Alat Asesmen E-Portfolio Digital Terbukti Valid Mengukur Kreativitas Calon Guru Kimia

Ilustrasi by AI

MAKASSAR — Era pendidikan modern abad ke-21 menuntut calon guru tidak hanya menguasai materi pelajaran secara mendalam, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi, terutama kreativitas. Dalam bidang pendidikan kimia, tantangan ini terasa lebih nyata lantaran materi kimia didominasi oleh konsep abstrak dan mikroskopis yang menuntut visualisasi kuat. Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar yang beranggotakan Hastuti Agussalim, Jusniar, dan Ayu Ashari berhasil mengembangkan sebuah instrumen penilaian inovatif berupa asesmen berbasis e-portfolio. Melalui pengujian validitas isi yang ketat menggunakan indeks analisis matriks pakar, instrumen penilaian berbasis digital ini dinyatakan sangat valid dan siap diimplementasikan untuk mengukur sekaligus memacu kreativitas mahasiswa calon guru kimia.

Langkah pengembangan instrumen ini didasari oleh keterbatasan model evaluasi konvensional di lingkungan perguruan tinggi yang mayoritas masih bertumpu pada hasil akhir produk pembelajaran semata. Akibatnya, rekam jejak proses kreatif mahasiswa yang dinamis sering kali luput dari penilaian dosen penguji. Padahal, esensi kreativitas sejati berkembang secara bertahap, mulai dari pencarian ide, pemecahan masalah, perancangan draf awal, perbaikan produk berdasarkan umpan balik, hingga refleksi diri secara mendalam. Kehadiran sistem e-portfolio digital ini hadir menjadi jawaban taktis, berfungsi sebagai repositori dinamis sekaligus ruang pemantauan autentik yang merekam jejak digital mahasiswa sejak awal proses perancangan hingga terciptanya media edukasi kimia yang inovatif.

Dalam melaksanakan riset ini, Hastuti Agussalim bersama tim mengadopsi model penelitian dan pengembangan instruksional terstruktur yang dikenal sebagai kerangka kerja ADDIE. Proses riset difokuskan pada tiga tahap krusial awal, yaitu analisis kebutuhan kurikulum, perancangan model instrumen, dan pengembangan prototipe penilaian. Dari hasil integrasi metode tersebut, tim peneliti melahirkan sebuah sistem evaluasi komprehensif yang memuat lima rubrik digital analitik utama. Kelima instrumen penilai tersebut meliputi Rubrik Analisis Awal untuk menguji ketajaman mahasiswa membaca masalah kelas, Rubrik Desain Media Pembelajaran, Rubrik Presentasi Akademik, Rubrik Produk Media Pembelajaran Kimia sebagai hasil akhir cetakan kreativitas, serta Rubrik Video Progres Perkembangan Media yang melacak konsistensi kerja keras mahasiswa di sepanjang semester.

Untuk menguji apakah instrumen penilaian ini benar-benar objektif dan layak digunakan secara luas, tim peneliti menyerahkan prototipe dokumen tersebut kepada tiga orang pakar evaluator yang merepresentasikan bidang evaluasi pendidikan, ahli teknologi media pembelajaran, serta ahli konten pendidikan kimia. Proses pengujian isi instrumen ini menggunakan lembar validasi khusus yang mencakup tiga puluh butir indikator penilaian operasional. Data kuantitatif yang dikumpulkan dari para validator kemudian dihitung menggunakan rumus indeks validitas isi Aiken’s V guna mengukur tingkat kesepakatan dan relevansi indikator di mata para ahli.

Hasil analisis kuantitatif menunjukkan temuan yang sangat memuaskan, di mana nilai rata-rata keseluruhan indeks Aiken's V mencapai angka 0,91. Berdasarkan skala interpretasi validitas instrumen, capaian angka yang melampaui batas minimum standar ini menempatkan instrumen e-portfolio buatan dosen Universitas Negeri Makassar tersebut ke dalam kategori sangat valid. Secara terperinci, aspek muatan isi mendapatkan skor tertinggi sebesar 0,96, diikuti oleh aspek konstruksi fisik instrumen dan aspek kegunaan platform digital yang masing-masing memperoleh nilai tinggi sebesar 0,93. Rekapitulasi pada level indikator menegaskan kelayakan mutlak dari produk riset ini, di mana dua puluh dua butir indikator dinyatakan berada pada zona sangat valid, sedangkan delapan butir sisanya masuk kategori valid dengan catatan penyempurnaan kecil.

Dampak praktis dari penemuan instrumen evaluasi berbasis e-portfolio ini sangat besar bagi dunia pendidikan tinggi dan tata kelola pengajaran sains. Melalui pemanfaatan lima klaster rubrik digital yang terintegrasi pada platform seperti Google Sites, Google Forms, dan Google Sheets, para dosen kini dapat memantau perkembangan kreativitas mahasiswa secara transparan, adil, dan terstruktur. Di sisi lain, mahasiswa calon guru diuntungkan karena mendapatkan panduan belajar yang objektif guna mengevaluasi keputusan teknologi mereka secara mandiri, memperbaiki kekeliruan konsep materi, serta melatih kemampuan berpikir divergen secara berkelanjutan sebelum mereka terjun langsung mengajar di sekolah formal.

Meskipun instrumen ini telah mengantongi tingkat validitas isi yang sempurna dari penilaian para pakar, tim peneliti merekomendasikan adanya riset lanjutan di masa depan untuk menguji efektivitas instrumen secara langsung di dalam ruang kelas nyata. Langkah implementasi dan evaluasi lapangan berikutnya diperlukan untuk menganalisis tingkat konsistensi penilaian antar-evaluator, kepraktisan penggunaan aplikasi digital oleh mahasiswa, serta dampak konkret skema penilaian berkala ini dalam mendongkrak skor kreativitas riil calon guru saat merancang media pembelajaran kimia berbasis teknologi interaktif modern.

PROFIL PENULIS

  • Hastuti Agussalim – Universitas Negeri Makassar 
  • Jusniar – Universitas Negeri Makassar 
  • Ayu Ashari – Universitas Negeri Makassar 

SUMBER PENELITIAN

Judul Artikel Jurnal: Development and Content Validity of an E-Portfolio Assessment in a Chemistry Learning Media Development Course for Prospective Chemistry Teachers' Creativity

Nama Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR)
Tahun Publikasi: 2026
Tautan Digital DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i6.182
URL Resmi Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar