UMKM selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia karena mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, banyak pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, kemampuan manajerial yang belum optimal, hingga rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Padahal, perkembangan layanan keuangan digital seperti pembayaran elektronik, mobile banking, dan aplikasi keuangan menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Sayangnya, tidak semua pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara maksimal karena keterbatasan kemampuan teknologi dan pengelolaan bisnis.
Berangkat dari kondisi tersebut, Dominica Pricilia C. E. F. bersama Hariyati meneliti hubungan antara penggunaan Financial Technology, kemampuan manajerial, modal teknologi (technological capital), dan kinerja keuangan UMKM di Surabaya. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada pemilik UMKM yang telah menggunakan layanan FinTech dan memiliki pencatatan keuangan usaha. Data kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) untuk melihat hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel penelitian.
Hasil penelitian menghasilkan sejumlah temuan penting yang memperlihatkan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan aplikasi keuangan.
Temuan utama penelitian meliputi:
- Financial Technology tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja keuangan UMKM (β = -0,004; p = 0,482).
- Financial Technology berpengaruh positif terhadap modal teknologi (technological capital) (β = 0,266; p = 0,005).
- Kemampuan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (β = 0,162; p = 0,022).
- Kemampuan manajerial juga meningkatkan modal teknologi (β = 0,330; p < 0,001).
- Modal teknologi menjadi faktor paling dominan yang meningkatkan kinerja keuangan UMKM (β = 0,633; p < 0,001).
- Modal teknologi memediasi sepenuhnya hubungan FinTech dengan kinerja keuangan, sementara hubungan kemampuan manajerial terhadap kinerja keuangan dimediasi secara parsial oleh modal teknologi.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan aplikasi keuangan digital tidak otomatis menghasilkan peningkatan keuntungan usaha. FinTech baru memberikan dampak nyata apabila pelaku UMKM memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara optimal, mampu beradaptasi dengan perkembangan digital, serta didukung pengelolaan bisnis yang baik.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa modal teknologi merupakan aset strategis yang mencakup kemampuan menggunakan perangkat digital, aplikasi bisnis, infrastruktur teknologi, hingga kesiapan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi baru. Semakin tinggi kemampuan teknologi yang dimiliki UMKM, semakin besar peluang mereka meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses bisnis, dan memperbaiki pengelolaan keuangan perusahaan.
Di sisi lain, kemampuan manajerial tetap menjadi fondasi penting dalam pengembangan usaha. Pemilik UMKM yang memiliki kemampuan merencanakan usaha, mengorganisasi sumber daya, mengambil keputusan, dan mengendalikan operasional bisnis terbukti memiliki kinerja keuangan yang lebih baik. Bahkan kemampuan tersebut juga membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi secara lebih efektif sehingga menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap perkembangan bisnis.
Menurut Dominica Pricilia C. E. F. dan Hariyati dari Universitas Negeri Surabaya, hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mengelola teknologi tersebut. Dengan kata lain, investasi pada peningkatan kompetensi digital dan kemampuan manajerial menjadi sama pentingnya dengan investasi pada aplikasi atau platform teknologi.
Implikasi penelitian ini cukup luas bagi berbagai pihak. Bagi pelaku UMKM, hasil penelitian menjadi pengingat bahwa penggunaan FinTech sebaiknya tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pengelolaan bisnis yang terintegrasi. Bagi pemerintah dan lembaga pendamping UMKM, temuan ini menunjukkan pentingnya memperbanyak program pelatihan literasi digital, peningkatan kemampuan manajerial, serta pendampingan penggunaan teknologi agar transformasi digital benar-benar mampu meningkatkan daya saing UMKM.
Penelitian ini juga memberikan kontribusi bagi dunia akademik dengan memperkuat dua teori utama, yaitu Technology Acceptance Model (TAM) dan Resource-Based View (RBV). TAM menjelaskan bahwa penerimaan teknologi akan mendorong peningkatan kemampuan teknologi pengguna, sedangkan RBV menegaskan bahwa sumber daya internal seperti kemampuan teknologi dan kemampuan manajerial merupakan aset strategis yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif sekaligus meningkatkan kinerja organisasi.
Meski demikian, penulis mengakui penelitian masih memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan UMKM di Surabaya dan menggunakan data berbasis persepsi responden melalui kuesioner. Penelitian berikutnya disarankan memperluas wilayah penelitian, menambah jumlah responden, serta memasukkan variabel lain seperti literasi keuangan, inovasi, orientasi kewirausahaan, maupun faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja UMKM.
Profil Penulis
Dominica Pricilia C. E. F. merupakan peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang memiliki fokus kajian pada manajemen, transformasi digital, Financial Technology, dan pengembangan UMKM.
Hariyati adalah akademisi dan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dengan bidang keahlian di bidang manajemen, pengembangan usaha, dan strategi bisnis berbasis teknologi.
0 Komentar