Bahan Ajar Berbasis Canva Tingkatkan Minat Belajar Ekonomi Siswa SMP di Bitung

Ilustrasi by AI

BITUNG – Penggunaan bahan ajar berbasis Canva for Education terbukti mampu meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran ekonomi di tingkat sekolah menengah pertama. Temuan ini dilaporkan oleh Maryana Umbase bersama tim peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado (UNIMA) dalam penelitian yang dipublikasikan pada Mei 2026 di Journal of Educational Analytics (JEDA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam bahan ajar dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital.

Transformasi teknologi telah mendorong perubahan dalam dunia pendidikan. Namun, di banyak sekolah, proses pembelajaran masih didominasi penggunaan buku teks dan metode ceramah. Kondisi tersebut membuat siswa cenderung pasif dan kurang tertarik mengikuti pelajaran, termasuk pada materi aktivitas ekonomi dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Berdasarkan observasi yang dilakukan di sejumlah SMP di Kota Bitung, Sulawesi Utara, peneliti menemukan bahwa keterbatasan bahan ajar interaktif menjadi salah satu faktor yang menurunkan motivasi belajar siswa. Sebagian besar siswa hanya menerima informasi dari guru tanpa banyak kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan bahan ajar IPS-Ekonomi berbantuan Canva for Education pada materi Aktivitas Ekonomi. Canva for Education merupakan platform desain digital yang menyediakan berbagai fitur pembelajaran seperti presentasi, infografis, video, lembar kerja, dan media visual interaktif yang dapat digunakan guru untuk menyajikan materi secara lebih menarik.

Pengembangan bahan ajar dilakukan melalui pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi tahap pendefinisian kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan validasi produk. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, diskusi kelompok, serta angket yang melibatkan siswa, ahli materi, dan ahli media.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap bahan ajar yang lebih visual dan interaktif.

Temuan utama penelitian antara lain:

  • 80 persen siswa menyatakan bahwa buku teks dan penjelasan guru saja belum cukup membantu memahami materi aktivitas ekonomi.
  • 90 persen siswa menilai media pembelajaran tambahan sangat diperlukan dalam proses belajar.
  • 80 persen siswa sangat menyukai bahan ajar yang menampilkan gambar dan desain berwarna dibandingkan teks hitam-putih.
  • 100 persen siswa menyatakan tertarik pada materi yang dikembangkan menggunakan Canva for Education.
  • 100 persen siswa lebih menyukai materi yang disajikan dalam bentuk desain visual, slide presentasi, video, dan multimedia interaktif.
  • 100 persen siswa mendukung penggunaan unsur audio atau suara dalam bahan ajar digital.

Selain mendapat respons positif dari siswa, produk yang dikembangkan juga memperoleh penilaian baik dari ahli materi dan ahli media. Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar berbantuan Canva for Education layak digunakan sebagai media pembelajaran IPS-Ekonomi di tingkat SMP.

Menurut tim peneliti dari Universitas Negeri Manado, penggunaan Canva for Education memungkinkan guru menyajikan materi secara lebih kreatif dan menarik. Berbagai fitur multimedia yang tersedia membantu siswa memahami konsep ekonomi melalui pendekatan visual yang lebih mudah dipahami dibandingkan metode pembelajaran konvensional.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif dapat mendorong siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Melalui desain visual, video, dan elemen multimedia lainnya, siswa memiliki kesempatan lebih besar untuk mengeksplorasi materi, berdiskusi, serta membangun pemahaman secara mandiri.

Dampak penelitian ini tidak hanya relevan bagi pembelajaran ekonomi, tetapi juga bagi transformasi pendidikan secara lebih luas. Sekolah dapat memanfaatkan Canva for Education sebagai solusi yang relatif mudah dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas bahan ajar digital. Guru pun dapat mengembangkan media pembelajaran yang lebih inovatif tanpa memerlukan kemampuan desain profesional yang kompleks.

Tim peneliti menilai bahwa penggunaan bahan ajar berbasis multimedia berpotensi mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis. Kompetensi tersebut semakin penting dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan.

Profil Penulis

  • Maryana Umbase -   Universitas Negeri Manado
  • Jerry R.H. Wuisang - Universitas Negeri Manado
  • Edwin Wanta - Negeri Manado
  • Johny Taroreh - Universitas Negeri Manado
  • Amsye Winokan - Bisnis, Universitas Negeri Manado.

Sumber Penelitian

Umbase, M., Wuisang, J.R.H., Wantah, E., Taroreh, J., & Winokan, A. (2026). Development of Social Studies Teaching Materials Assisted by Canva for Education at Junior High Schools in Bitung City. Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 2, Mei 2026, halaman 297–310.

DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i2.17

URL Jurnal: https://journaljeda.my.id/index.php/jeda


Posting Komentar

0 Komentar