Meningkatkan Kesiapan Menghadapi Ujian Lisensi dalam Mata Kuliah Pendidikan Profesi Melalui Sesi Integrasi di Kalangan Calon Guru

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Philipina - Sesi Integrasi Terstruktur Kunci Sukses Calon Guru Hadapi Ujian Lisensi Nasional. Penelitian yang dilakukan oleh Sardina Dante, Kristoffer Paul C. Obispo, Ca
ngon Jazztine Anne L., dan Ignacio Rachelle Ann D
. dari Gordon College dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada
Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 6 Tahun 2026 menyoroti bahwa implementasi "sesi integrasi" (integration sessions) secara terstruktur mampu meningkatkan kesiapan akademik dan penguasaan materi para mahasiswa kependidikan secara signifikan.

Menjawab Tantangan Standardisasi Guru di Filipina
Di Filipina, setiap lulusan sarjana pendidikan wajib melewati Board Licensure Examination for Professional Teachers (BLEPT) untuk mendapatkan lisensi mengajar resmi. Ujian ini menjadi standar nasional untuk mengukur kualitas institusi pencetak guru. Namun, tingkat kelulusan yang fluktuatif sering kali dipengaruhi oleh kesiapan mental, kecemasan ujian, serta penyelarasan kurikulum kampus dengan standar kompetensi nasionalMelihat urgensi tersebut, tim peneliti dari Gordon College menguji coba sesi integrasi sebagai strategi penguatan kurikulum. Langkah ini juga selaras dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDG Nomor 4), yaitu menyediakan pendidikan berkualitas yang inklusif serta meningkatkan jumlah pendidik terlatih secara global.

Metodology Sederhana Berdampak Besar
Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan metode satu kelompok uji awal dan uji akhir (one-group pretest-posttest design). Instrumen yang digunakan adalah soal pilihan ganda standar yang dirancang khusus mengikuti kisi-kisi resmi BLEPTSebanyak enam domain utama bidang pendidikan profesional diuji dalam riset ini, meliputi:
  • Pengondisian Pembelajaran (Facilitating Learning).
  • Pengembangan Kurikulum (Curriculum Development).
  • Prinsip Tumbuh Kembang dan Belajar Anak (Child and Adolescent Learners and Learning Principles).
  • Dasar Pendidikan Khusus dan Inklusif (Foundation of Special and Inclusive Education).
  • Evaluasi Pembelajaran (Assessment of Learning).
  • Topik Campuran Pendidikan Profesional.
Awalnya, para mahasiswa mengikuti pre-test untuk memetakan kelemahan akademik mereka. Setelah itu, selama beberapa minggu, mereka mengikuti sesi integrasi terstruktur berupa simulasi soal, diskusi kelompok, dan penguatan konsep oleh dosen ahli. Pada akhir sesi, para peserta kembali diuji dengan post-test paralel untuk mengukur lompatan kompetensi mereka.

Temuan Utama: Skor Melonjak Drastis di Semua Lini
Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan hasil yang luar biasa. Semua kelompok mahasiswa mengalami peningkatan nilai yang sangat signifikan dengan ukuran efek (effect size) maksimal. Artinya, keberhasilan intervensi ini merata di hampir seluruh peserta ujian.
Berikut adalah rincian rata-scale nilai (skor rata-rata) sebelum dan sesudah sesi integrasi:
1. Program Bachelor of Elementary Education (BEEd)
  • Pengondisian Pembelajaran: Skor melonjak dari 10,49 saat pre-test menjadi 27,18 pada post-test.
  • Pengembangan Kurikulum: Mengalami kenaikan dari nilai awal 11,97 menjadi 25,82.
  • Tumbuh Kembang Anak: Meningkat pesat dari angka 12,62 menuju 26,46.
  • Pendidikan Inklusif: Naik signifikan dari rata-rata 13,56 menjadi 26,36.
  • Evaluasi Pembelajaran: Dari skor dasar 11,62 melesat ke angka 24,56.
2. Program Bachelor of Early Childhood Education (BECEd)
  • Pengondisian Pembelajaran: Naik dari nilai 9,87 menjadi 22,93.
  • Pengembangan Kurikulum: Mencatat lompatan tertinggi dari skor rendah 6,40 menjadi 21,67.
  • Tumbuh Kembang Anak: Meningkat dari rata-rata 9,67 ke posisi 20,93.
  • Pendidikan Inklusif: Dari nilai awal 12,47 berhasil dikembangkan menjadi 21,13.
  • Evaluasi Pembelajaran: Beranjak dari nilai genap 10,00 menuju skor 21,33.
Catatan Uji Statistik: Nilai signifikansi ($p$) dari seluruh uji domain berada jauh di bawah 0,05, didukung korelasi rank biserial sebesar -1,00 yang mengonfirmasi bahwa arah perubahan sepenuhnya positif seluruh mahasiswa meraih nilai pasca-tes yang lebih baik.

Dampak Luas bagi Dunia Pendidikan
Keberhasilan program di Gordon College ini membawa implikasi penting bagi kebijakan pendidikan tinggi. Sesi integrasi terbukti tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif, tetapi juga mereduksi kecemasan emosional mahasiswa dalam menghadapi ujian berskala nasional. Dengan adanya evaluasi diagnostik berkala dan pembahasan berbasis kompetensi, mahasiswa menjadi lebih familier dengan struktur soal ujian lisensi yang sebenarnyaBagi masyarakat dan dunia usaha (sekolah), intervensi semacam ini menjamin bahwa lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi adalah para pendidik yang siap pakai, kompeten, dan memiliki literasi asesmen yang kuat.

Profil Peneliti
Sardina Dante: Dosen dan peneliti di bidang Pendidikan Guru di Gordon College, Filipina.
Kristoffer Paul C. Obispo: Peneliti utama dan dosen kependidikan di Gordon College, spesialis dalam strategi pembelajaran pra-jabatan dan manajemen magang kependidikan.
Cabangon Jazztine Anne L.: Akademisi kependidikan terafiliasi dengan Gordon College, fokus pada metode pengajaran anak usia dini dan sekolah dasar.
Ignacio Rachelle Ann D: Tim peneliti Gordon College, menaruh minat besar pada pengembangan kurikulum dan evaluasi hasil belajar.

Sumber Penelitian
Sardina Dante, 
Kristoffer Paul C. Obispo, Cabangon Jazztine Anne L, Ignacio Rachelle Ann D: Enhancing Licensure Examination Readiness in Professional Education Courses through Integration Sessions among Pre-Service Teachers.  Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR). Vol. 5, No. 6 2026: 381-396.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i6.25
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

Posting Komentar

0 Komentar