Tata Kelola Infrastruktur Graha Teknologi Sriwijaya Dinilai Penting untuk Tingkatkan Literasi Sains Masyarakat

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Palembang - Pengelolaan infrastruktur pendidikan sains di UPTD Graha Teknologi Sriwijaya, Sumatera Selatan, dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi sains masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Temuan ini disampaikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Iwan Afrianto dari STISIPOL Candradimuka Palembang bersama Femi Asteriniah dan Atrika Iriani dari Universitas Sriwijaya pada 2026. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM).

Penelitian ini menyoroti bagaimana tata kelola infrastruktur di Graha Teknologi Sriwijaya memengaruhi efektivitas fasilitas tersebut sebagai pusat pembelajaran sains dan teknologi berbasis pengalaman. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan sains yang interaktif, keberadaan pusat edukasi seperti Graha Teknologi Sriwijaya dianggap strategis untuk mendukung pembelajaran nonformal bagi pelajar maupun masyarakat umum.

Graha Teknologi Sriwijaya dibangun sebagai pusat demonstrasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memungkinkan pengunjung belajar melalui praktik langsung dan media interaktif. Fasilitas ini berada di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian menemukan bahwa keberhasilan pengelolaan fasilitas publik seperti ini tidak hanya bergantung pada keberadaan gedung atau alat peraga, tetapi juga pada sistem tata kelola yang mendukung keberlanjutan pemanfaatannya.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi terhadap kebijakan pengelolaan serta aktivitas di Graha Teknologi Sriwijaya. Data kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola infrastruktur di Graha Teknologi Sriwijaya dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu struktur kelembagaan, pengelolaan fasilitas, kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan kebijakan dan anggaran pemerintah daerah. Keempat faktor tersebut saling berkaitan dalam menentukan kualitas layanan pendidikan sains yang diberikan kepada masyarakat.

Dari sisi kelembagaan, penelitian menemukan bahwa pembagian tugas di lingkungan UPTD sudah cukup jelas antara pimpinan, staf administrasi, dan tenaga edukator. Namun, koordinasi internal antarbagian masih menghadapi tantangan, terutama dalam pengembangan program pendidikan dan pemeliharaan fasilitas. Kondisi ini dinilai membuat pengelolaan program edukasi belum berjalan optimal.

Penelitian juga menyoroti pentingnya fasilitas interaktif yang tersedia di Graha Teknologi Sriwijaya. Berbagai alat peraga sains di lokasi tersebut memungkinkan pengunjung memahami konsep fisika, energi, teknologi, dan fenomena ilmiah lainnya secara langsung. Model pembelajaran berbasis pengalaman ini dianggap mampu meningkatkan minat belajar dan literasi sains masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Namun, tidak semua fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal. Sejumlah alat peraga membutuhkan perawatan rutin agar tetap dapat digunakan. Keterbatasan anggaran pemeliharaan menjadi salah satu hambatan utama yang ditemukan peneliti. Beberapa alat yang mengalami kerusakan tidak dapat digunakan oleh pengunjung, sehingga mengurangi kualitas pengalaman belajar yang diberikan.

Aspek sumber daya manusia juga menjadi perhatian penting dalam penelitian ini. Para edukator memiliki peran besar dalam menjelaskan konsep sains kepada pengunjung dan mendampingi kegiatan eksperimen sederhana. Akan tetapi, jumlah tenaga edukator dinilai masih terbatas dibandingkan jumlah pengunjung, terutama ketika terdapat kunjungan rombongan sekolah dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat proses pendampingan edukasi belum berjalan maksimal.

Selain jumlah tenaga pendidik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dianggap mendesak. Peneliti menilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat menuntut edukator terus meningkatkan kompetensi agar informasi yang disampaikan kepada pengunjung tetap relevan dan menarik. Oleh karena itu, pelatihan dan pengembangan kompetensi menjadi kebutuhan penting dalam pengelolaan Graha Teknologi Sriwijaya.

Penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat menentukan keberlanjutan operasional Graha Teknologi Sriwijaya. Anggaran yang tersedia digunakan untuk pemeliharaan fasilitas, pengembangan program edukasi, dan penyelenggaraan kegiatan yang bertujuan meningkatkan minat masyarakat terhadap sains dan teknologi. Meski dukungan kebijakan sudah ada, peneliti menilai pengembangan lembaga ini masih membutuhkan dukungan yang lebih besar, terutama untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan inovasi program pendidikan.

Graha Teknologi Sriwijaya juga dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang belajar publik. Pengunjungnya tidak hanya berasal dari siswa sekolah dasar dan menengah, tetapi juga mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum yang tertarik pada sains dan teknologi. Berbagai kegiatan seperti demonstrasi ilmiah, pameran teknologi, dan program edukasi interaktif disebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembahasannya, para peneliti menekankan bahwa pengembangan pusat pendidikan sains tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik. Penguatan tata kelola organisasi, kolaborasi dengan sekolah dan komunitas sains, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan dinilai menjadi faktor penting agar fasilitas publik tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah memperkuat sistem tata kelola organisasi, meningkatkan kapasitas manajerial, dan memperluas kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas sains, serta sektor swasta. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan Graha Teknologi Sriwijaya sebagai pusat edukasi sains yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Selatan.

Profil Penulis

Iwan Afrianto merupakan akademisi dari STISIPOL Candradimuka Palembang yang memiliki fokus kajian pada tata kelola publik dan manajemen pelayanan publik. Penelitian ini juga melibatkan Femi Asteriniah dari STISIPOL Candradimuka Palembang serta Atrika Iriani dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya yang memiliki perhatian pada bidang administrasi publik dan pengembangan pendidikan masyarakat.

Sumber Penelitian

Afrianto, I., Asteriniah, F., & Iriani, A. (2026). Infrastructure Governance Study at UPTD Graha Teknologi Sriwijaya South Sumatra Province. Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM), Vol. 5 No. 2, 495–506. DOI: https://doi.org/10.55927/ajabm.v5i2.27, URL: https://journalajabm.my.id/index.php/ajabm

Posting Komentar

0 Komentar