Pohon Kota Terbukti Turunkan Suhu hingga 1,5°C dan Tingkatkan Kenyamanan Lingkungan
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Firnawati bersama Rizqiyah, Ismajaya, dan Muhibuddin dari IPB University pada 2026 mengungkap peran signifikan vegetasi, khususnya pohon, dalam menurunkan suhu udara dan meningkatkan kelembapan di ruang terbuka. Studi yang dilakukan di kawasan Academic Event Plaza (AEP) IPB, Bogor ini menjadi penting karena memberikan bukti nyata bagaimana ruang hijau dapat meningkatkan kenyamanan termal di wilayah perkotaan yang semakin panas. Di tengah meningkatnya suhu kota akibat fenomena urban heat island, keberadaan pohon tidak lagi sekadar elemen estetika. Vegetasi terbukti berfungsi sebagai sistem alami pengatur iklim mikro yang mampu menurunkan suhu sekaligus memengaruhi kelembapan udara secara signifikan.
Latar Belakang: Kota Panas Butuh Solusi Alami
Kota-kota di wilayah tropis menghadapi tantangan serius berupa peningkatan suhu akibat dominasi bangunan dan minimnya ruang hijau. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa area dengan vegetasi lebat dapat memiliki suhu hingga 12°C lebih rendah dibandingkan kawasan tanpa tanaman. Namun, efek vegetasi tidak sesederhana menurunkan suhu. Proses evapotranspirasi juga meningkatkan kelembapan udara, yang dalam kondisi tertentu dapat memengaruhi kenyamanan manusia. Oleh karena itu, memahami keseimbangan antara suhu dan kelembapan menjadi kunci dalam perencanaan kota yang berkelanjutan.
Metode Penelitian: Bandingkan Area Teduh dan Terbuka
Tim peneliti melakukan pengamatan langsung di lapangan dengan dua pendekatan utama. Pertama, mereka membandingkan kondisi mikroklimat di bawah satu pohon dengan area terbuka di sekitarnya. Pengukuran suhu dan kelembapan dilakukan setiap 30 menit selama tiga jam. Kedua, penelitian diperluas dengan memetakan distribusi suhu dan kelembapan pada area seluas 40 x 60 meter yang dibagi menjadi 24 grid. Total 35 titik pengukuran dianalisis untuk melihat pengaruh tutupan vegetasi terhadap kondisi lingkungan secara menyeluruh.
Temuan Utama: Pohon Turunkan Suhu, Naikkan Kelembapan
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nyata antara area yang tertutup kanopi pohon dan area terbuka. Beberapa temuan penting meliputi:
-Suhu di bawah kanopi pohon lebih rendah dibandingkan area terbuka, dengan selisih hingga sekitar 0,7°C pada kondisi tertentu
-Suhu terendah tercatat 29,5°C di bawah pohon, dibandingkan 30,2°C di area terbuka
-Kelembapan udara di area teduh consistently lebih tinggi dibandingkan area terbuka
-Kelembapan maksimum mencapai 66% di bawah kanopi pohon
Dalam skala area yang lebih luas, lokasi dengan tutupan kanopi tinggi menunjukkan suhu lebih rendah dan kelembapan lebih tinggi dibandingkan area minim vegetasi. Analisis statistik memperkuat temuan ini. Setiap peningkatan luas kanopi pohon berkorelasi dengan penurunan suhu sebesar 0,015°C.
Pola Spasial: Area Hijau Lebih Sejuk
Peta distribusi suhu (isoterm) dan kelembapan (isohigro) menunjukkan pola yang jelas.
-Area dengan banyak pohon memiliki suhu antara 28,1–29,1°C
-Area minim vegetasi mencapai suhu hingga 30,6°C
-Wilayah dengan kanopi lebat memiliki kelembapan hingga 69%
-Area terbuka hanya berkisar 57–63% kelembapan
Temuan ini menegaskan bahwa vegetasi tidak hanya memengaruhi kondisi lokal, tetapi juga membentuk pola iklim mikro dalam skala kawasan.
Dampak dan Implikasi: Strategi Kota Berkelanjutan
Hasil penelitian ini memberikan pesan kuat bagi perencana kota dan pembuat kebijakan. Vegetasi, terutama pohon dengan kanopi lebar, harus menjadi bagian utama dalam desain ruang terbuka. Firnawati dan tim dari IPB University menekankan bahwa pemilihan jenis pohon, bentuk tajuk, dan kerapatan daun sangat menentukan efektivitas dalam menciptakan kenyamanan termal. Secara praktis, penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk:
-Perencanaan taman kota yang lebih efektif
-Pengurangan dampak panas di kawasan perkotaan
-Peningkatan kenyamanan ruang publik
-Strategi adaptasi perubahan iklim
Selain itu, studi ini membuka peluang integrasi teknologi seperti GIS dan pemodelan iklim mikro untuk perencanaan kota yang lebih presisi di masa depan.
Profil Penulis
Firnawati adalah peneliti di bidang arsitektur lanskap dan lingkungan dari IPB University. Ia bekerja bersama Rizqiyah, Ismajaya, dan Muhibuddin yang juga berasal dari institusi yang sama. Tim ini berfokus pada kajian iklim mikro, ruang terbuka hijau, dan kenyamanan termal di kawasan tropis.
Sumber Penelitian
Artikel ini disusun berdasarkan penelitian berjudul “The Influence of Vegetation Cover on Temperature and Humidity Distribution Affecting Thermal Comfort” yang dipublikasikan dalam International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR), Vol. 4, No. 4, tahun 2026, halaman 235–248.

0 Komentar