Cultivated Civil Servants in the Banten Provincial Government.
Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 2, Mei 2026, halaman
369–374.
DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i2.29
URL
Jurnal: https://journaljeda.my.id/index.php/jeda

0 Komentar