Strategi Reforma Agraria di Tegal Dinilai Belum Maksimal Tingkatkan Kesejahteraan Warga Pesisir
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam International Journal of Sustainable Social Science menyoroti pelaksanaan reforma agraria di Kelurahan Pesurungan Lor, Kota Tegal, yang belum sepenuhnya berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat agraris secara berkelanjutan. Studi ini ditulis oleh M. Nur Kamila Amrullah dan Andriani. Keduanya menilai bahwa program reforma agraria di wilayah pesisir tersebut masih dominan bersifat administratif, sementara strategi ekonomi jangka panjang untuk masyarakat penerima manfaat belum berjalan optimal. Riset ini penting karena reforma agraria selama ini dipandang sebagai solusi mengurangi ketimpangan penguasaan lahan. Namun, studi di Kota Tegal menunjukkan bahwa redistribusi tanah saja tidak cukup. Tanpa akses modal, pendampingan usaha, dan penguatan pasar, masyarakat penerima lahan belum otomatis mengalami peningkatan taraf hidup.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam International Journal of Sustainable Social Science menyoroti pelaksanaan reforma agraria di Kelurahan Pesurungan Lor, Kota Tegal, yang belum sepenuhnya berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat agraris secara berkelanjutan. Studi ini ditulis oleh M. Nur Kamila Amrullah dan Andriani. Keduanya menilai bahwa program reforma agraria di wilayah pesisir tersebut masih dominan bersifat administratif, sementara strategi ekonomi jangka panjang untuk masyarakat penerima manfaat belum berjalan optimal. Riset ini penting karena reforma agraria selama ini dipandang sebagai solusi mengurangi ketimpangan penguasaan lahan. Namun, studi di Kota Tegal menunjukkan bahwa redistribusi tanah saja tidak cukup. Tanpa akses modal, pendampingan usaha, dan penguatan pasar, masyarakat penerima lahan belum otomatis mengalami peningkatan taraf hidup.
Fokus Penelitian di Sentra Telur Asin Tegal
Penelitian dilakukan di Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Tegal. Wilayah ini dipilih karena menjadi salah satu kawasan percontohan reforma agraria yang memiliki potensi ekonomi khas pesisir, terutama peternakan bebek dan industri telur asin. Menurut penulis, kawasan ini sebenarnya memiliki peluang ekonomi besar. Produk telur asin Tegal sudah dikenal luas di pasar regional. Namun potensi tersebut belum dikelola secara profesional. Banyak pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan modal, pemasaran, dan manajemen usaha.
Metode: Studi Lapangan dengan Wawancara Mendalam
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Tim peneliti mewawancarai 15 informan kunci yang terdiri dari pejabat Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), aparat pemerintah lokal, pendamping universitas, kelompok peternak, pengusaha telur asin, dan mitra swasta. Selain wawancara, peneliti juga melakukan observasi langsung terhadap kegiatan peternakan bebek, produksi telur asin, dan koordinasi program reforma agraria di lapangan. Dokumen kebijakan daerah juga dianalisis untuk melihat sejauh mana program benar-benar diterapkan.
Temuan Utama: Program Jalan, Tetapi Strateginya Lemah
Studi ini menemukan bahwa reforma agraria di Pesurungan Lor memang sudah berjalan, tetapi belum berbasis manajemen strategis yang terencana. Beberapa temuan penting antara lain:
-Hanya sekitar 52 persen anggota kelompok tani dan pelaku usaha memahami rencana program reforma agraria di wilayah mereka.
-Sebanyak 67 persen pelaku usaha telur asin mengaku tidak pernah mendapat pendampingan intensif setelah pelatihan awal.
-Rata-rata kenaikan pendapatan masyarakat penerima program hanya 8–12 persen per tahun, masih jauh dari target pemerintah daerah sebesar 20 persen.
-Sekitar 78 persen peternak masih bergantung pada pakan impor, sehingga rentan terhadap kenaikan harga pakan dan gangguan rantai pasok.
Menurut peneliti, kondisi ini menunjukkan bahwa reforma agraria masih dipahami sebagai pembagian sertifikat tanah, bukan strategi penguatan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi Banyak Pihak Belum Efektif
Program ini melibatkan banyak aktor, mulai dari pemerintah daerah, Gugus Tugas Reforma Agraria, universitas, kelompok peternak, UMKM, hingga sektor swasta. Namun koordinasi antarpihak dinilai masih sporadis. Pertemuan lintas sektor belum rutin. Pembagian tugas antar lembaga juga belum jelas. Akibatnya, program pendampingan bisnis, pengembangan rantai pasok, hingga pemasaran digital produk telur asin belum berkembang maksimal. Penulis menyebut universitas seharusnya berperan lebih besar dalam transfer teknologi, inovasi pengolahan hasil ternak, dan literasi bisnis digital. Namun di lapangan, peran itu masih terbatas.
Dampak bagi Masyarakat Pesisir
Penelitian ini menunjukkan bahwa sertifikasi tanah memang memberikan kepastian hukum bagi warga. Kelompok peternak bebek, koperasi telur asin, dan usaha kecil berbasis agraria juga mulai terbentuk. Namun dampak sosial lebih luas masih minim. Banyak keluarga penerima program masih menghadapi tantangan dalam:
-akses pendidikan anak
-perlindungan kesehatan
-ketahanan pangan rumah tangga
-stabilitas pendapatan
-keberlanjutan usaha keluarga
Karena itu, peneliti menilai keberhasilan reforma agraria seharusnya diukur tidak hanya dari jumlah sertifikat tanah yang dibagikan, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Rekomendasi Peneliti
M. Nur Kamila Amrullah dan Andriani merekomendasikan model reforma agraria baru berbasis manajemen strategis.
Model ini mencakup:
-analisis SWOT untuk memetakan kekuatan dan hambatan
-kemitraan formal antara pemerintah, kampus, dan swasta
-pelatihan pemasaran digital
-pembentukan klaster usaha telur asin
-sistem evaluasi berbasis kesejahteraan multidimensi
-mitigasi risiko terhadap penyakit ternak dan fluktuasi harga pakan
Menurut penulis, tanpa strategi seperti itu, reforma agraria berisiko berhenti sebagai program administratif dan gagal menjadi alat transformasi ekonomi masyarakat.
Profil Singkat Penulis
M. Nur Kamila Amrullah adalah peneliti yang menaruh perhatian pada kebijakan agraria, pembangunan pedesaan, dan manajemen strategis sektor publik. Fokus kajiannya meliputi reforma agraria, tata kelola sumber daya lahan, dan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
Andriani merupakan akademisi yang meneliti isu pemberdayaan masyarakat, kebijakan publik, dan pembangunan sosial berkelanjutan. Ia aktif mengkaji kolaborasi multipihak dalam program pembangunan berbasis masyarakat.
Sumber Penelitian
Amrullah, M. N. K., & Andriani. (2026). Strategic Management-Based Access Arrangement Strategy for Agrarian Reform to Enhance the Social Welfare of Agrarian Communities in Tegal City. International Journal of Sustainable Social Science, 119–144.

0 Komentar