Model Pembelajaran Kontekstual Tingkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa SD di Sibedi
Model pembelajaran kontekstual berbantuan video terbukti meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SD Inpres Sibedi. Temuan ini dipublikasikan oleh Sri Fani, Bau Ratu, Pahriadi, Herlina, dan Eva Setya Rini dari Universitas Tadulako dalam Internasional Journal of Integrative Sciences (IJIS) tahun 2026. Penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa metode belajar yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari mampu membantu siswa sekolah dasar memahami pelajaran dengan lebih baik dibanding metode konvensional.
Penelitian dilakukan di SD Inpres Sibedi dengan melibatkan 34 siswa kelas IV yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama belajar menggunakan model pembelajaran kontekstual berbantuan video, sedangkan kelompok kedua menggunakan metode Direct Instruction atau pembelajaran langsung berbantuan gambar. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan antara kedua kelompok tersebut.
Permasalahan rendahnya hasil belajar IPAS menjadi latar belakang utama penelitian ini. Para peneliti menemukan bahwa proses pembelajaran di kelas masih terlalu berpusat pada guru. Banyak siswa merasa kesulitan memahami materi, kurang percaya diri saat diminta menjawab pertanyaan, serta menunjukkan minat belajar yang rendah terhadap pelajaran IPAS.
Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Padahal, mata pelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka dirancang untuk membantu siswa memahami hubungan antara fenomena alam dan kehidupan sosial di lingkungan sekitar mereka.
Menurut tim peneliti dari Universitas Tadulako, model pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) menawarkan pendekatan yang lebih relevan bagi siswa sekolah dasar. Dalam metode ini, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga diajak menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman sehari-hari melalui diskusi, pengamatan, eksplorasi, dan media visual seperti video pembelajaran.
“Pendekatan kontekstual membantu siswa memahami hubungan antara materi pelajaran dan kehidupan nyata,” tulis para peneliti dalam laporan mereka. Pendekatan ini juga dinilai mampu membuat suasana belajar menjadi lebih aktif dan tidak monoton.
Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Pretest–Posttest Control Group. Sebelum pembelajaran dimulai, kedua kelompok siswa diberikan tes awal atau pretest untuk mengetahui kemampuan dasar mereka.
Hasil awal menunjukkan kemampuan kedua kelompok relatif setara. Nilai rata-rata kelompok eksperimen berada pada angka 42,14, sedangkan kelompok kontrol memperoleh rata-rata 42,76. Data ini menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang hampir sama sebelum perlakuan diberikan.
Setelah proses pembelajaran berlangsung, para peneliti kembali melakukan tes akhir atau posttest. Hasilnya memperlihatkan peningkatan yang jauh lebih tinggi pada kelompok yang menggunakan model pembelajaran kontekstual berbantuan video.
Berikut hasil rata-rata nilai siswa setelah perlakuan:
- Kelompok pembelajaran kontekstual: 76,36
- Kelompok pembelajaran langsung: 55,18
Selain itu, skor tertinggi pada kelompok eksperimen mencapai 100, sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 73.
Analisis statistik menggunakan Independent Samples t-test memperkuat hasil tersebut. Nilai signifikansi penelitian tercatat sebesar 0,000 atau lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas IV.
Penelitian ini juga melakukan uji normalitas dan homogenitas data menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26. Seluruh hasil pengujian menunjukkan data penelitian memenuhi syarat statistik sehingga hasil penelitian dinilai valid dan dapat dipercaya.
Tim peneliti menilai penggunaan video dalam pembelajaran menjadi salah satu faktor penting yang membantu siswa memahami materi lebih cepat. Media visual membuat konsep perubahan wujud benda dan fenomena alam lebih mudah dipahami dibandingkan hanya melalui penjelasan verbal.
Dampak penelitian ini dinilai cukup penting bagi dunia pendidikan dasar di Indonesia, terutama dalam penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif dan bermakna. Guru dapat menggunakan pendekatan kontekstual untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sehingga siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Model ini juga dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa saat berdiskusi maupun menjawab pertanyaan di kelas. Ketika siswa merasa materi pelajaran dekat dengan pengalaman mereka sendiri, motivasi belajar cenderung meningkat.
Bau Ratu dan tim dari Universitas Tadulako menyebut pendekatan kontekstual dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk sekolah dasar, khususnya pada mata pelajaran IPAS yang banyak berkaitan dengan fenomena lingkungan dan kehidupan sosial.
Meski demikian, peneliti mengakui masih ada aspek yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Mereka mendorong penelitian lanjutan dengan cakupan sekolah yang lebih luas dan penggunaan media pembelajaran yang lebih beragam agar hasilnya semakin komprehensif.
Profil Penulis
Sri Fani merupakan peneliti bidang pendidikan dasar dari Universitas Tadulako.
Bau Ratu, M.Pd. adalah dosen dan peneliti pendidikan di Universitas Tadulako dengan fokus kajian pada strategi pembelajaran sekolah dasar.
Pahriadi aktif dalam penelitian pengembangan model pembelajaran dan pendidikan dasar.
Herlina merupakan akademisi Universitas Tadulako yang meneliti inovasi pendidikan dan pembelajaran anak usia sekolah.
Eva Setya Rini menaruh perhatian pada pengembangan media pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan dasar.
Sumber Penelitian
Jurnal: Internasional Journal of Integrative Sciences
Volume 5 Nomor 4, Tahun 2026
Penulis: Sri Fani, Bau Ratu, Pahriadi, Herlina, Eva Setya Rini
Afiliasi: Universitas Tadulako
DOI : https://doi.org/10.55927/ijis.v5i4.25
URL: https://journalijis.my.id/index.php/ijis/index
0 Komentar