Penelitian yang dilakukan oleh Didit Setya Nugraha, Muhammad Zulkifli, Moh. Qomar Syarifudin, dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) serta Komando Armada I TNI AL menyoroti bahwa krusial mengingat posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di tengah eskalasi geopolitik kawasan Indo-Pacific
Tantangan di Balik Biaya Fantastis Kapal Perang
Sebagai negara dengan lebih dari 17.000 pulau dan jalur laut strategis yang dilalui 40% perdagangan global, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengawal wilayahnya
Menengok Dapur Produksi Galangan Kapal Swasta
Untuk merumuskan cetak biru yang realistis, tim peneliti melakukan evaluasi langsung di lapangan dari bulan Maret hingga Juli 2026
Robotika dan AI Jadi Prioritas Utama
Hasil analisis tim peneliti Seskoal dan Koarmada I ini menelurkan beberapa temuan penting terkait peta kesiapan dan prioritas digitalisasi galangan kapal
- Otomatisasi Lini Las (Bobot Prioritas 0,28): Saat ini, sekitar 65% proses pengelasan di PT KAS masih dilakukan secara manual akibat keterbatasan tenaga kerja yang tersertifikasi
. Integrasi robotika pada lini ini diprioritaskan karena mampu mendongkrak produktivitas langsung sebesar 35% hingga 40% lewat pemangkasan waktu kerja . - Kecerdasan Buatan / AI (Bobot Prioritas 0,24): Penerapan sistem penjaminan mutu berbasis AI ditargetkan mampu menekan angka cacat produksi secara drastis dari yang saat ini berada di angka 4,2% menjadi di bawah 1%
. AI juga diproyeksikan untuk kebutuhan pemeliharaan prediktif kapal . - Perluasan Jaringan Sensor (IoT): Saat ini sensor digital baru terpasang di 22% stasiun produksi, sehingga efektivitas peralatan secara keseluruhan (OEE) baru rata-rata 68%
. Perluasan IoT akan membantu pelacakan rantai pasok secara real-time .
Bagi sektor publik dan dunia usaha, riset ini memberikan rekomendasi konkret agar pemerintah tidak hanya memberikan kontrak pengadaan semata, tetapi juga insentif fiskal dan investasi infrastruktur digital
Profil Peneliti
Didit Setya Nugraha – Peneliti utama dan perwakilan dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Indonesia. Fokus keahliannya meliputi strategi pertahanan maritim, manajemen industri pertahanan, dan integrasi teknologi militer
Muhammad Zulkifli – Akademisi dan peneliti di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Indonesia dengan kepakaran di bidang kebijakan publik pertahanan dan manajemen rantai pasok militer
Moh. Qomar Syarifudin – Peneliti dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Indonesia yang mendalami pemodelan strategis, analisis SWOT-AHP, dan optimasi manufaktur pertahanan
Indra Wijayanto – Praktisi militer aktif di Kantor Administrasi Personel, Komando Armada I (Disminpers Koarmada I), Angkatan Laut Republik Indonesia, dengan fokus keahlian pada pengembangan sumber daya manusia pertahanan dan kesiapan operasional personel
Sumber Penelitian
Didit Setya Nugraha, Muhammad Zulkifli, Moh. Qomar Syarifudin, Indra Wijayanto (2026), Industry 4.0 Strategies for Indonesian Warship Self-Sufficiency: A Defense Industry Perspective, Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) 2026, Vol. 5, No. 3, Hal. 197-206.
DOI:

0 Komentar