Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Labuhan Batu - Kepemimpinan Santri Putri di Pesantren Modern Darus Sholihin: Wujud Keadilan Berbasis Nilai Islam. Penelitian yang dilakukan oleh Rahmad Hidayat Munthe dan Faisal Riza, akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Medan dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR),edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa Pesantren Modern Darus Sholihin di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatra Utara, berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keadilan universal ke dalam sistem pendidikan dan struktur organisasi yang inklusif bagi santri putri .
Menjembatani Tradisi dan Modernitas
Secara historis, pesantren di Indonesia memegang posisi strategis dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap struktur sosial dan relasi gender . Namun, tidak sedikit studi terdahulu yang mencatat bahwa budaya patriarki masih membayangi pembagian peran, otoritas keagamaan, hingga akses kepemimpinan di lingkungan boarding school berbasis Islam ini . Pesantren Modern Darus Sholihin hadir dengan karakteristik unik . Berbeda dengan mayoritas pesantren yang menempatkan santri putra sebagai pusat kendali organisasi, lembaga ini justru memberikan porsi kepemimpinan yang dominan kepada santri putri dalam struktur organisasi kesiswaan mereka . Fenomena inilah yang mendorong para peneliti untuk melihat lebih dalam bagaimana keadilan gender dinegosiasikan di tengah ketatnya aturan lembaga dan doktrin keagamaan .
Metodology Sederhana: Mendengar Suara dari Dalam
Untuk mendapatkan data yang akurat dan objektif, tim peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi . Melalui pendekatan ini, peneliti berfokus pada pengalaman nyata dan sudut pandang subjektif dari orang-orang yang menjalani aktivitas harian di pesantren tersebut . Pengumpulan data dilakukan selama kurang lebih dua bulan melalui tiga jalur utama :
. Untuk memastikan keabsahan data, peneliti menerapkan prinsip triangulasi, yaitu membandingkan kesaksian antarinforman serta mencocokkan hasil wawancara dengan bukti tertulis di lapangan .
Tiga Temuan Utama Praktik Kesetaraan di Pesantren
Berdasarkan analisis data lapangan, penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan esensial terkait implementasi kesetaraan di Pesantren Modern Darus Sholihin :
Penelitian ini membawa angin segar bagi dunia pendidikan Islam dan perumusan kebijakan publik . Pola yang diterapkan oleh Pesantren Modern Darus Sholihin membuktikan bahwa modernisasi tata kelola lembaga pendidikan agama dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan tanpa harus mencabut akar tradisi dan nilai spiritualnya . Bagi masyarakat luas, model kepemimpinan santri putri ini mematahkan stigma negatif bahwa perempuan yang menempuh pendidikan di pesantren akan memiliki ruang gerak yang terbatas di dunia profesional kelak . Secara akademis, riset ini memperkaya khazanah sosiologi agama dengan memberikan bukti empiris bahwa santri putri di era modern adalah agen perubahan yang aktif, mandiri, dan mampu bernegosiasi secara cerdas di dalam sistem yang mereka tinggali .
Profil Penulis
Rahmad Hidayat Munthe adalah peneliti di bidang Pendidikan Islam dan Kesetaraan Gender. Saat ini berafiliasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Medan, Indonesia .
Faisal Riza adalah staf pengajar dan akademisi senior di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Medan, dengan kepakaran di bidang Sosiologi Agama, Hukum Islam, dan Dinamika Pendidikan Pesantren .
Sumber Penelitian
Rahmad Hidayat Munthe, Faisal Riza. Between Teachings and Practices: Gender Equality in Modern Islamic Boarding School Education. Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR). Vol. 5, No. 1, Halaman 75-90.
DOI:https://doi.org/10.55927/ajpr.v5i1.16629
URL:https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajpr
Menjembatani Tradisi dan Modernitas
Secara historis, pesantren di Indonesia memegang posisi strategis dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap struktur sosial dan relasi gender
Metodology Sederhana: Mendengar Suara dari Dalam
Untuk mendapatkan data yang akurat dan objektif, tim peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi
- Wawancara Mendalam: Dilakukan secara semi-terstruktur pada 5 Mei 2026 bersama Humairah Annisa Lubis (Ketua Organisasi Santri Putri berusia 16 tahun) dan Ustaz Kanzul Ulum (Pendidik Pesantren berusia 42 tahun)
. - Observasi Langsung: Mengamati keterlibatan aktif santri putri dalam kegiatan akademik, sosial, kepelatihan, dan keorganisasian
. - Studi Dokumentasi: Memeriksa berkas struktural organisasi, aturan tertulis pesantren, dan agenda kegiatan santri
.
Tiga Temuan Utama Praktik Kesetaraan di Pesantren
Berdasarkan analisis data lapangan, penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan esensial terkait implementasi kesetaraan di Pesantren Modern Darus Sholihin
- Kesetaraan Dimaknai sebagai Keadilan Proposional, Bukan Kesamaan Mutlak. Para santri dan pengelola pesantren tidak mengadopsi konsep kesetaraan gender liberal yang menuntut kesamaan total
. Mereka mendefinisikannya sebagai pemberian hak, kesempatan, dan ruang berkembang yang adil dan proporsional, yang diselaraskan dengan koridor ajaran Islam dan tata tertib lembaga . - Keterlibatan Aktif di Ruang Publik dan Organisasi. Santri putri tidak lagi dikurung dalam batasan domestik
. Mereka mendapatkan hak penuh untuk mengikuti kompetisi, tampil berpidato di depan umum, mengikuti pelatihan kepemimpinan, hingga menduduki posisi puncak sebagai ketua organisasi santri putri . - Pembagian Peran Berbasis Karakteristik Kegiatan. Meski ruang partisipasi terbuka lebar, pembagian kerja berbasis gender tetap diterapkan untuk efektivitas operasional
. Santri putra lebih banyak diandalkan untuk mengoordinasi aktivitas lapangan dan logistik luar, sementara santri putri mendominasi sektor administrasi, manajemen internal, serta pengelolaan kebersihan asrama dan sekolah .
Penelitian ini membawa angin segar bagi dunia pendidikan Islam dan perumusan kebijakan publik
Profil Penulis
Rahmad Hidayat Munthe adalah peneliti di bidang Pendidikan Islam dan Kesetaraan Gender. Saat ini berafiliasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Faisal Riza adalah staf pengajar dan akademisi senior di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Medan, dengan kepakaran di bidang Sosiologi Agama, Hukum Islam, dan Dinamika Pendidikan Pesantren
Sumber Penelitian
Rahmad Hidayat Munthe, Faisal Riza. Between Teachings and Practices: Gender Equality in Modern Islamic Boarding School Education. Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR). Vol. 5, No. 1, Halaman 75-90.
DOI:
URL:

0 Komentar