Pengaruh Promosi Media Sosial dan Word of Mouth terhadap Peningkatan Pendaftaran Siswa di SMKS Krisanti Jakarta

Illustration by Ai

FORMOSA NEWS- Jakarta

Promosi Media Sosial dan Rekomendasi Alumni Tingkatkan Penerimaan Siswa SMK di Jakarta

Promosi melalui media sosial dan rekomendasi dari mulut ke mulut terbukti berpengaruh besar terhadap peningkatan jumlah siswa baru di SMKS Krisanti Jakarta. Temuan ini dipublikasikan dalam penelitian yang dilakukan Yanti Nirmala dari Universitas Asa Indonesia pada 2026 di Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA). Studi tersebut menunjukkan bahwa promosi digital melalui platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok mampu meningkatkan minat calon siswa, tetapi rekomendasi langsung dari alumni, siswa aktif, dan orang tua tetap menjadi faktor paling kuat dalam menentukan pilihan sekolah.

Penelitian ini menjadi penting karena persaingan antar sekolah menengah kejuruan swasta di Indonesia semakin ketat. Sekolah tidak lagi hanya mengandalkan brosur atau spanduk untuk menarik siswa baru. Di era digital, media sosial menjadi sarana utama membangun citra sekolah sekaligus menjangkau calon siswa secara cepat dan luas.

Namun, di tengah maraknya promosi digital, faktor kepercayaan tetap menjadi penentu utama. Banyak calon siswa dan orang tua lebih percaya pada pengalaman nyata dari alumni atau kerabat dibanding iklan resmi sekolah. Karena itu, penelitian ini mencoba mengukur seberapa besar pengaruh media sosial dan Word of Mouth atau promosi dari mulut ke mulut terhadap peningkatan penerimaan siswa di SMKS Krisanti Jakarta.

Yanti Nirmala menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah cara lembaga pendidikan memasarkan layanan mereka. Sekolah kini harus mampu membangun komunikasi yang interaktif, menarik, dan relevan dengan karakter generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.

Penelitian dilakukan selama tahun ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode SEM-PLS, yaitu teknik analisis statistik untuk melihat hubungan antarvariabel. Sebanyak 120 responden dilibatkan dalam penelitian ini, terdiri dari siswa aktif, alumni, calon siswa, dan orang tua.

Responden dipilih berdasarkan beberapa kriteria, seperti pernah melihat media sosial SMKS Krisanti Jakarta, pernah menerima rekomendasi terkait sekolah tersebut, serta terlibat dalam proses pemilihan sekolah.

Tim peneliti kemudian mengukur beberapa indikator penting dalam promosi media sosial, seperti kualitas konten, frekuensi unggahan, interaksi dengan pengguna, konsistensi branding, dan kredibilitas informasi. Sementara untuk Word of Mouth, indikator yang diukur meliputi rekomendasi, pengalaman positif, tingkat kepercayaan, intensitas komunikasi, dan pengaruh terhadap keputusan memilih sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan jumlah siswa baru dengan nilai koefisien sebesar 0,45. Artinya, semakin baik strategi media sosial yang dijalankan sekolah, semakin tinggi pula minat calon siswa untuk mendaftar.

Meski demikian, pengaruh Word of Mouth ternyata lebih besar. Variabel ini memiliki nilai koefisien sebesar 0,52, menjadikannya faktor paling dominan dalam memengaruhi keputusan calon siswa memilih sekolah.

Penelitian juga menemukan bahwa kombinasi promosi media sosial dan Word of Mouth mampu menjelaskan 68 persen variasi peningkatan jumlah siswa baru di SMKS Krisanti Jakarta. Sisanya dipengaruhi faktor lain seperti kualitas layanan pendidikan, reputasi sekolah, biaya pendidikan, dan fasilitas sekolah.

Menurut Yanti Nirmala dari Universitas Asa Indonesia, media sosial berfungsi terutama untuk membangun kesadaran dan ketertarikan awal calon siswa. Namun keputusan akhir tetap sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan yang terbentuk melalui pengalaman nyata orang lain.

“Word of Mouth memiliki pengaruh yang lebih dominan karena rekomendasi dari alumni, siswa, dan orang tua dianggap lebih kredibel dibanding promosi formal sekolah,” tulis Yanti Nirmala dalam hasil pembahasannya.

Penelitian ini juga memperlihatkan karakter generasi muda saat ini yang sangat dekat dengan media sosial. Mayoritas responden berada pada rentang usia 16–17 tahun yang termasuk Generasi Z, kelompok yang dikenal aktif menggunakan platform digital setiap hari.

Karena itu, sekolah dinilai perlu menyusun strategi konten yang lebih kreatif dan relevan. Konten visual, video interaktif, storytelling, hingga testimoni siswa dinilai efektif untuk meningkatkan perhatian calon siswa.

Namun penelitian menegaskan bahwa promosi digital saja tidak cukup. Pengalaman positif siswa selama bersekolah menjadi modal utama dalam menciptakan promosi organik melalui rekomendasi pribadi.

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan tetap menjadi fondasi utama keberhasilan pemasaran sekolah. Jika siswa merasa puas, mereka akan secara sukarela merekomendasikan sekolah kepada teman atau keluarga.

Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya sekolah swasta yang menghadapi persaingan tinggi dalam penerimaan siswa baru.

Sekolah disarankan tidak hanya fokus meningkatkan jumlah unggahan media sosial, tetapi juga membangun hubungan baik dengan siswa, alumni, dan orang tua. Program ambassador alumni, testimoni siswa, hingga komunitas sekolah dinilai dapat memperkuat promosi berbasis kepercayaan.

Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran pendidikan perlu menggabungkan promosi digital dan komunikasi interpersonal secara bersamaan. Media sosial efektif menarik perhatian, sedangkan rekomendasi personal membantu membangun keyakinan calon siswa dan orang tua.

Penelitian ini juga memperkaya kajian pemasaran pendidikan di Indonesia karena sebagian besar studi sebelumnya lebih banyak membahas sektor bisnis atau perguruan tinggi. Kajian khusus mengenai strategi pemasaran sekolah menengah kejuruan masih relatif terbatas.

Profil Singkat Penulis

Yanti Nirmala merupakan akademisi dari Universitas Asa Indonesia yang memiliki fokus penelitian pada pemasaran pendidikan, komunikasi digital, dan perilaku konsumen di era transformasi digital. Penelitiannya banyak membahas strategi pemasaran berbasis media sosial dan pengaruh komunikasi interpersonal dalam pengambilan keputusan masyarakat.

Sumber Penelitian

Judul artikel: The Effect of Social Media Promotion and Word of Mouth on Increasing Student Enrollment at SMKS Krisanti Jakarta
Volume 6 Nomor 4, April 2026


Posting Komentar

0 Komentar