Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Yogyakarta - Tiga Faktor Utama Pengunci Kepuasan Konsumen di Industri Perawatan Hewan Peliharaan Sleman. Penelitian yang dilakukan oleh Dimas Wahyu Setyo Adjie dan Subarjo dari Universitas Mercubuana Yogyakarta dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 5 Tahun 2026 menyoroti bahwa strategi memenangkan loyalitas konsumen melalui penguatan kualitas pelayanan, transparansi harga, dan kredibilitas merek.
Penelitian yang dilakukan oleh Dimas Wahyu Setyo Adjie dan Subarjo dari Universitas Mercubuana Yogyakarta menyoroti bahwa krusial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mempertahankan stabilitas bisnis di tengah menjamurnya penyedia jasa serupa.
Ketatnya Persaingan Pasar Komoditas dan Layanan Veteriner
Belakangan ini, hewan peliharaan tidak lagi sekadar menjadi hobi, melainkan telah dianggap sebagai bagian integral dari anggota keluarga yang berkontribusi positif terhadap kesehatan fisik dan emosional pemiliknya. Fenomena ini mendorong para pemilik hewan (pet owners) untuk rela mengalokasikan waktu dan anggaran yang signifikan demi menjamin kesejahteraan hewan kesayangan mereka. Dampak langsungnya adalah pertumbuhan pesat pada jumlah klinik hewan dan petshop di berbagai wilayah Indonesia. Namun, pertumbuhan industri ini memicu persaingan kompetitif yang sangat tinggi di tingkat lokal. Di kawasan Kadisoka, Sleman, misalnya, tercatat sedikitnya ada delapan lokasi klinik ataupun petshop yang beroperasi secara bersamaan. Situasi ini memaksa manajemen KitKat Elegance PetShop & PetCare sebuah pusat layanan kesehatan dan retail hewan yang berdiri sejak Agustus 2024 untuk terus mengevaluasi performa bisnis mereka agar tidak kehilangan pangsa pasar. Riset ini menggarisbawahi bahwa penyedia jasa tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan pakan atau aksesori standar. Mereka dituntut untuk menghadirkan keunggulan komparatif berupa layanan medis yang komprehensif, mulai dari penanganan keluhan sederhana, vaksinasi, fasilitas diagnostik mendalam, layanan perawatan tubuh (grooming), hingga fasilitas penjemputan (home visit) untuk merespons keterbatasan waktu konsumen.
Metodologi Evaluasi Kepuasan Konsumen
Guna mengukur tingkat kepuasan para pengguna jasa secara akurat, tim peneliti Universitas Mercubuana Yogyakarta menggunakan pendekatan studi kuantitatif berbasis filsafat positivisme. Data primer dihimpun langsung melalui metode survei dengan menyebarkan kuesioner terstruktur kepada seluruh pengunjung yang melakukan transaksi pembelian produk atau memanfaatkan layanan jasa di KitKat Elegance PetShop & PetCare.
Setiap variabel dalam riset ini diukur menggunakan indikator yang mendalam:
Hasil penelitian ini memberikan panduan taktis bagi para pemilik usaha petshop, klinik kedokteran hewan, maupun industri jasa lainnya dalam menyusun strategi operasional. Pelaku usaha tidak boleh hanya fokus pada satu aspek materiil seperti pemangkasan harga, melainkan harus mampu menjaga keandalan (reliability) pelayanan dan jaminan keselamatan pasien. Transparansi biaya dalam penagihan medis juga memegang peranan krusial untuk mencegah degradasi kepercayaan publik. Ketika sebuah ekosistem bisnis berhasil mengintegrasikan keramahan staf, profesionalisme penanganan medis, kebersihan fasilitas penunjang, serta kebijakan harga yang kompetitif, maka dengan sendirinya loyalitas konsumen akan terbentuk. Dampak turunannya adalah munculnya strategi pemasaran organik berupa rekomendasi positif dari mulut ke mulut (word-of-mouth) oleh pelanggan kepada komunitas sekitar.
Profil Peneliti
Dimas Wahyu Setyo Adjie adalah peneliti utama yang menyelesaikan studi klinis dan manajemen pemasaran bisnis di Universitas Mercubuana Yogyakarta. Fokus keahliannya meliputi perilaku konsumen, strategi retail, dan manajemen operasional UMKM veteriner.
Subarjo adalah dosen sekaligus akademisi senior di lingkungan Universitas Mercubuana Yogyakarta yang aktif mempublikasikan kajian ilmiah mengenai pengembangan performa organisasi, manajemen sumber daya manusia, dan dinamika pasar industri jasa.
Sumber Penelitian
Dimas Wahyu Setyo Adjie & Subarjo 2026. The Influence of Service Quality, Price, and Trust on Customer Satisfaction (A Case Study of Customers at Kitkat Elegance Petshop and Petcare Kadisoka). Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5, No. 5 2026: 1179-1198
DOI:https://doi.org/10.55927/fjas.v5i5.65
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas
Penelitian yang dilakukan oleh Dimas Wahyu Setyo Adjie dan Subarjo dari Universitas Mercubuana Yogyakarta menyoroti bahwa krusial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mempertahankan stabilitas bisnis di tengah menjamurnya penyedia jasa serupa.
Ketatnya Persaingan Pasar Komoditas dan Layanan Veteriner
Belakangan ini, hewan peliharaan tidak lagi sekadar menjadi hobi, melainkan telah dianggap sebagai bagian integral dari anggota keluarga yang berkontribusi positif terhadap kesehatan fisik dan emosional pemiliknya. Fenomena ini mendorong para pemilik hewan (pet owners) untuk rela mengalokasikan waktu dan anggaran yang signifikan demi menjamin kesejahteraan hewan kesayangan mereka. Dampak langsungnya adalah pertumbuhan pesat pada jumlah klinik hewan dan petshop di berbagai wilayah Indonesia. Namun, pertumbuhan industri ini memicu persaingan kompetitif yang sangat tinggi di tingkat lokal. Di kawasan Kadisoka, Sleman, misalnya, tercatat sedikitnya ada delapan lokasi klinik ataupun petshop yang beroperasi secara bersamaan. Situasi ini memaksa manajemen KitKat Elegance PetShop & PetCare sebuah pusat layanan kesehatan dan retail hewan yang berdiri sejak Agustus 2024 untuk terus mengevaluasi performa bisnis mereka agar tidak kehilangan pangsa pasar. Riset ini menggarisbawahi bahwa penyedia jasa tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan pakan atau aksesori standar. Mereka dituntut untuk menghadirkan keunggulan komparatif berupa layanan medis yang komprehensif, mulai dari penanganan keluhan sederhana, vaksinasi, fasilitas diagnostik mendalam, layanan perawatan tubuh (grooming), hingga fasilitas penjemputan (home visit) untuk merespons keterbatasan waktu konsumen.
Metodologi Evaluasi Kepuasan Konsumen
Guna mengukur tingkat kepuasan para pengguna jasa secara akurat, tim peneliti Universitas Mercubuana Yogyakarta menggunakan pendekatan studi kuantitatif berbasis filsafat positivisme. Data primer dihimpun langsung melalui metode survei dengan menyebarkan kuesioner terstruktur kepada seluruh pengunjung yang melakukan transaksi pembelian produk atau memanfaatkan layanan jasa di KitKat Elegance PetShop & PetCare.
Setiap variabel dalam riset ini diukur menggunakan indikator yang mendalam:
- Kualitas Pelayanan ($X_1$): Diukur melalui 5 dimensi utama yang dijabarkan ke dalam 15 butir pertanyaan, mencakup keandalan, kesigapan, kompetensi staf, kebersihan fasilitas, dan empati pelayanan.
- Harga ($X_2$): Dievaluasi lewat 4 indikator yang terdiri dari 7 pertanyaan mengenai keterjangkauan, kesesuaian nilai, dan daya saing tarif.
- Kepercayaan ($X_3$): Dinilai melalui 3 indikator dan 7 pertanyaan yang membedah kejujuran informasi, reputasi instansi, serta ketulusan staf.
- Kepuasan Pelanggan ($Y$): Diukur menggunakan 3 indikator utama melalui 9 butir pertanyaan terkait pemenuhan ekspektasi, minat kunjungan ulang, serta kesediaan merekomendasikan layanan kepada pihak lain.
Seluruh data yang terkumpul diolah menggunakan bantuan aplikasi statistik SPSS 25 untuk melalui serangkaian pengujian instrumen, analisis regresi linier berganda, uji parsial (Uji T), serta uji simultan (Uji F).
Temuan Utama: Tiga Pilar Penentu Kepuasan
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dan inferensial, riset ini berhasil membuktikan bahwa ketiga variabel independen yang diuji memiliki kontribusi positif yang signifikan terhadap kepuasan konsumen, baik secara individual (parsial) maupun bersama-sama (simultan).
Berikut adalah rincian temuan empiris dari analisis data tersebut:
- Dampak Positif Kualitas Pelayanan. Pengujian secara parsial menghasilkan skor $t_{hitung}$ sebesar 2,678 yang lebih besar dari $t_{tabel}$ sebesar 1,984, dengan nilai signifikansi 0,009 (jauh di bawah ambang batas 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan berbanding lurus dengan peningkatan kepuasan konsumen. Pada objek studi, kepuasan tertinggi didorong oleh ketersediaan peralatan penunjang medis yang canggih (seperti USG, EKG, dan alat uji darah lengkap) serta higienitas area klinik yang mendapatkan persepsi sangat baik dari pelanggan.
- Peran Strategis Keterjangkauan Harga. Harga terbukti menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi kepuasan pelanggan di area penelitian. Secara statistik, nilai $t_{hitung}$ untuk variabel harga mencapai poin tertinggi yaitu 4,687 dengan tingkat signifikansi 0,000. Fleksibilitas harga melalui program promosi bulanan dan paket bundling layanan grooming terbukti sangat efektif menstimulasi daya tarik beli masyarakat di tengah ketatnya kompetisi retail.
- Kredibilitas dan Kepercayaan Konsumen. Variabel kepercayaan mencatatkan nilai $t_{hitung}$ sebesar 3,212 dengan signifikansi 0,002. Konsumen menaruh kepercayaan yang tinggi ketika staf dan tenaga medis menunjukkan ketulusan serta kejujuran dalam menyampaikan informasi medis hewan. Rasa aman dan minimnya risiko yang dirasakan oleh pemilik hewan saat menyerahkan perawatan peliharaannya menjadi kunci utama terciptanya hubungan bisnis jangka panjang.
- Pengaruh Simultan (Bersama-sama). Melalui uji F, ditemukan bahwa nilai $F_{hitung}$ mencapai 34,135, melebihi nilai $F_{tabel}$ sebesar 3,087 dengan signifikansi komulatif 0,000. Secara bersama-sama, kualitas pelayanan, harga, dan kepercayaan mengendalikan kepuasan pelanggan secara signifikan. Nilai Adjusted R Square menunjukkan angka 0,494, yang berarti kombinasi ketiga faktor ini memengaruhi kepuasan pelanggan sebesar 49,4%, sementara 50,6% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar fokus penelitian ini.
Hasil penelitian ini memberikan panduan taktis bagi para pemilik usaha petshop, klinik kedokteran hewan, maupun industri jasa lainnya dalam menyusun strategi operasional. Pelaku usaha tidak boleh hanya fokus pada satu aspek materiil seperti pemangkasan harga, melainkan harus mampu menjaga keandalan (reliability) pelayanan dan jaminan keselamatan pasien. Transparansi biaya dalam penagihan medis juga memegang peranan krusial untuk mencegah degradasi kepercayaan publik. Ketika sebuah ekosistem bisnis berhasil mengintegrasikan keramahan staf, profesionalisme penanganan medis, kebersihan fasilitas penunjang, serta kebijakan harga yang kompetitif, maka dengan sendirinya loyalitas konsumen akan terbentuk. Dampak turunannya adalah munculnya strategi pemasaran organik berupa rekomendasi positif dari mulut ke mulut (word-of-mouth) oleh pelanggan kepada komunitas sekitar.
Profil Peneliti
Dimas Wahyu Setyo Adjie adalah peneliti utama yang menyelesaikan studi klinis dan manajemen pemasaran bisnis di Universitas Mercubuana Yogyakarta. Fokus keahliannya meliputi perilaku konsumen, strategi retail, dan manajemen operasional UMKM veteriner.
Subarjo adalah dosen sekaligus akademisi senior di lingkungan Universitas Mercubuana Yogyakarta yang aktif mempublikasikan kajian ilmiah mengenai pengembangan performa organisasi, manajemen sumber daya manusia, dan dinamika pasar industri jasa.
Sumber Penelitian
Dimas Wahyu Setyo Adjie & Subarjo 2026. The Influence of Service Quality, Price, and Trust on Customer Satisfaction (A Case Study of Customers at Kitkat Elegance Petshop and Petcare Kadisoka). Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5, No. 5 2026: 1179-1198
DOI:

0 Komentar