Peran penyuluh pertanian dalam mengembangkan kelompok tani di Desa Hatupangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, terbukti sangat penting hingga sangat berpengaruh. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Sabirin, Novita Aswan, dan Anugrah Sri Widiasyih dari Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan pada 2025 dan dipublikasikan di International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS) tahun 2026. Hasil studi ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pada kualitas pendampingan penyuluh di tingkat desa. Sektor pertanian masih menjadi salah satu pilar utama ekonomi Indonesia, dengan sebagian besar tenaga kerja bergantung pada sektor ini. Namun, tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan teknologi, dan rendahnya partisipasi petani masih menghambat pengembangan pertanian. Dalam konteks ini, kelompok tani menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani, sementara penyuluh pertanian berperan sebagai penggerak utama perubahan di lapangan. Desa Hatupangan dipilih sebagai lokasi penelitian karena mewakili kondisi pedesaan dengan potensi pertanian yang besar, tetapi masih menghadapi berbagai keterbatasan, seperti akses infrastruktur dan sumber daya. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani padi, karet, kopi, dan hortikultura.
Metode Penelitian yang Terstruktur
Penilaian dilakukan menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi petani terhadap empat peran utama penyuluh, yaitu:
· Edukator (pendidik)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh secara umum berada pada kategori “berperan” hingga “sangat berperan” dalam mendukung perkembangan kelompok tani.
Berikut rincian temuan utama:
1. Peran sebagai edukator (sangat berperan)
Penyuluh активно memberikan bimbingan teknis, pelatihan, serta informasi pertanian. Skor rata-rata mencapai 2,33, menunjukkan fungsi edukasi berjalan efektif.
2. Peran sebagai organisator/dinamisator (sangat berperan)
Penyuluh mampu mengelola kelompok tani, meningkatkan partisipasi anggota, serta menyelesaikan konflik internal. Skor rata-rata tertinggi, yaitu 2,53. 
3. Peran sebagai fasilitator (sangat berperan)
Penyuluh membantu petani mengakses bantuan, teknologi, dan kerja sama dengan pihak lain. Skor rata-rata 2,50 menunjukkan fungsi ini berjalan optimal.
4. Peran sebagai motivator (cukup berperan)
Meski penyuluh aktif berinteraksi dengan petani, kemampuan membantu menyelesaikan masalah masih terbatas. Skor rata-rata 2,21 menjadi yang terendah di antara semua peran. 
Menurut Anugrah Sri Widiasyih dari Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, penyuluh telah berhasil menjadi penghubung antara petani dan berbagai sumber daya. Namun, penguatan pada aspek motivasi dan pendampingan langsung masih diperlukan agar dampaknya lebih maksimal.
Penelitian ini juga mengungkap beberapa kendala yang masih dihadapi dalam pengembangan kelompok tani, antara lain:
· Rendahnya partisipasi sebagian anggota kelompok
Peran penyuluh yang kuat terbukti mampu:
· Meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani
Sabirin dari Universitas Graha Nusantara menegaskan bahwa peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan, penguatan komunikasi, dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk mempercepat transformasi pertanian di daerah.
Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan untuk:
· Meningkatkan pelatihan dan kompetensi penyuluh
Sabirin – Peneliti bidang pembangunan pertanian, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
Novita Aswan, S.P., M.Si. – Akademisi dan peneliti agribisnis, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
Anugrah Sri Widiasyih, S.P., M.Si. – Dosen dan peneliti penyuluhan pertanian dan pemberdayaan petani
Sumber
Penelitian
Sabirin, Aswan,
N., & Widiasyih, A. S. (2026). Analysis of the Role of Agricultural
Extension Workers in the Development of Farmer Groups. International Journal of
Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS), Vol. 4 No. 3, 353–362.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i3.206
https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijatss
0 Komentar