Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Jadi Kunci Kinerja Pegawai Politeknik Transportasi

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Palembang - Kinerja pegawai di Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang terbukti dipengaruhi kuat oleh kepemimpinan, disiplin kerja, dan kepuasan kerja. Temuan ini diungkap dalam riset yang dilakukan oleh Muhammad Fajerin bersama Helmi, Izman, dan Sholahuddin, yang dipublikasikan dalam Asian Journal of Applied Business and Management tahun 2026. Studi ini penting karena memberikan gambaran konkret tentang faktor-faktor yang mendorong kinerja pegawai di institusi pendidikan vokasi sektor transportasi.

Penelitian ini berangkat dari kebutuhan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor transportasi, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi. Poltektrans SDP memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga profesional di bidang transportasi air. Oleh karena itu, kinerja pegawai menjadi elemen krusial yang menentukan kualitas layanan pendidikan dan keberhasilan institusi secara keseluruhan.

Untuk memahami faktor yang memengaruhi kinerja tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis survei. Sebanyak 74 pegawai dipilih sebagai responden dari total populasi 152 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala penilaian 1 hingga 5, lalu dianalisis menggunakan metode statistik Partial Least Squares (PLS). Variabel utama yang dikaji meliputi kepemimpinan, disiplin kerja, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai.

Hasil Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel yang diteliti berada dalam kategori “sangat baik”, dengan skor rata-rata di atas 4,00. Namun, masing-masing variabel memiliki dinamika yang menarik:

1. Kepemimpinan kuat, tapi empati masih perlu ditingkatkan
Kepemimpinan di Poltektrans SDP dinilai sangat baik, terutama dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dengan skor tertinggi 4,45.
Namun, aspek empati pemimpin terhadap perasaan bawahan memiliki skor paling rendah (4,01), menunjukkan masih ada ruang untuk perbaikan dalam pendekatan interpersonal.

2. Disiplin kerja tinggi, tetapi ketepatan waktu masih jadi catatan
Pegawai menunjukkan tanggung jawab tinggi terhadap pekerjaan dengan skor 4,57.
Meski demikian, aspek kedisiplinan waktu hadir kerja relatif lebih rendah (4,36), menandakan masih ada pegawai yang belum konsisten dalam ketepatan waktu.

3. Kepuasan kerja sangat baik, didukung hubungan harmonis
Hubungan antara pegawai dan atasan menjadi faktor paling memuaskan dengan skor 4,43.
Namun, kenyamanan terhadap regulasi kerja sedikit lebih rendah (4,12), mengindikasikan perlunya evaluasi kebijakan internal agar lebih mudah dipahami dan diterima.

4. Kinerja pegawai tinggi dengan fokus pada kualitas kerja
Komitmen terhadap kualitas kerja menjadi indikator tertinggi dengan skor 4,49.
Sementara itu, kemandirian kerja sedikit lebih rendah (4,27), menunjukkan bahwa kerja tim masih dominan dalam penyelesaian tugas.

Faktor Pendukung Kinerja

Penelitian ini juga menyoroti beberapa faktor penting yang memperkuat kinerja pegawai:

  • Motivasi kerja, baik intrinsik maupun ekstrinsik, mendorong konsistensi dan produktivitas pegawai.
  • Keterlibatan pegawai (employee engagement) meningkatkan inovasi, kepuasan kerja, dan loyalitas terhadap institusi.
  • Budaya organisasi yang positif menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi dan inovasi.
  • Pelatihan dan pengembangan terbukti meningkatkan kompetensi, motivasi, dan kinerja pegawai secara langsung.
  • Kepemimpinan transformasional mendorong inovasi dan kinerja melalui inspirasi dan motivasi.

Dampak dan Implikasi

Temuan ini memiliki implikasi luas, terutama bagi pengelolaan sumber daya manusia di sektor pendidikan dan instansi pemerintah. Organisasi yang ingin meningkatkan kinerja pegawai perlu memperhatikan kombinasi faktor internal seperti kepemimpinan dan kepuasan kerja, serta faktor struktural seperti budaya organisasi dan sistem pelatihan.

Di lingkungan pendidikan vokasi, hasil ini menunjukkan bahwa kualitas layanan kepada mahasiswa sangat bergantung pada kinerja pegawai. Kinerja yang baik akan berdampak langsung pada kepuasan mahasiswa dan orang tua sebagai pengguna layanan pendidikan.

Peneliti menegaskan bahwa kepemimpinan yang mampu menciptakan lingkungan kerja nyaman dan terbuka menjadi kunci utama. Muhammad Fajerin dan tim menyebut bahwa “lingkungan kerja yang kondusif mampu meningkatkan motivasi, produktivitas, dan pencapaian tujuan organisasi secara optimal.”

Selain itu, penguatan budaya organisasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi juga menjadi kebutuhan mendesak di era digital. Institusi yang fleksibel dan inovatif akan lebih siap menghadapi tantangan global di sektor pendidikan dan transportasi.

Profil Penulis

Muhammad Fajerin adalah peneliti di bidang manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada kinerja organisasi dan kepemimpinan. Ia bekerja bersama Helmi, Izman, dan Sholahuddin yang juga memiliki keahlian di bidang manajemen, organisasi, dan pengembangan SDM. Keempat penulis terafiliasi dengan institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di sektor transportasi.

Sumber Penelitian

Judul: The Influence of Leadership, Work Discipline, and Job Satisfaction on Employee Performance
Jurnal: Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM)
Tahun: 2026
Volume: Vol. 5, No. 2, halaman 699–718
Penulis: Muhammad Fajerin, Helmi, Izman, Sholahuddin

Posting Komentar

0 Komentar