Ekstrak Thuja occidentalis Turunkan Penanda Pembesaran Prostat pada Uji Hewan

Ilustrasi by AI

Enugu — Pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami pria usia lanjut di seluruh dunia. Studi terbaru yang dipublikasikan pada 2026 oleh Francis O. Ugwuene, David I. Lebechukwu, Favour U. Onukwube, dan Martina A. Ngwu dari Enugu State University of Science and Technology menunjukkan bahwa Thuja occidentalis, tanaman herbal yang dikenal dalam pengobatan tradisional, mampu menurunkan kadar penanda pembesaran prostat pada tikus yang mengalami BPH. Temuan ini membuka peluang baru bagi terapi alami yang lebih aman untuk gangguan prostat.

BPH adalah kondisi pembesaran kelenjar prostat yang tidak bersifat kanker, tetapi dapat mengganggu saluran kemih dan kualitas hidup pria. Kondisi ini biasanya muncul seiring bertambahnya usia dan dipicu oleh perubahan hormon, terutama testosteron. Dalam banyak kasus, penderita mengalami kesulitan buang air kecil, aliran urin melemah, hingga rasa tidak nyaman berkepanjangan.

Selama ini, terapi standar untuk BPH umumnya menggunakan obat-obatan seperti penghambat alfa dan inhibitor 5-alpha-reductase. Namun, pengobatan tersebut sering memicu efek samping seperti gangguan seksual, pusing, dan ketidakseimbangan hormon. Karena itu, pencarian alternatif berbasis tanaman menjadi semakin penting.

Tim peneliti dari Nigeria menguji efektivitas Thuja occidentalis pada 28 tikus albino jantan yang sebelumnya diinduksi mengalami pembesaran prostat melalui suntikan testosteron propionat. Setelah kondisi BPH terbentuk, tikus dibagi dalam beberapa kelompok dan diberi dosis berbeda dari ekstrak maupun larutan potensiasi Thuja occidentalis selama dua minggu.

Peneliti kemudian mengukur dua biomarker utama prostat, yaitu PSA (Prostate-Specific Antigen) dan ACP (Acid Phosphatase). Kedua biomarker ini menjadi indikator penting untuk menilai aktivitas dan pembesaran jaringan prostat.

Hasilnya menunjukkan lonjakan tajam pada kelompok tikus yang mengalami BPH. Kadar PSA meningkat dari 0,02 menjadi 3,28, sementara ACP naik dari 3,00 menjadi 11,88. Angka ini menegaskan bahwa pembesaran prostat berhasil dipicu secara signifikan dalam model penelitian.

Setelah diberikan Thuja occidentalis, perubahan positif mulai terlihat. Pada kelompok dosis tinggi, kadar PSA turun menjadi 1,72 dan ACP turun menjadi 8,82. Dosis sedang menghasilkan PSA 1,29 dan ACP 8,63. Menariknya, dosis rendah juga menunjukkan penurunan ACP yang cukup besar hingga 6,20. Semua hasil ini dinilai signifikan secara statistik.

Menurut Ugwuene dan tim dari Enugu State University of Science and Technology, efek ini kemungkinan berasal dari kandungan aktif Thuja occidentalis seperti flavonoid, terpenoid, dan senyawa fenolik yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan antiproliferatif. Senyawa tersebut diduga membantu mengurangi pertumbuhan sel prostat yang berlebihan.

Temuan ini penting karena stres oksidatif dan peradangan kronis diketahui menjadi faktor utama dalam perkembangan BPH. Dengan menekan dua faktor tersebut, tanaman herbal ini berpotensi menjadi terapi pendamping atau bahkan alternatif untuk pengobatan prostat.

Meski hasilnya masih terbatas pada model hewan, studi ini memberikan dasar ilmiah yang cukup kuat untuk pengembangan riset lanjutan pada manusia. Jika terbukti aman dan efektif dalam uji klinis, Thuja occidentalis bisa menjadi solusi alami yang lebih terjangkau dan minim efek samping, terutama di negara berkembang.

Di tengah meningkatnya kasus gangguan prostat pada pria usia lanjut, penelitian ini memperlihatkan bahwa pendekatan berbasis herbal tetap relevan dalam dunia medis modern. Integrasi antara pengobatan tradisional dan sains laboratorium dapat menjadi langkah penting dalam menghadirkan terapi yang lebih aman dan efektif.

Profil Penulis
Francis O. Ugwuene — Enugu State University of Science and Technology
David I. Lebechukwu — Enugu State University of Science and Technology
Favour U. Onukwube — Enugu State University of Science and Technology
Martina A. Ngwu — Enugu State University of Science and Technology

Sumber Penelitian:
Changes in Prostate-Specific Antigen (PSA) and Acid Phosphatase (ACP) in Benign Prostatic Hyperplasia–Induced Rats Treated with Material and Potentized Doses of Thuja occidentalis
East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2026


Posting Komentar

0 Komentar