Sebuah penelitian
terbaru oleh Anik Mufarrihah, Ahmat Sahroni, dan Sitti Fatimah Az Zahrah Azwar
dari Universitas Muhammadiyah Luwuk pada 2026 menunjukkan bahwa program
pengenalan Al-Qur’an di MAN 1 Banggai efektif meningkatkan kualitas karakter
siswa kelas XII. Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of
Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS) ini menegaskan pentingnya
pendidikan berbasis nilai spiritual dalam menghadapi tantangan moral di era
digital. Penelitian ini
menjadi relevan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap degradasi moral
remaja. Kemajuan teknologi dan akses informasi yang begitu cepat dinilai tidak
selalu diimbangi dengan perkembangan karakter. Fenomena seperti kurangnya rasa
hormat kepada guru dan orang tua, penyalahgunaan media sosial, serta
meningkatnya perilaku individualistis menjadi latar belakang penting riset ini. Menurut tim
peneliti, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada aspek akademik.
Nilai-nilai moral dan spiritual perlu ditanamkan secara sistematis agar siswa
mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih bijak. Dalam konteks
pendidikan Islam, Al-Qur’an dipandang sebagai sumber utama pembentukan karakter
karena memuat ajaran tentang etika, tanggung jawab, kejujuran, dan hubungan
sosial.
Pendekatan
Penelitian di Lingkungan Madrasah
Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan siswa kelas XII,
guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta pihak sekolah di MAN 1 Banggai. Data
dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi kegiatan
keagamaan di sekolah. Alih-alih menggunakan istilah teknis yang kompleks,
penelitian ini berfokus pada pengamatan nyata terhadap aktivitas siswa
sehari-hari. Peneliti menganalisis bagaimana program pengenalan Al-Qur’an
diterapkan dan bagaimana dampaknya terhadap perilaku siswa.
Tiga Pilar Utama:
Membaca, Menghafal, dan Memahami
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa konsep pengenalan Al-Qur’an di MAN 1 Banggai tidak hanya
sebatas kemampuan membaca. Program ini dibangun atas tiga pilar utama:
Tilawah
(membaca Al-Qur’an dengan benar)
Siswa dibiasakan membaca Al-Qur’an sesuai
kaidah tajwid, termasuk melalui kegiatan tadarus sebelum pelajaran dimulai.
Tahfidz
(menghafal ayat Al-Qur’an)
Program hafalan
membantu menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an secara lebih mendalam sekaligus
melatih disiplin dan konsistensi.
Tafahhum
(memahami makna ayat)
Siswa diajak memahami isi dan pesan moral
Al-Qur’an agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga aspek ini
dijalankan secara terpadu, sehingga siswa tidak hanya mengenal Al-Qur’an secara
tekstual, tetapi juga memahami dan mengamalkan isinya.
Implementasi
dalam Kegiatan Sekolah
Program pengenalan
Al-Qur’an di MAN 1 Banggai diterapkan melalui berbagai strategi yang
terstruktur, antara lain:
Integrasi dalam
pembelajaran PAI
Guru mengaitkan materi pelajaran dengan
ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga siswa memahami bahwa nilai moral memiliki dasar
religius yang kuat.
Pembiasaan harian
Kegiatan seperti tadarus pagi dan salat
Dhuha berjamaah menjadi rutinitas yang membentuk kebiasaan positif.
Program religius
ekstrakurikuler
Organisasi Rohis menjadi wadah bagi siswa
untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mengembangkan kepemimpinan.
Salah satu guru
PAI di MAN 1 Banggai, Sudirman Madukalang, S.Pd.I., menjelaskan bahwa
pendekatan ini bertujuan mendekatkan siswa dengan Al-Qur’an secara konsisten.
Ia menekankan bahwa kebiasaan sederhana seperti membaca Al-Qur’an setiap pagi
mampu menciptakan suasana belajar yang lebih tenang dan fokus.
Dampak
Nyata pada Perilaku Siswa
Penelitian ini
menemukan perubahan signifikan pada perilaku siswa setelah mengikuti program
secara berkelanjutan. Beberapa dampak utama yang teridentifikasi meliputi:
Peningkatan kontrol diri
Siswa lebih mampu menghindari pengaruh
negatif, terutama dari media sosial dan lingkungan pergaulan.
Sikap lebih sopan dan
hormat
Terjadi peningkatan etika dalam
berinteraksi dengan guru dan orang tua.
Kesadaran spiritual yang
lebih tinggi
Siswa mulai memandang aktivitas belajar
sebagai bagian dari ibadah.
Perubahan ini
menunjukkan bahwa pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an dapat membentuk karakter
secara nyata, bukan sekadar konsep teoritis.
Implikasi
bagi Dunia Pendidikan
Temuan ini
memberikan pesan kuat bagi dunia pendidikan, khususnya di Indonesia. Integrasi
nilai religius dalam sistem pendidikan dinilai mampu menjadi solusi terhadap
krisis moral generasi muda. Program seperti yang diterapkan di MAN 1 Banggai
dapat menjadi model bagi sekolah lain, baik berbasis agama maupun umum.
Pendekatan yang menggabungkan pembelajaran, pembiasaan, dan praktik langsung
terbukti lebih efektif dibandingkan metode yang hanya berfokus pada teori. Peneliti
juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Nilai-nilai
yang ditanamkan di sekolah perlu diperkuat di lingkungan keluarga agar hasilnya
lebih optimal.
Profil
Penulis
Anik Mufarrihah
adalah akademisi di Universitas Muhammadiyah Luwuk yang berfokus pada
pendidikan Islam dan pengembangan karakter. Ia bekerja sama dengan Ahmat
Sahroni dan Sitti Fatimah Az Zahrah Azwar, yang juga berasal dari institusi
yang sama, dengan bidang keahlian dalam pendidikan agama dan sosial.
Sumber
Penelitian
Artikel ini
merujuk pada penelitian berjudul “The Concept of Introducing the Qur’an and its
Implementation to Improve the Quality of Harmonious Characters in Grade XII
Students of MAN 1 Banggai” yang dipublikasikan dalam International Journal of
Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS), Vol. 4 No. 3 tahun 2026.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i3.191
0 Komentar