Pengaruh Literasi Keuangan dan Perilaku Tanpa Tunai terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Generasi Z di Kota Cirebon

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Cirebon - Literasi Keuangan dan Kebiasaan Cashless Tingkatkan Cara Gen Z Kelola Uang. Penelitian yang dilakukan oleh Selma Khansa, Nurhana Dhea Parlina, dan Agustina dari Universitas Swadaya Gunung Jati dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa generasi muda kini hidup di tengah transformasi digital yang mengubah cara bertransaksi sekaligus menuntut kemampuan mengelola keuangan yang lebih baik.

Penelitian yang dilakukan oleh Selma Khansa, Nurhana Dhea Parlina, dan Agustina dari Universitas Swadaya Gunung Jati menyoroti bahwa Perubahan besar dalam teknologi keuangan membuat masyarakat semakin beralih dari uang tunai ke sistem digital seperti e-wallet, QRIS, dan mobile banking.

Peralihan ke Era Cashless dan Tantangannya
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami percepatan menuju masyarakat tanpa uang tunai. Sistem pembayaran digital dinilai lebih praktis, cepat, dan efisien. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul risiko meningkatnya perilaku konsumtif, terutama di kalangan anak muda. Literasi keuangan menjadi kunci untuk menyeimbangkan kemudahan teknologi ini. Tanpa pemahaman yang cukup tentang pengelolaan uang, individu berisiko membuat keputusan finansial yang kurang tepat, seperti pengeluaran berlebihan atau kurangnya perencanaan keuangan jangka panjang.

Metode Penelitian: Survei Gen Z Pengguna Pembayaran Digital
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis SEM-PLS. Sebanyak 100 responden dari kalangan Generasi Z di Kota Cirebon dilibatkan, dengan kriteria berusia 17–28 tahun, memiliki smartphone, dan aktif menggunakan metode pembayaran non-tunai. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis untuk melihat hubungan antara tiga variabel utama:
  • Literasi keuangan.
  • Perilaku cashless.
  • Perilaku pengelolaan keuangan.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengukur pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan.

Temuan Utama: Dua Faktor Kunci Pengelolaan Keuangan
Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama yang signifikan:
  • Literasi keuangan berpengaruh kuat terhadap pengelolaan keuangan. Koefisien pengaruh sebesar 0,474 dengan tingkat signifikansi tinggi menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman finansial seseorang, semakin baik pula cara mereka mengatur uang.
  • Perilaku cashless juga memberikan dampak positif. Penggunaan pembayaran digital memiliki pengaruh signifikan dengan koefisien 0,323. Kemudahan transaksi dan pencatatan otomatis membantu individu memantau pengeluaran mereka.
Secara bersama-sama, kedua faktor ini mampu menjelaskan sekitar 50,7% variasi perilaku pengelolaan keuangan responden, yang menunjukkan kekuatan model penelitian dalam menggambarkan realitas di lapangan. Meski demikian, hasil deskriptif menunjukkan bahwa meskipun tingkat literasi keuangan dan penggunaan cashless cukup tinggi, perilaku pengelolaan keuangan belum sepenuhnya optimal.

Implikasi: Pentingnya Keseimbangan Teknologi dan Edukasi
Penelitian ini menegaskan bahwa teknologi keuangan tidak otomatis membuat seseorang lebih bijak secara finansial. Kemudahan transaksi digital memang membantu efisiensi, tetapi tanpa literasi yang memadai, justru bisa mendorong konsumsi berlebihan. Penulis menekankan bahwa kombinasi antara pemahaman finansial dan penggunaan teknologi yang terkontrol menjadi kunci utama. Generasi Z perlu tidak hanya mahir menggunakan aplikasi keuangan, tetapi juga mampu merencanakan anggaran, menabung, dan mengendalikan pengeluaran. Bagi pemerintah dan lembaga pendidikan, temuan ini menjadi dasar untuk memperkuat program edukasi literasi keuangan sejak dini. Integrasi materi keuangan dalam kurikulum dinilai penting agar generasi muda memiliki bekal menghadapi era digital. Sementara itu, penyedia layanan keuangan digital didorong untuk menghadirkan fitur yang membantu pengguna mengelola uang, seperti:
  • Pengingat pengeluaran.
  • Batas transaksi.
  • Laporan keuangan otomatis.
Langkah ini dinilai dapat membantu pengguna lebih disiplin dalam mengatur keuangan mereka.

Profil Penulis
Selma Khansa – Peneliti utama, Universitas Swadaya Gunung Jati, bidang manajemen keuangan dan perilaku konsumen.
Nurhana Dhea Parlina – Akademisi Universitas Swadaya Gunung Jati, fokus pada literasi keuangan generasi muda
Agustina – Dosen Universitas Swadaya Gunung Jati, bidang manajemen dan keuangan

Sumber Penelitian
Khansa, Selma; Parlina, Nurhana Dhea; Agustina. The Influence of Financial Literacy and Cashless Behavior on the Financial Management Behavior of Generation Z in Cirebon City. Asian Journal of Management Analytics (AJMA), Vol. 5 No. 2, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i2.16453
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

Posting Komentar

0 Komentar