Inovasi Digital Tingkatkan Kepuasan Pasien dan Nilai Publik Rumah Sakit di Indonesia

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS
Makassar -Transformasi digital di sektor kesehatan terbukti memberikan manfaat nyata bagi pasien dan rumah sakit. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Kiki Reski, Andi Aslinda, Muhammad Daud, dan Andi Kasmawati dari Universitas Negeri Makassar (UNM). Studi yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS) tersebut meneliti bagaimana inovasi digital mampu menciptakan nilai publik (public value) melalui peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah I Lagaligo, Indonesia.

Penelitian ini menjadi penting karena transformasi digital kini menjadi agenda strategis di banyak rumah sakit Indonesia. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan yang cepat, transparan, dan mudah diakses, teknologi digital dinilai mampu membantu rumah sakit memberikan pelayanan yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan publik.

Digitalisasi Rumah Sakit Semakin Penting

Dalam beberapa tahun terakhir, rumah sakit di Indonesia mulai mengadopsi berbagai teknologi digital seperti pendaftaran online, rekam medis elektronik, sistem antrean digital, hingga layanan konsultasi jarak jauh. Perubahan ini semakin cepat setelah pandemi COVID-19 yang mendorong kebutuhan pelayanan kesehatan berbasis teknologi.

Namun, keberhasilan digitalisasi tidak hanya diukur dari jumlah teknologi yang digunakan. Yang lebih penting adalah apakah teknologi tersebut benar-benar meningkatkan pengalaman pasien dan menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat secara luas.

Menurut tim peneliti Universitas Negeri Makassar, masih sedikit penelitian yang secara khusus mengkaji hubungan antara inovasi digital dan penciptaan nilai publik di rumah sakit daerah, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Melibatkan 312 Pasien Pengguna Layanan Digital

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif.

Sebanyak 312 pasien yang pernah menggunakan layanan digital di RSUD I Lagaligo menjadi responden utama penelitian. Mereka merupakan pengguna berbagai layanan digital rumah sakit, seperti sistem pendaftaran online, rekam medis elektronik, dan layanan antrean digital.

Selain survei, peneliti juga melakukan wawancara dengan tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit untuk memahami tantangan implementasi teknologi digital dari sisi organisasi.

Penilaian difokuskan pada empat aspek utama:

  • Inovasi digital
  • Kualitas layanan kesehatan
  • Kepuasan pasien
  • Nilai publik yang dihasilkan

Inovasi Digital Terbukti Meningkatkan Kualitas Layanan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi digital memiliki pengaruh kuat terhadap kualitas layanan rumah sakit.

Analisis data menemukan bahwa inovasi digital meningkatkan kualitas pelayanan dengan nilai pengaruh sebesar 0,61, yang menunjukkan hubungan yang sangat signifikan.

Penerapan teknologi digital membantu rumah sakit:

  • Mempercepat proses administrasi
  • Mengurangi waktu tunggu pasien
  • Meningkatkan transparansi layanan
  • Mempermudah akses informasi kesehatan
  • Mempercepat koordinasi antar tenaga medis

Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai alat teknologi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit.

Kepuasan Pasien Menjadi Faktor Terpenting

Salah satu temuan paling menarik dalam penelitian ini adalah peran dominan kepuasan pasien dalam menciptakan nilai publik.

Peneliti menemukan bahwa inovasi digital meningkatkan kepuasan pasien dengan nilai pengaruh 0,57. Sementara itu, kepuasan pasien memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penciptaan nilai publik dibandingkan kualitas layanan semata.

Nilai pengaruh kepuasan pasien terhadap nilai publik mencapai 0,64, lebih tinggi dibandingkan pengaruh kualitas layanan yang berada pada angka 0,36.

Artinya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi atau efisiensi sistem. Yang lebih menentukan adalah bagaimana pasien merasakan manfaat teknologi tersebut dalam pengalaman mereka saat menerima pelayanan kesehatan.

Pasien yang merasa proses pelayanan lebih mudah, cepat, dan nyaman cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi terhadap rumah sakit.

Nilai Publik Meningkat Melalui Pengalaman Pasien

Penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh variasi nilai publik yang dihasilkan rumah sakit dapat dijelaskan oleh inovasi digital, kualitas layanan, dan kepuasan pasien.

Secara sederhana, teknologi digital menciptakan nilai publik melalui jalur tidak langsung:

  • Teknologi meningkatkan kualitas layanan.
  • Kualitas layanan meningkatkan kepuasan pasien.
  • Kepuasan pasien memperkuat nilai publik yang dirasakan masyarakat.

Model penelitian menunjukkan bahwa sekitar 58 persen nilai publik dapat dijelaskan oleh faktor-faktor tersebut.

Menurut para peneliti, hasil ini memperkuat pandangan bahwa transformasi digital harus berorientasi pada manusia, bukan hanya pada teknologi.

Tantangan Masih Ada

Meskipun manfaatnya cukup besar, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan yang masih dihadapi rumah sakit dalam proses digitalisasi.

Beberapa hambatan utama meliputi:

  • Rendahnya literasi digital sebagian masyarakat
  • Keterbatasan infrastruktur teknologi
  • Kesiapan organisasi yang belum merata
  • Kesenjangan akses digital antar kelompok masyarakat

Kondisi tersebut berpotensi menciptakan eksklusi digital apabila tidak diantisipasi dengan baik. Masyarakat yang kurang memahami teknologi dapat mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan yang semakin terdigitalisasi.

Karena itu, digitalisasi perlu disertai program edukasi pengguna, pelatihan sumber daya manusia, dan pengembangan sistem yang mudah digunakan oleh semua kelompok masyarakat.

Implikasi bagi Rumah Sakit dan Pemerintah

Temuan ini memberikan pesan penting bagi pengelola rumah sakit dan pembuat kebijakan.

Investasi teknologi sebaiknya tidak hanya difokuskan pada pembangunan sistem digital, tetapi juga pada peningkatan pengalaman pengguna. Rumah sakit perlu memastikan bahwa setiap inovasi digital benar-benar membantu pasien, bukan justru menambah kompleksitas pelayanan.

Kiki Reski dan tim dari Universitas Negeri Makassar menegaskan bahwa nilai publik dalam layanan kesehatan muncul ketika teknologi mampu menghasilkan manfaat yang nyata, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan kata lain, transformasi digital yang berhasil bukanlah yang paling canggih, melainkan yang paling mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dan memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.

Profil Penulis

Kiki Reski
Afiliasi: Universitas Negeri Makassar (UNM)

Andi Aslinda
Afiliasi: Universitas Negeri Makassar (UNM)

Muhammad Daud
Afiliasi: Universitas Negeri Makassar (UNM)

Andi Kasmawati
Afiliasi: Universitas Negeri Makassar (UNM)

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Digital Innovation and Public Value Creation in Healthcare: Empirical Evidence from a Regional Public Hospital in Indonesia
Penulis: Kiki Reski, Andi Aslinda, Muhammad Daud, dan Andi Kasmawati
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Tahun Publikasi: 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i5.455
URL: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar